Apa yang Terjadi Pada Tubuh Ibu Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Melahirkan merupakan proses yang menegangkan, namun setelah itu perasaan lega dan senang muncul pada ibu dan juga keluarga. Tapi tunggu dulu, proses masih berlanjut selama beberapa minggu setelah melahirkan karena tubuh melakukan pemulihan dan menyesuaikan diri dengan kondisinya yang baru. Setelah melahirkan, tubuh masih melakukan berbagai perubahan.

Perubahan pada rahim

Selama kehamilan, rahim, otot perut, dan kulit mengalami peregangan selama 9 bulan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang bagi tubuh untuk kembali ke kondisi semula seperti sebelum kehamilan.

Pada saat kehamilan, rahim Anda lebih besar dan berat. Berat rahim bisa mencapai 15 kali lebih besar dan kapasitasnya bisa mencapai 500 kali lebih besar dari sebelum Anda hamil. Beberapa menit setelah Anda melahirkan, kontraksi menyebabkan rahim menyusut mencapai sebesar kepalan tangan. Ya, Anda masih merasakan kontraksi setelah melahirkan.

Kontraksi ini juga menyebabkan plasenta terlepas dari dinding rahim dan kemudian turun ke bawah rahim, kemudian plasenta juga ikut keluar dari tubuh Anda. Setelah plasenta keluar, rahim kemudian menutup pembuluh darah yang terbuka tempat plasenta menempel. Rahim akan terus berkontraksi dan mungkin menyebabkan Anda merasa kram pada bagian perut.

Pada beberapa minggu pertama, berat rahim Anda akan menurun, kira-kira menjadi setengah berat rahim setelah melahirkan. Setelah dua minggu, berat rahim hanya 300 gram dan terletak seluruhnya pada panggul. Sekitar empat minggu, berat rahim mendekati berat pada saat sebelum hamil, kira-kira 100 gram atau kurang.

Bahkan setelah rahim Anda menyusut kembali ke panggul, Anda masih kelihatan seperti hamil pada beberapa minggu setelah melahirkan. Hal ini karena otot perut Anda melebar selama kehamilan dan membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan bentuknya seperti semula.

Perubahan pada berat badan

Berat badan Anda akan turun setelah melahirkan, sekitar 4,5-6 kg. Berat badan yang hilang ini terdiri dari berat badan bayi, plasenta, dan air ketuban. Anda juga mengalami kelebihan cairan saat hamil karena cairan ekstrasel menumpuk selama kehamilan. Jika Anda melahirkan dengan operasi caesar, tubuh Anda juga akan lebih besar karena cairan infus atau intra vena yang Anda terima saat melakukan operasi.

Cairan yang berlebih dalam tubuh Anda ini kemudian mulai akan keluar selama satu minggu setelah melahirkan. Anda mungkin akan merasa sering ingin buang air kecil dan berkeringat karena ini adalah cara tubuh untuk mengeluarkan cairan tersebut. Berkeringat pada malam hari merupakan sesuatu yang wajar setelah melahirkan. Dalam sehari, Anda bisa mengeluarkan sampai 3 liter cairan dan pada akhir minggu pertama Anda akan kehilangan sekitar 2-3 kg berat air. Jumlah air yang hilang dari tubuh Anda ini bervariasi tergantung dari jumlah cairan yang selama kehamilan menumpuk dalam tubuh Anda.

Namun, mungkin Anda merasa kesulitan untuk buang air kecil. Proses persalinan yang panjang dapat membuat Anda tidak merasakan dorongan untuk buang air kecil di hari-hari pertama setelah melahirkan. Jika Anda mempunyai masalah buang air kecil, ini akan membuat rahim kesulitan untuk berkontraksi, menyebabkan Anda mengalami kram dan perdarahan yang lebih. Jika Anda tidak dapat buang air kecil dalam beberapa jam setelah melahirkan, mungkin akan dipasang kateter dalam tubuh Anda untuk mengeluarkan urin dari kandung kemih. Sebaiknya segera bicarakan dengan dokter atau perawat jika Anda mempunyai masalah buang air kecil.

Anda juga mungkin mengalami kesulitan buang air besar atau sembelit setelah melahirkan. Hal ini wajar terjadi karena Anda merasakan sakit dan nyeri setelah melahirkan. Sebaiknya Anda minum yang banyak dan konsumsi makanan yang tinggi serat untuk memudahkan Anda buang air besar.

Perubahan pada vagina

Pada saat Anda melahirkan secara normal, vagina dan perineum (daerah antara rektum dan vagina) akan meregang, bengkak, memar. Perineum Anda mungkin sobek dan memerlukan beberapa jahitan. Seberapa besar peregangan pada vagina ini tergantung dari ukuran bayi, genetika, otot-otot vagina, keadaan saat melahirkan, dan sudah berapa kali Anda melahirkan normal.

Rasa sakit pada vagina dan perineum ini membuat Anda tidak nyaman saat duduk. Untuk meringankan rasa sakitnya, mungkin Anda perlu mandi dan merendamnya dalam air, atau Anda bisa mengompresnya dengan air es untuk meringankan pembengkakan dan rasa sakit. Selama beberapa hari setelah melahirkan, pembengkakan pada vagina Anda akan mulai berkurang dan otot-otot vagina akan kembali mengencang.

Perdarahan

Setelah melahirkan normal atau melalui operasi caesar, Anda akan mengalami perdarahan atau biasa disebut dengan lokia, yang terdiri dari sisa darah, lendir, dan juga sisa jaringan dari lapisan rahim. Pada banyak wanita, perdarahan akan sangat banyak pada 3-10 hari pertama setelah melahirkan, bahkan kadang lebih banyak daripada perdarahan pada saat menstruasi, tetapi ini adalah normal dan akan berkurang selama beberapa minggu selanjutnya. Anda juga tidak perlu khawatir jika tiba-tiba darah keluar atau terjadi pembekuan darah, ini juga normal terjadi. Namun, jika Anda berpikir bahwa perdarahan terjadi tidak normal, sebaiknya segera sampaikan ke dokter Anda.

Perubahan pada payudara

Setelah melahirkan, ASI Anda mungkin tidak langsung keluar. Butuh waktu 3-4 hari setelah melahirkan sampai ASI Anda keluar. Segera setelah Anda melahirkan, payudara Anda akan memproduksi sedikit kolostrum, yaitu ASI pertama yang konsentrasinya lebih kental. Dua jam pertama setelah bayi lahir merupakan waktu yang tepat untuk menyusui bayi pertama kali atau melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)  karena pada saat ini bayi baru lahir cenderung  masih terbangun.

Ketika ASI Anda keluar pada hari-hari pertama setelah melahirkan, payudara Anda mungkin akan bengkak, nyeri, keras, sensitif, dan penuh. Menyusui bayi pada hari-hari pertama setelah kelahiran akan memicu pelepasan hormon oksitosin yang akan menyebabkan kontraksi dan kram pada perut Anda.

Perubahan pada kulit

Perubahan hormon, stres, dan kelelahan yang Anda alami setelah melahirkan berpengaruh pada kulit Anda. Beberapa wanita yang tadinya mempunyai kulit bersih saat kehamilan, bisa saja setelah melahirkan timbul jerawat. Atau sebaliknya, bagi wanita yang mempunyai jerawat saat kehamilan, bisa saja hilang setelah melahirkan. Jika Anda mempunyai chloasma, yaitu bercak gelap pada kulit bibir, hidung, pipi, atau dahi, pada saat kehamilan, ini juga akan menghilang setelah Anda melahirkan.

BACA JUGA:

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 “Fakta” Tentang Induksi Persalinan Alami yang Sering Bikin Salah Paham

Setiap ibu ingin persalinannya lancar. Namun kadang, yang terjadi malah sebaliknya. Apakah makan nanas adalah fakta atau hanya mitos induksi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kaki bengkak setelah melahirkan

10 Tips Mudah untuk Sembuhkan Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit