Satu Geng, Hamil Bersamaan: Apakah Kehamilan Memang Bisa ‘Menular’?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Menurut sebuah penelitian, kehamilan bisa menular pada mereka yang memiliki ikatan pertemanan. Padahal secara teori, kehamilan hanya dapat terjadi ketika sperma berhasil membuahi sel telur yang diproduksi oleh tubuh wanita saat ovulasi. Lantas, apa yang dimaksud dengan “menular” dalam hal ini?

Penularan yang dimaksud tidak terjadi melalui kontak fisik, melainkan melalui kontak emosional

Hasil dari penelitian itu mengungkapkan bahwa jika Anda memiliki teman SMA yang sudah memiliki anak, maka Anda lebih mungkin “tertular”, dalam artinya lebih termotivasi untuk hamil, dengan segera merencanakan kehamilan dalam waktu dua tahun setelahnya.

Mengapa peranan teman begitu penting dalam memengaruhi keputusan tersebut? Di penelitian itu dijelaskan bahwa teman ternyata memiliki pengaruh yang kuat dalam urusan memiliki momongan, walaupun pengaruh ini bersifat jangka pendek. Kehamilan yang dialami oleh teman Anda juga bisa menjadi sumber informasi yang nyata untuk belajar, terutama mengenai bagaimana orang seusia Anda bisa menghadapi transisi menjadi orang tua.

Lagipula, Anda cenderung ingin menyamakan diri atau membandingkan diri dengan teman yang sebaya dengan Anda. Contohnya dengan berpikir dan merasa bahwa teman Anda sudah memiliki anak, sedangkan Anda belum, hal ini membuat Anda ingin juga segera memiliki anak.

Keinginan untuk memiliki anak ini akan terasa begitu kuat saat dua tahun setelah teman Anda melahirkan. Setelah itu, keinginan tersebut lama kelamaan akan menurun.

Jadi bisa disimpulkan, secara tidak sadar, rencana untuk memiliki anak yang seharusnya menjadi keputusan yang sangat pribadi, mungkin bisa dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan. Inilah kenapa cukup lazim bagi sekelompok wanita yang bersahabat, untuk hamil dalam waktu berdekatan, karena masing-masing saling menginspirasi dan memotivasi.

Pertimbangkan kehamilan karena Anda siap, bukan karena teman Anda hamil

Jangan memutuskan untuk memiliki anak hanya karena melihat teman yang sudah menjadi orang tua. Ingat, menjadi orang tua itu merupakan tanggung jawab yang berat dan tidak bisa dilakukan hanya demi memenuhi tuntutan sosial.

Jika Anda ingin memiliki momongan, pastikan Anda dan  pasangan sudah siap. Salah satunya adalah kesiapan emosional. Berikut tanda Anda sudah siap secara emosional.

  • Sudah siap waktu Anda terbagi. Ketika memiliki momongan, Anda sudah tidak bisa bebas melakukan hal-hal yang biasa Anda lakukan. Kini, waktu Anda bisa dibilang milik anak Anda.
  • Senang dengan anak kecil. Saat ada anak kecil Anda langsung gembira dan ingin mengajaknya bermain.
  • Tidak begitu berambisi dalam urusan karier. Anda sudah tidak bisa lagi seenaknya lembur dan pulang hingga larut malam karena ada makhluk kecil yang membutuhkan Anda di rumah.
  • Rumah tangga Anda berjalan harmonis. Tidak perlu pernikahan yang sempurna untuk memiliki anak. Namun, harmonis berarti rumah tangga Anda dalam kondisi yang baik. Misalnya, tidak ada masalah serius dalam rumah tangga seperti perselingkuhan, kekerasan rumah tangga, masalah komunikasi dengan pasangan, dan masalah pernikahan lainnya.

Kehamilan bisa menular secara emosional kepada Anda ketika ada teman sebaya Anda yang sudah memiliki anak. Jika pada saat itu Anda memang sudah siap menjadi orang tua, Anda bisa mulai merencanakan kehamilan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Beragam manfaat detoks digital mengarahkan Anda untuk memiliki hubungan lebih baik dengan. Namun, apa sebetulnya detoks digital itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13/05/2020

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
stres anak saat pandemi

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020