home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tak Perlu Cemas! Ini 6 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Kapan boleh menurunkan berat badan setelah melahirkan?|Penyebab susah menurunkan berat badan setelah melahirkan|Cara menurunkan berat badan setelah melahirkan
Tak Perlu Cemas! Ini 6 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Keinginan untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan mungkin menjadi prioritas lain bagi para ibu di samping menjaga dan merawat bayi sepenuh hati. Sayangnya, terkadang ada beberapa hal yang menjadi penyebab berat badan tidak kunjung turun setelah melahirkan.

Nah, supaya diet setelah melahirkan berhasil, simak cara apa saja yang bisa diusahakan untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan.

 

Kapan boleh menurunkan berat badan setelah melahirkan?

berat badan naik setelah puasa

Tubuh Anda perlu waktu untuk pulih sepenuhnya usai melahirkan bayi, termasuk di masa nifas.

Alih-alih berusaha keras untuk menurunkan berat badan segera setelah melahirkan, sebaiknya fokus dulu dalam merawat bayi baru lahir.

Memang, Anda mungkin merasa risi melihat perut yang besar sehingga ingin segera mencari cara mengencangkan perut setelah melahirkan dan mengecilkan perut setelah melahirkan.

Kondisi tersebut kerap menjadi penyebab munculnya baby blues hingga berkembang menjadi depresi postpartum.

Namun, ketika berat badan Anda turun dengan cepat setelah melahirkan, tubuh butuh usaha yang lebih keras dan waktu yang lebih lama sampai bisa pulih kembali.

Itulah mengapa ibu biasanya tidak dianjurkan untuk langsung menjalani diet setelah (pasca) melahirkan, melainkan harus fokus terlebih dahulu pada pemulihan.

Sebaiknya tunggu sampai sekitar 6-8 minggu setelah melahirkan atau saat melakukan pemeriksaan pascapersalinan agar bisa berkonsultasi dengan dokter.

Tanyakan berbagai hal yang ingin Anda ketahui, termasuk waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan.

Bila Anda sedang rutin menyusui, ada baiknya untuk menunggu sampai bayi berusia sekitar dua bulan atau produksi ASI sudah cukup baik sebelum mengurangi asupan makanan harian.

Hanya saja, diet ibu menyusui yang terlalu ekstrem sebenarnya tidak begitu dianjurkan karena dikhawatirkan akan berdampak buruk bukan hanya bagi ibu, tapi juga si kecil.

Penyebab susah menurunkan berat badan setelah melahirkan

cara mengatasi baby blues

Kemampuan seorang ibu menurunkan berat badannya setelah melahirkan dapat berbeda-beda. Ada ibu yang bisa dengan cepat mendapatkan berat badan idamannya kembali seperti sebelum hamil.

Namun, ada juga ibu yang perlu waktu lebih lama sampai berhasil menurunkan berat badannya seperti semula.

Beberapa hal yang mungkin membuat Anda sulit menurunkan berat badan setelah melahirkan yakni:

1. Stres dan kelelahan

Kedua hal tersebut umum dialami oleh ibu baru pada beberapa bulan pertama setelah kelahiran.

Stres dan kelelahan kadang memang membuat ibu jadi malas makan.

Namun, ada ibu yang ketika mengalami stres dan kelelahan juga terpacu untuk makan lebih banyak.

Hal inilah yang membuat Anda menimbukan banyak kalori di dalam tubuh, bahkan melebihi kebutuhan harian.

Alhasil, Anda malah makin sulit untuk menurunkan berat badan.

2. Kurang tidur

Kurang tidur juga dapat menyebabkan stres dan kelelahan. Hal ini kemudian dapat mengganggu kadar hormon dalam tubuh yang menjaga nafsu makan.

Stres pada tubuh juga dapat menyebabkan hormon kortisol (hormon stres) meningkat.

Hal ini kemudian mengakibatkan ketidakmampuan tubuh ibu dalam memetabolisme kalori secara efisien.

Selanjutnya, metabolisme tubuh lebih lambat yang memungkinkan lemak lebih banyak menumpuk dalam tubuh.

3. Jarang olahraga

Jarang melakukan olahraga setelah melahirkan membuat kalori yang masuk ke tubuh tidak terpakai dan akhirnya tertimbun dalam tubuh.

Hal inilah yang membuat Anda susah menurunkan berat badan setelah melahirkan. Hal ini juga mendorong metabolisme tubuh Anda melambat. Metabolisme juga tambah melambat seiring dengan pertambahan usia Anda. Semua hal ini kemudian dapat menyebabkan berat badan Anda sulit turun dan justru bertambah.

4. Cadangan lemak tidak hilang setelah melahirkan

Tubuh ibu menyimpan cadangan lemak sebelum melahirkan untuk mempersiapkan energi selama menyusui.

Cadangan lemak ini mungkin tidak mudah untuk hilang, terlebih bagi Anda yang tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayi.

Ibu yang memberi susu formula kepada anaknya mungkin lebih sulit menurunkan berat badan setelah melahirkan ketimbang ibu yang menyusui bayi.

Cara menurunkan berat badan setelah melahirkan

makanan ibu menyusui

Jika dokter sudah memberi Anda lampu hijau untuk menguruskan badan, berikut beberapa cara yang bisa dicoba untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan:

1. Perhatikan asupan makanan harian

Memerhatikan pemilihan makanan setiap harinya ternyata turut andil bila Anda ingin menurunkan berat badan setelah melahirkan.

Cara ini bisa dibilang termasuk diet setelah (pasca) melahirkan untuk membantu melangsingkan badan yang mungkin melebar dibandingkan sebelum kehamilan.

Terlebih lagi bila saat ini Anda sedang menyusui, tentu memerhatikan asupan makanan harian dapat membantu menjaga kelancaran produksi ASI.

Berikut beberapa upaya dalam memerhatikan asupan makanan yang perlu Anda lakukan untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan:

  • Makan lebih banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
  • Makan sumber protein tanpa lemak
  • Kontrol porsi makanan sekali makan

Tak lupa, kurangi “kalori kosong” dalam makanan harian Anda sebagai upaya diet setelah (pasca) melahirkan.

Makanan dengan kalori kosong adalah makanan yang penuh dengan lemak dan gula, tapi tidak mengandung nutrisi yang baik untuk Anda.

Sebaiknya hindari kue, cookies, minuman manis seperti soda dan alkohol, serta kurangi konsumsi junk food seperti pizza dan burger.

2. Makan banyak “superfood”

Pilih makanan yang tinggi protein seperti daging, ayam, dan kacang-kacangan. Anda juga perlu kalsium yang bisa didapat dari susu, yogurt, dan keju.

Ikan seperti salmon juga termasuk jenis superfood yang baik karena mengandung DHA dan asam lemak omega 4 yang baik untuk bayi Anda.

3. Pilih camilan yang baik

Ngemil tak akan jadi masalah dalam menurunkan berat badan setelah melahirkan.

Dengan catatan, Anda perlu memilih camilan yang sehat dan mengurangi camilan yang banyak mengandung gula serta lemak.

Pilih camilan seperti buah segar atau sereal tanpa pemanis, kurangi camilan tidak sehat seperti soda, permen, dan keripik karena tinggi kalori namun tak memiliki nutrisi yang cukup.

Sekarang juga sudah banyak dijual camilan yang diklaim mampu mendukung produksi ASI.

Selain dikemas dalam rasa yang enak, camilan ini bermanfaat untuk membantu melancarkan ASI Anda.

4. Menyusui bayi

Menyusui memang sudah terkenal baik untuk kesehatan, namun ternyata menyusui juga baik untuk mengecilkan lingkar pinggang.

Banyak wanita yang mengatakan bahwa menyusui dapat membantu mereka mengembalikan berat badan mereka seperti sedia kala.

Menariknya, ternyata menyusui bayi dapat menjadi cara proses menguruskan atau melangsingkan badan setelah melahirkan.

Ini karena simpanan lemak dan energi yang ada di dalam tubuh diberikan kepada bayi melalui proses menyusui, melansir dari laman Pregnancy Birth and Baby.

Secara keseluruhan, ibu yang menyusui bayinya biasanya dapat lebih cepat menurunkan berat badan selama beberapa bulan pertama.

5. Minum air putih

Anda harus banyak minum air putih. Terkadang memang sulit membedakan kapan Anda haus dan kapan Anda lapar.

Jika Anda minum banyak air putih sekaligus, Anda malah merasa kenyang dan tidak ingin makan camilan.

Dan jika tubuh Anda dehidrasi, tubuh akan lebih lambat dalam membakar kalori. Setidaknya minum segelas air tiap kali Anda menyusui.

6. Olahraga

Cara lain yang tidak kalah penting untuk menguruskan badan setelah melahirkan yakni dengan berolahraga.

Menurut Mayo Clinic, Anda bisa mulai olahraga ringan sekitar 4-6 minggu setelah melahirkan.

Namun, alangkah lebih baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter guna mendapatkan waktu terbaik untuk mulai berolahraga setelah melahirkan.

Ini karena waktu diperbolehkannya Anda untuk berolahraga bisa berbeda pada proses melahirkan normal dan operasi caesar.

Apalagi mungkin di saat baru melahirkan Anda masih dalam masa perawatan setelah melahirkan normal maupun pasca operasi caesar.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu repot olahraga dengan pergi ke gym untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan.

Ini karena ada berbagai cara berolahraga ringan yang bisa dilakukan di rumah dan di lingkungan sekitar rumah.

Letakkan bayi Anda di atas stroller sembari berjemur di pagi hari dan ajak ia jalan-jalan keliling komplek sambil mencari udara segar.

Melihat orang-orang di jalan dan mengganti pemandangan akan mencegah terjadinya stress. Bergerak dapat menguatkan tubuh dan memberi Anda energi untuk beraktivitas.

Anda bisa mulai berjalan-jalan misalnya selama 30 menit dengan frekuensi 5 kali seminggu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Weight Loss After Pregnancy: Reclaiming Your Body. Retrieved 26 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/weight-loss-after-pregnancy/art-20047813

Healthy Weight Loss After Birth. Retrieved 26 October 2020, from https://www.babycentre.co.uk/a3566/healthy-weight-loss-after-birth

Losing Weight After Birth Safely. Retrieved 26 October 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/losing-weight-after-birth-safely

Losing Weight After Pregnancy. Retrieved 26 October 2020, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000586.htm#:~:text=You%20should%20plan%20to%20return,help%20you%20shed%20the%20pounds.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 23/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita