Faktor Risiko Diabetes Gestasional yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Anda memiliki kadar gula tinggi dan takut terdiagnosis diabetes gestasional? Sebenarnya, faktor risiko diabetes gestasional tidak hanya bisa ditemukan pada ibu hamil dengan kadar gula tinggi, tetapi juga pada ibu hamil yang kadar gula sebelumnya normal. Ada beberapa hal yang perlu dipahami seputar faktor risiko diabetes gestasional pada ibu hamil. Berikut ulasannya.

Bagaimana faktor risiko diabetes gestasional didiagnosis?

Diabetes gestasional merupakan jenis diabetes yang dialami ibu hamil karena perubahan hormon.

Kebanyakan wanita yang memiliki faktor risiko diabetes gestasional dan didiagnosa positif diabetes, tidak pernah menderita diabetes sebelumnya.

Kondisi ini memang kerap muncul pada ibu hamil yang bahkan tak pernah memiliki riwayat diabetes. Kondisi diabetes gestasional akan sembuh dengan sendirinya setelah kelahiran bayi.

Meski begitu, bila di kehamilan pertama Anda sudah terkena diabetes gestasional, di kehamilan berikutnya kemungkinan Anda mengalami hal yang sama.

Bahkan, bila sudah terkena sebelumnya, risiko diabetes gestasional  bisa meningkat tujuh kali lipat.

Membedakan penyebab dan faktor risiko diabetes gestasional

Bagi sebagian orang, mungkin sulit membedakan antara penyebab dan faktor risiko. Perlu dipahami bahwa penyebab dan faktor risiko adalah dua hal yang berbeda tapi saling berkaitan.

Istilah faktor risiko bukan termasuk penyebab diabetes saat hamil. Faktor risiko hanya kondisi, kebiasaan, dan hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap diabetes gestasional.

Jadi, semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar peluang untuk terkena diabetes saat hamil. Oleh karena itu, periksakan diri secara rutin jika Anda memiliki faktor yang meningkatkan risikonya.

Faktor risiko diabetes gestasional

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena diabetes saat hamil. Berikut daftarnya dilansir dari Everyday Health:

Wanita di atas 25 tahun

Menurut jurnal Diabetology and Metabolic Syndrome, wanita yang hamil di atas usia 25 tahun cenderung rentan terkena diabetes gestasional. Oleh karenanya, periksakan diri secara rutin jika Anda sedang hamil dan berusia di atas 25 tahun.

Kadar gula darah meningkat

Gula darah tinggi atau hiperglikemia adalah masalah utama dan menjadi faktor risiko diabetes saat hamil. Bila tidak ditangani dengan baik, ibu hamil rentan terkena diabetes gestasional.

Tekanan darah tinggi

Faktor lain yang meningkatkan risiko diabetes saat hamil berikutnya adalah tekanan darah tinggi. Kondisi ini bisa memengaruhi sekresi insulin dari pankreas dan menuju kadar gula darah yang lebih tinggi. Hal ini tentu bisa meningkatkan risiko diabetes pada ibu hamil.

Memiliki kolesterol tinggi dan penyakit jantung

Apa hubungannya kolesterol dan penyakit jantung dengan faktor risiko diabetes gestasional? Kolesterol dipengaruhi tekanan darah dan glukosa dalam darah.

Bila kadar glukosa dalam darah dan tekanan darah tinggi, jumlah kolesterol akan meningkat. Hal inilah yang kemudian meningkatkan risiko ibu untuk terkena diabetes saat hamil.

Memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2

Faktor risiko diabetes gestasional lebih besar menimpa ibu hamil ketika Anda memiliki kondisi pradiabetes. Ini merupakan kondisi gula darah yang sedikit, tapi perlahan meningkat dan bisa sebabkan diabetes tipe dua

Ditambah keluarga Anda memiliki riwayat diabetes gestasional sebelumnya, seperti orang tua, kakak adik, atau saudara kandung lain yang masih memiliki hubungan darah.

Anda juga berpotensi terkena diabetes gestasional ketika pernah mengalami hal yang sama di kehamilan sebelumnya. 

Ketidakseimbangan hormon

Bila Anda memiliki kondisi yang menyebabkan resistensi insulin yang menyebabkkan ketidakseimbangan hormon, itu merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko diabetes saat hamil.

Dua kondisi yang menyebabkan resistensi insulin yaitu Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) dan gangguan kulit ancanthosis nigricans, menguntip dari Healthline.

Obesitas

Faktor risiko seseorang terkena diabetes gestasional adalah obesitas. Kelebihan berat badan pada ibu hamil sangat berpengaruh pada kesehatan ibu dan janin, termasuk diabetes.

Selain meningkatkan risiko untuk terkena diabetes gestasional, obesitas juga berisiko ibu mengalami sleep apnea, preeklampsia, sampai kesulitan saat melahirkan.

Efek yang terjadi pada bayi bila ibu memiliki faktor risiko diabetes gestasional

Ketika ibu hamil memiliki salah satu atau bahkan beberapa poin dari faktor risiko yang telah disebutkan, ada efek samping yang akan diterima pada bayi. Berikut efek yang mungkin muncul pada bayi:

Melahirkan bayi dengan berat yang besar (fetal macrosomia)

Ketika Anda memiliki beberapa faktor yang meningkatkan risiko diabetes saat hamil, kadar glukosa yang sangat tinggi akan mengalir melintasi plasenta.

Ini akan memicu pankreas bayi membuat insulin dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat bayi tumbuh terlalu besar (makrosomia) dengan berat badan berlebih.

Dilansir dari Mayo Clinic, makrosomia artinya bobot bayi lebih dari 4 kilogram. Bila Anda tidak memeriksa kadar gula dalam darah secara berkala, bayi di dalam kandungan kemungkinan akan memiliki bahu yang lebar dan gemuk yang tidak normal.

Hal ini rentan terjadi bila dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak memiliki diabetes sebelumnya.

Persalinan prematur

Gula darah yang tinggi merupakan faktor yang meningkatkan risiko diabetes pada ibu hamil. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko persalinan dini sebelum tanggal kelahiran bayi (prematur).

Meski kelahirannya terjadi sebelum tanggal seharusnya, kemungkinan besar faktor lainnya adalah kondisi bayi yang besar atau berat badan berlebih.

Mengalami gangguan pernapasan

Ibu yang memiliki faktor risiko diabetes kehamilan kemungkinan akan melahirkan bayi dengan sindrom gangguan pernapasan meski mereka tidak lahir prematur. 

Gula darah rendah (hipoglikemia)

Ketika ibu memiliki faktor yang meningkatkan risiko diabetes saat hamil, bayi yang di dalam kandungan justru berkemungkinan mengalami kadar gula darah rendah (hipoglikemia).

Ini terjadi karena produksi insulin mereka tinggi. Kalau keadaannya parah, gula darah rendah ini bisa memicu kejang pada bayi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 9, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 7, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca