Efek Kehamilan Palsu Terhadap Kondisi Ibu dan Cara Menghadapinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Ketika seseorang yang sulit mendapatkan keturunan berkeinginan besar untuk hamil, tubuhnya dapat menunjukkan tanda kehamilan meski tidak ada janin dalam rahimnya. Kondisi ini disebut pseudocyesis alias kehamilan palsu. Apabila dibiarkan, rasa frustrasi akibat kehamilan palsu dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan ibu.

Mengapa kehamilan palsu bisa terjadi?

Pseudocyesis adalah kondisi yang sangat langka dan penyebabnya pun tidak diketahui secara pasti. Meski demikian, American Pregnancy Association menyebutkan sejumlah kondisi yang berkaitan erat dengan terjadinya kehamilan palsu, di antaranya:

  • Keguguran, biasanya lebih dari sekali
  • Kehilangan anak (meninggal atau penyebab lainnya)
  • Tidak bisa memiliki keturunan
  • Masalah kejiwaan, misalnya depresi menjelang menopause
  • Tumor ovarium
  • Ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak

Apa pun faktor yang menjadi penyebabnya, kehamilan palsu akan menimbulkan efek yang besar terhadap ibu. Bagi ibu yang mengalami pseudocyesis, kehamilan terasa begitu nyata sehingga pengaruhnya bagi fisik dan psikis pun sedemikian besar.

Membantu sang ibu menghadapi kehamilan palsu

Ibu yang mengalami kehamilan palsu akan menghadapi keluhan yang sama seperti kehamilan pada umumnya. Selain itu, ibu pun berisiko terguncang secara emosional bila mengetahui bahwa ia sebenarnya tidak sedang mengandung janin.

Secara umum, berikut efek yang dapat dialami seseorang akibat kehamilan palsu:

1. Dampak pada kondisi fisik

morning sickness emesis gravidarum

Sebagian besar wanita yang mengalami pseudocyesis percaya bahwa mereka benar hamil karena mengalami tanda kehamilan. Misalnya menstruasi terhenti, pertambahan berat badan, sering buang air kecil, payudara membesar, serta perubahan pada kulit.

Ibu bahkan bisa mengalami morning sickness, perut membesar, hingga merasakan gerakan janin dan kontraksi. Padahal, seluruh sensasi tersebut bisa saja disebabkan oleh gas, lemak, feses, ataupun urine yang menumpuk di rongga perut.

Menghadapi tanda-tanda kehamilan tidaklah mudah. Beberapa gejala bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbagai gejala tersebut dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga 9 bulan seperti halnya kehamilan normal.

Untuk mengatasi efek ini, keluarga disarankan membujuk ibu untuk menjalani tes USG guna memastikan apakah kehamilan benar terjadi atau justru palsu. Pemeriksaan lebih lanjut juga bermanfaat untuk mendeteksi bila terdapat masalah kesehatan lain.

2. Dampak pada kondisi psikologis

Maprotiline

Bagi pihak keluarga dan dokter yang memeriksa, bagian paling berat dari menghadapi pseudocyesis adalah memberitahu ibu tentang keadaannya. Tentu sulit membayangkan ibu yang sudah menanti-nantikan buah hatinya ternyata mengalami kondisi ini.

Apabila sang ibu menyangkal kondisinya, pahami bahwa respons seperti ini sangatlah wajar. Biarkan ibu mengungkapkan kesedihannya. Jika ia menolak hasil tes, tunggulah waktu yang tepat sebelum mengajaknya menjalani tes kehamilan kembali.

Bekali diri Anda dengan pengetahuan tentang kehamilan palsu dan efek yang ditimbulkannya. Saat ibu mulai menerima kenyataan, ia mungkin akan banyak bertanya. Anda dapat menunjukkan dukungan dengan memberikan informasi yang diperlukan.

Tunjukkan rasa peduli dan kasih sayang Anda kepada ibu yang berduka. Berikan ibu ruang untuk menyendiri, tapi pastikan Anda ada ketika ia perlu bercerita. Jika kondisi ibu sudah lebih stabil, akan lebih baik untuk mengajaknya berkonsultasi dengan terapis.

Kehamilan palsu tentu mengguncang kondisi fisik dan emosional ibu. Pada kasus yang langka, ibu yang pernah mengalami kehamilan palsu dapat mengalaminya lagi apabila penyebab utamanya tidak ditangani hingga tuntas.

Sebagai orang terdekat, Anda dapat memberikan dukungan dengan banyak cara. Misalnya, memahami efek kehamilan palsu terhadap kondisi ibu, mengantar ibu untuk menjalani pemeriksaan, serta menemaninya berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 8, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 7, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca