home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Gejala dan Penyebab Kanker Tulang pada Anak, Serta Pengobatannya

Kenali Gejala dan Penyebab Kanker Tulang pada Anak, Serta Pengobatannya

Tulang merupakan satu dari sekian banyak anggota tubuh yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Fungsi tulang sangat penting bagi anak, terutama pada masa tumbuh kembang. Oleh sebab itu, orangtua perlu mewaspadai gangguan tulang pada anak. Salah satunya yaitu kanker tulang. Mengenal penyebab dan gejala penyakit tersebut dapat membantu mengenali serta melakukan tindakan yang tepat untuk pengobatan.

Kanker tulang pada anak

Kanker tulang adalah penyakit kanker yang bermula pada tulang dan terkadang dapat menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk paru-paru atau area tulang lainnya. Penyakit ini dapat terjadi pada siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan lansia.

Dibanding jenis penyakit kanker lainnya, kanker tulang pada anak sebenarnya jarang terjadi. Melansir Kids Health, penyakit ini hanya menyumbang sekitar 3 persen dari total kasus kanker pada anak. Adapun jenis kanker tulang yang umum terjadi pada anak adalah osteosarcoma dan sarkoma Ewing.

Osteosarcoma

Osteosarcoma adalah tumor tulang ganas yang paling sering terjadi pada anak-anak. Jenis kanker tulang ini umumnya tumbuh di ujung tulang berukuran panjang. Sebagai contoh, ujung tulang yang membentuk lutut, yaitu bagian bawah tulang paha (femur) dan bagian atas tulang kering yang lebih besar (tibia).

Tak jarang, tumor juga bisa tumbuh di ujung tulang lengan atas (humerus) yang berdekatan dengan bahu. Selain kedua tempat yang umum tersebut, panggul, bahu, dan tengkorak juga dapat menjadi tempat tumbuhnya osteosarcoma.

Osteosarcoma biasanya berkembang dari osteoblast, yaitu sel yang membuat tulang tumbuh. Oleh karena itu, penyakit kanker ini paling sering menyerang anak dan remaja, berusia di antara 10-20 tahun, yang tengah mengalami lonjakan pertumbuhan.

Sarkoma Ewing

gejala epilepsi pada anak

Sarkoma Ewing adalah jenis kanker tulang pada anak yang lebih jarang terjadi. Hanya sekitar 10-15 persen kasus sarkoma Ewing dari total kasus kanker tulang pada anak. Adapun kanker tulang jenis ini sering menyerang anak-anak dan remaja berusia 10-19 tahun.

Kanker tulang sarkoma Ewing dapat tumbuh pada tulang manapun dari tubuh, tetapi paling sering terjadi sekitar panggul, paha, kaki bagian bawah, lengan atas, dan tulang rusuk. Selain itu, kanker ini juga bisa tumbuh pada jaringan lunak yang terhubung ke tulang, seperti tendon, ligamen, tulang rawan, atau otot, terutama bagian batang tubuh, lengan, dan kaki.

Penyebab kanker tulang pada anak

Penyebab kanker tulang pada anak tidak diketahui pasti. Namun, para ahli meyakini osteosarcoma dan sarkoma Ewing terjadi karena adanya perubahan atau kesalahan pada DNA sel tulang yang sedang tumbuh selama masa pertumbuhan anak.

Perubahan tersebut menyebabkan sel-sel pada tulang tumbuh dan berkembang biak secara tak terkendali. Akibatnya, sel-sel tulang menumpuk dan membentuk benjolan jaringan atau tumor.

Meski penyebabnya tidak diketahui, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seorang anak terkena kanker tulang. Faktor-faktor risiko tersebut, yaitu:

  • berjenis kelamin laki-laki,
  • anak-anak atau remaja berusia 10-20 tahun,
  • bertubuh tinggi melebihi teman-teman seusianya,
  • mempunyai kondisi genetik langka, seperti sindrom Li-Fraumeni,
  • memiliki kondisi tulang tertentu, seperti penyakit tulang Paget,
  • pernah mengalami kanker jenis lain, seperti retinoblastoma,
  • mempunyai kondisi medis tertentu, seperti hernia umbilikalis,
  • atau pernah terkena paparan radiasi, termasuk dari pengobatan radioterapi untuk kanker yang pernah dijalani sebelumnya.

Meski demikian, anak atau remaja yang memiliki satu dari sekian risiko tersebut belum tentu akan mengembangkan kanker pada masa berikutnya. Sebaliknya, seorang anak yang telah terdiagnosis kanker tulang pun mungkin memiliki faktor risiko tanpa diketahui. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala kanker tulang pada anak

nyeri otot pada anak

Tanda-tanda, ciri-ciri, atau gejala kanker tulang pada anak bisa beragam, tergantung pada lokasi, ukuran, serta jenis tumor yang timbul. Namun, gejala kanker yang umum terjadi, yaitu rasa nyeri dan timbulnya benjolan atau pembengkakan pada area tulang atau sendi yang terkena.

Nyeri tulang atau nyeri sendi bisa datang dan pergi serta seringkali memburuk seiring waktu atau saat beraktivitas. Terkadang, rasa nyeri bisa terasa buruk pada malam hari, sehingga kerap membangunkan tidurnya. Adapun benjolan atau pembengkakan terkadang timbul pada beberapa minggu setelah rasa sakit muncul.

Terkadang, kemunculan kanker pertama kali ditandai dengan patah tulang (fraktur) pada area tulang yang terkena, seperti tangan atau kaki. Hal ini bisa terjadi karena sel kanker telah melemahkan tulang, sehingga menyebabkan patah.

Selain tanda-tanda tersebut, beberapa gejala berikut ini juga bisa menjadi tanda kanker tulang pada anak.

  • Kemampuan gerak yang menurun, seperti kesulitan berjalan atau pincang.
  • Kelelahan.
  • Demam.
  • Penurunan berat badan.
  • Anemia.

Gejala-gejala tersebut memang mirip dengan tanda-tanda penyakit lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui diagnosis yang tepat.

Pengobatan kanker tulang pada anak

Biasanya, dokter merekomendasikan kombinasi beberapa pengobatan untuk mengatasi kanker tulang pada anak. Kombinasi pengobatan kanker yang dipilih akan tergantung pada berbagai faktor, termasuk ukuran dan lokasi tumor, jenis kanker, serta tingkat keparahan atau stadium kanker yang dimiliki.

Berikut adalah beberapa prosedur pengobatan kanker tulang untuk anak yang umumnya dokter rekomendasikan.

  • Operasi

operasi bypass jantung

Pengobatan sebagian besar kasus osteosarkoma dan sarkoma Ewing melalui prosedur operasi untuk mengangkat tumor pada tulang. Jenis operasi yang dokter rekomendasikan antara lain limb-salvage surgery, atau prosedur tanpa perlu mengamputasi anggota tubuh. Pada jenis operasi ini, pengangkatan tulang yang terkena tumor, akan diganti dengan cangkok tulang atau prostesis (tulang buatan dari logam).

Namun, bila sel kanker telah menyebar ke saraf dan pembuluh darah sekitar tulang, dokter umumnya akan merekomendasikan amputasi. Adapun jika kanker telah menyebar ke organ atau anggota tubuh lain, pembedahan akan dokter rekomendasikan untuk mengangkat tumor pada lokasi tersebut.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh tumor. Biasanya, jenis pengobatan ini diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor, sehingga operasi lebih mudah. Namun, kemoterapi juga bisa dokter rekomendasikan setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang tersisa.

  • Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X, untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Umumnya, dokter tidak merekomendasikan terapi ini untuk kanker tulang osteosarcoma pada anak. Namun, pada sarkoma Ewing atau jenis tumor yang tidak dapat diangkat melalui operasi, ada kemungkinan dokter akan merekeomendasikan radioterapi.

  • Pengobatan lain

Selain tiga jenis pengobatan tersebut, dokter juga seringkali merekomendasikan bentuk pengobatan lainnya. Sebagai contoh, terapi target dengan obat-obatan atau bentuk lainnya guna mengatasi kondisi medis yang muncul akibat efek samping dari pengobatan.

Tak hanya itu, terapi fisik atau fisioterapi juga mungkin akan dokter sarankan untuk membantu mengembalikan kemampuan gerak tubuh setelah menjalani operasi. Saat terapi fisik, terapis dapat membantu anak Anda kembali berjalan dengan menggunakan alat bantu, seperti kruk.

Dengan berbagai pengobatan ini, anak yang mengalami kanker tulang memiliki kemungkinan untuk sembuh. Sekitar 60-80 persen anak yang menderita kanker tulang dapat terbebas dari penyakit ini, terutama bila tumor belum menyebar.

Namun, kemungkinan sembuh dari penyakit ini menjadi kecil bila kanker sudah menyebar ke luar tulang. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut serta diagnosis dan pengobatan yang tepat untuk anak Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Osteosarcoma (Bone Cancer in Children) | Children’s Hospital of Philadelphia. Chop.edu. (2021). Retrieved 7 June 2021, from https://www.chop.edu/conditions-diseases/osteosarcoma.

Bone Cancer – ACCO. ACCO. (2021). Retrieved 7 June 2021, from https://www.acco.org/bone-cancer/.

Osteosarcoma (for Parents) – Nemours KidsHealth. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 7 June 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/cancer-osteosarcoma.html.

Ewing Sarcoma in Children | Cedars-Sinai. Cedars-sinai.org. (2021). Retrieved 7 June 2021, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions—pediatrics/e/ewing-sarcoma-in-children.html.

Osteosarcoma (Bone Cancer) – Pediatric Hematology/Oncology – Golisano Children’s Hospital – University of Rochester Medical Center. Urmc.rochester.edu. (2021). Retrieved 7 June 2021, from https://www.urmc.rochester.edu/childrens-hospital/hemonc/bone-tumors.aspx.

Bone cancer – Causes. nhs.uk. (2021). Retrieved 7 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/bone-cancer/causes/.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 04/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x