home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Prosedur, Manfaat, dan Risiko Limb Salvage, Operasi untuk Kanker Tulang

Prosedur, Manfaat, dan Risiko Limb Salvage, Operasi untuk Kanker Tulang

Puluhan tahun lalu, ketika seseorang menderita kanker tulang maka itu artinya adalah amputasi. Teknologi kesehatan kini memungkinkan untuk menjalani operasi limb salvage yang memungkinkan dokter mengobati pasien kanker tanpa harus mengamputasinya. Bagaimana prosedur operasi ini berlangsung?

Apa itu operasi limb salvage?

Prosedur limb salvage biasanya digunakan untuk mengatasi chondrosarcoma yaitu jenis kanker tulang yang menyerang tungkai (kaki) dan lengan.

Operasi ini bertujuan mengangkat tumor ganas pada tulang dengan tetap mempertahankan (salvage) bagian tulang, jaringan otot, dan saraf di sekitar sel kanker sehingga bagian kaki atau tangan yang terdampak bisa kembali berfungsi.

Bagian tulang yang terdampak sel kanker akan diangkat, kemudian akan diganti dengan implan yang bisa berasal dari cangkok tulang (dari bagian tubuh lain atau donor tulang) atau logam protesis (tulang palsu).

Limb salvage tergolong sebagai operasi kanker yang sangat rumit dan hanya bisa dilakukan oleh ahli bedah tulang yang sangat berpengalaman.Hal tersebut juga mengingat chondrosarcoma sendiri merupakan jenis kanker tulang paling berbahaya karena tumor ganas terbentuk pada tulang rawan yaitu jaringan lunak yang menyusun tulang itu sendiri.

Pengangkatan tumor dari tulang rawan berisiko menghancurkan struktur tulang serta memengaruhi jaringan otot atau saraf di sekitarnya yang berisiko membuat tulang tidak dapat kembali berfungsi dengan normal.

Kapan perlu melakukan operasi ini?

Dokter akan menganjurkan pasien yang memiliki tumor pada bagian tulang kaki dan lengan untuk melakukan limb salvage guna menghambat perkembangan kanker.

Operasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan ukuran tumor ganas, apakah relatif kecil atau besar, dan seberapa luas penyebarannya pada tulang dan jaringan di sekitarnya. Sebab, tujuan utama operasi limb salvage adalah menyelamatkan sebagian besar bagian tulang yang terkena kanker dan menghindari amputasi.

Akan tetapi, jika sel kanker telah tumbuh menjangkiti struktur tulang dan membuat bagian tulang yang terdampak perlu diangkat bersamaan dengan tumor, maka amputasi menjadi pilihan yang lebih tepat.

Bagaimana proses operasi limb salvage?

operasi mohs

Sebelum operasi dilakukan, Anda perlu menjalani beberapa pemeriksaan medis, seperti MRI atau CT scan. Dokter akan menggunakan hasil pemeriksaan untuk mengetahui lokasi tumor dan membuat perencanaan prosedur operasi secara detail.

Pada prosedur limb salvage, dokter akan membuat sayatan di sekitar bagian tulang yang terdampak kanker.

Setelah itu, dokter akan mengangkat jaringan tulang yang menjadi tempat tumbuhnya sel kanker dan berusaha memisahkan jaringan kanker dengan jaringan lain yang masih sehat atau berfungsi dengan baik.

Dalam pengobatan kanker tulang ini, dokter berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan jaringan tulang yang belum terjangkit kanker sehingga organ yang terdampak bisa kembali berfungsi dengan normal.

Selanjutnya, dokter akan melakukan rekonstruksi tulang atau pemasangan implan untuk mengganti jaringan tulang yang diangkat. Ini merupakan tahapan paling kompleks dalam prosedur operasi untuk kanker tulang.

Terdapat beberapa teknik pemasangan implan yang bisa dilakukan dalam operasi limb salvage.

1. Endoprotesis

Teknik endoprotesis mengandalkan pemasangan implan dari tulang palsu yang terbuat dari logam. Jenis implan ini disebut juga dengan logam protesis.

Logam tersebut dibentuk sesuai dengan permukaan dan struktur bagian tulang yang diangkat. Jika posisi tulang yang diangkat berdekatan dengan sendi, logam harus dapat menggantikan permukaan sendi dan jaringan tulang yang berada di sekitar sendi.

Namun, logam protesis tidak dapat menyesuaikan perubahan ukuran tulang, seperti tulang anak-anak yang memanjang karena masa pertumbuhan, sehingga hanya bisa dilakukan pada pasien dewasa.

Implan dari logam perlu dibuat terlebih dulu sebelum operasi limb salvage dilakukan. Untuk membuat logam protesis, dibutuhkan beberapa minggu sehingga teknik implan ini tidak bisa dilakukan untuk operasi kanker yang mendesak.

2. Expandable prosthesis

Teknik implan ini relatif baru digunakan untuk anak-anak yang terjangkit kanker tulang pada lengan atau kaki. Panjang tulang kaki atau lengan dalam masa pertumbuhan anak akan bertambah sehingga dibutuhkan implan yang dapat menyesuaikan pertumbuhan tulang.

Expandable prosthesis melibatkan penggunaan logam protesis yang lebih fleksibel mengikuti perubahan panjang tulang kaki atau lengan. Magnet akan dipasangkan pada kedua ujung tulang yang ditempatkan logam protesis.

Seiring memanjangnya tulang, magnet akan menarik logam dengan kuat sehingga ukuran logam dapat memanjang sedikit demi sedikit, mengikuti panjang tulang.

3. Cangkok tulang

Rekonstruksi tulang dalam operasi limb salvage juga bisa dilakukan dengan teknik cangkok tulang atau disebut juga allograft bone replacement.

Jaringan tulang yang diangkat akan diganti dengan jaringan tulang yang telah diawetkan, biasanya berasal dari orang yang telah meninggal dan mendonorkan organ tubuhnya.

Ketidakcocokan pemasangan implan dari donor tulang jarang terjadi sehingga tulang pengganti bisa langsung mendukung kerja tulang pada kaki atau lengan untuk menjalankan fungsinya.

Namun, tulang pengganti ini tidak dapat tumbuh. Jika penerima donor adalah anak-anak, dokter biasanya akan memasang tulang pengganti yang lebih panjang sehingga dapat menyesuaikan dengan pertumbuhan alami tulang kaki atau lengan.

4. Regenerasi jaringan

Teknik implan ini melibatkan rekayasa jaringan yang menggunakan sel-sel dari tubuh pasien sendiri untuk merangsang pertumbuhan jaringan baru pada tulang. Jaringan baru inilah yang nantinya menggantikan jaringan tulang yang diangkat.

Dokter akan menggunakan beberapa bahan kimia khusus untuk memicu pembentukan protein yang akan mengarah pada pembentukan jaringan baru. Namun, cara rekonstruksi tulang ini masih belum umum dilakukan pada operasi limb salvage.

Apa yang perlu dilakukan setelah operasi?

Proses pemulihan dari operasi limb salvage memerlukan waktu yang cukup lama. Setelah menjalani operasi, pasien juga harus tetap mengikuti kemoterapi atau pengobatan kanker lain yang dianjurkan dokter.

Setelah operasi, Anda juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Dokter akan mengamati kondisi tulang yang dioperasi sekaligus memantau apakah terdapat indikasi pertumbuhan sel kanker baru.

Pasien juga perlu menjalani fisioterapi untuk melatih keseimbangan, pergerakan, kekuatan otot pada bagian kaki atau lengan tempat dilakukannya operasi. Fisioterapi pasca-operasi limb salvage biasanya dilakukan selama 4-6 bulan.

Dilansir American Cancer Surgery, setidaknya diperlukan waktu sekitar satu tahun bagi pasien untuk bisa kembali menggerakan kaki atau lengan dengan normal, tanpa tongkat atau alat bantu gerak lainnya.

Peran pengobatan medis dan terapi fisik pasca-operasi ini sangat penting untuk mempercepat pemulihan fungsi tulang kaki atau lengan yang semula terjangkit kanker.

Namun, pasien bisa kesulitan dalam menjalani pengobatan kanker pasca-operasi. Untuk itu, dukungan emosional dari orang-orang terdekat sangat berarti bagi pasien untuk bisa melewati tahap pemulihan kanker.

Apa manfaat dan komplikasi dari operasi limb salvage?

kanker tulang pada anak

Operasi limb salvage dapat mengangkat jaringan kanker pada tulang kaki atau lengan tanpa melakukan amputasi atau pengangkatan total. Operasi ini sebisa mungkin mempertahankan sebanyak mungkin jaringan yang sehat dan mempertahankan fungsi organ yang terdampak kanker untuk kembali bekerja dengan normal.

Selain itu, prosedur limb salvage tidak menyebabkan perubahan tampilan pada tulang kaki atau lengan yang terdampak.

Jika dilakukan teknik implan yang bisa menyesuaikan pertumbuhan tulang, operasi ini juga tidak menghambat pertumbuhan pada anak-anak. Setelah operasi, anak-anak bisa bertambah tinggi dan berkembang dengan normal.

Meski begitu, kemampuan pergerakan kaki atau tangan biasanya memang akan melemah setelah operasi. Anak-anak yang menjalani operasi limb salvage biasanya akan kesulitan untuk melakukan olahraga berat yang bertumpu pada pergerakan lengan atau kaki.

Operasi limb salvage merupakan prosedur medis yang kompleks sehingga lebih berisiko menimbulkan efek samping jangka panjang.

Pada beberapa kasus, beberapa anak juga perlu melakukan operasi lanjutan karena mengalami komplikasi. Implan seperti logam protesis berisiko menyebabkan infeksi, retak, atau rusak sehingga menyebabkan gangguan pada tulang.

Efek samping jangka pendek atau yang langsung dialami setelah operasi juga bisa terjadi, beberapa yang umum dialami adalah perdarahan, penyumbatan darah, infeksi pasca-operasi, dan reaksi alergi dari obat bius.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memantau kondisi kesehatan dan melakukan pengobatan serta pemeriksaan kanker rutin pasca-operasi. Jika mengalami gejala-gejala serius yang diduga sebagai efek samping atau komplikasi limb salvage, segera periksakan ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kadam D. (2013). Limb salvage surgery. Indian journal of plastic surgery : official publication of the Association of Plastic Surgeons of India46(2), 265–274. https://doi.org/10.4103/0970-0358.118603

American Cancer Society. (2021). Surgery for Osteosarcoma. Retrieved 22 July 2021, from https://www.cancer.org/cancer/osteosarcoma/treating/surgery.html

National Cancer Institute. (2021). NCI Dictionary of Cancer Terms. Retrieved 22 July 2021, from https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/limb-salvage-surgery

Cleveland Clinic. (2021). Limb Salvage. Retrieved 22 July 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/17174-limb-salvage

Children’s Oncology Group. (2021). Limb Salvage. Retrieved 22 July 2021, from https://www.childrensoncologygroup.org/index.php/limbsalvage

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 04/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.