Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hernia Umbilikalis

Definisi hernia umbilikalis|Tanda dan gejala hernia umbilikalis|Penyebab dan faktor risiko|Komplikasi hernia umbilikalis|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan hernia umbilikalis di rumah
Hernia Umbilikalis

Definisi hernia umbilikalis

Hernia umbilikalis (pusar bodong) adalah kondisi saat bagian usus Anda menonjol lewat pembukaan umbilikus pada dinding otot perut. Hernia pada bagian pusar umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya.

Kondisi ini paling umum terjadi pada bayi, tapi juga dapat menyerang orang dewasa. Pada bayi, hernia umbilikalis terlihat jelas saat bayi menangis dan menyebabkan pusar bayi menonjol.

Hernia umbilikalis muncul sebagai benjolan yang tidak terasa sakit pada area pusar atau sekitarnya. Hernia dapat membesar saat tertawa, batuk, menangis, pergi ke toilet dan dapat mengempis saat beristirahat atau berbaring.

Pada kebanyakan kasus, pusar yang bodong bisa masuk kembali dan otot-ototnya akan menutup sebelum anak berusia satu tahun. Hernia umbilikalis juga dapat muncul pada orang dewasa.

Tanpa perawatan, pusar bodong bisa memburuk seiring waktu.

Seberapa umum kondisi ini?

Hernia umbilikalis dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala hernia umbilikalis

Hernia umbilikalis menimbulkan bengkak atau tonjolan lunak di area pusar (umbilikus). Jika bayi Anda memiliki hernia umbilikus, tonjolan hanya muncul saat bayi menangis, batuk, atau mengejan. Bodong dapat hilang saat bayi tenang atau berbaring.

Orang dewasa pun bisa mengalami kondisi ini. Gejalanya sama, yakni pembengkakan atau tonjolan di dekat area pusar yang dapat terasa sakit.

Dikutip dari Mayo Clinic, hernia yang muncul saat dewasa dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah kepada dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila terdapat gejala-gejala berikut ini.

  • Bayi terlihat kesakitan.
  • Bayi mulai muntah.
  • Benjolan menjadi nyeri, bengkak, atau berubah warna.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab hernia umbilikalis?

Selama masa kehamilan, tali pusar terhubung dengan lubang kecil pada otot perut janin. Lubang ini biasanya menutup usai persalinan.

Namun, jika otot tidak menyatu pada garis tengah perut, kelemahan pada dinding perut dapat menyebabkan hernia.

Hernia umbilikalis dapat muncul saat jaringan berlemak atau bagian usus menonjol ke area di dekat pusar. Sementara pada orang dewasa, hernia umumnya terbentuk akibat tekanan berlebih pada otot perut.

Kemungkinan penyebab pada orang dewasa meliputi:

  • obesitas,
  • kehamilan kembar,
  • cairan pada rongga perut (asites),
  • operasi perut sebelumnya, dan
  • dialisis peritoneal kronis.

Apa yang meningkatkan risiko terkena hernia umbilikalis?

Hernia pada pusar paling umum terjadi pada bayi, terutama bayi prematur dan dengan berat badan lahir yang rendah.

Bayi berkulit gelap sepertinya berisiko lebih tinggi. Akan tetapi, kondisi ini menyerang anak laki-laki dan perempuan dengan rasio yang sama.

Pada orang dewasa, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risikonya meliputi:

  • jenis kelamin wanita,
  • berat badan berlebih,
  • kehamilan beberapa kali,
  • kehamilan ganda (kembar),
  • operasi perut,
  • batuk keras yang tidak kunjung hilang, serta
  • regangan saat bergerak atau mengangkat objek yang berat.

Komplikasi hernia umbilikalis

Berikut komplikasi yang mungkin terjadi jika Anda memiliki pusar bodong.

  • Obstruksi, yaitu kondisi ketika bagian usus tersangkut di luar perut. Kondisi ini menyebabkan mual, muntah, dan nyeri.
  • Strangulasi, yaitu kondisi saat bagian usus terperangkap sehingga suplai darah terputus. Kondisi ini perlu ditangani operasi darurat dalam beberapa jam untuk melepaskan jaringan yang terperangkap dan mengembalikan suplai darah.
  • Operasi akan menghilangkan pusar bodong dan mencegah komplikasi. Akan tetapi, bodong mungkin kembali lagi setelah operasi dilakukan.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah bayi atau orang dewasa memiliki hernia umbilikalis. Dokter akan melihat apakah hernia dapat didorong kembali ke rongga perut.

Pada bayi, dokter akan memeriksa apakah tali pusar terjebak atau terperangkap. Hal ini merupakan komplikasi serius karena bagian usus yang terjebak dapat kekurangan asupan darah. Ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan permanen.

Dokter juga dapat melakukan tes rontgen atau ultrasound (USG) pada area perut untuk memastikan ada-tidaknya komplikasi. Dokter dapat melakukan tes darah untuk melihat infeksi, terutama jika usus tersumbat atau terperangkap.

Bagaimana hernia umbilikalis ditangani?

Kebanyakan hernia umbilikalis pada bayi menutup dengan sendirinya pada usia satu atau dua tahun. Dokter dapat mendorong kembali pusar yang menonjol ke dalam perut saat pemeriksaan fisik.

Namun, jangan mencobanya sendiri. Walau beberapa orang mengatakan bahwa pusar bodong dapat diperbaiki dengan menempelkan koin pada benjolan, hal ini tidak membantu dan dapat mengumpulkan kuman sehingga menyebabkan infeksi.

Untuk anak-anak, operasi biasanya dilakukan untuk hernia umbilikalis yang:

  • terasa sakit,
  • berdiameter lebih besar daripada 1.5 cm,
  • berukuran besar dan tidak mengecil setelah 2 tahun pertama,
  • terjebak atau menyumbat usus, atau
  • memengaruhi suplai darah menuju usus.

Pada orang dewasa, operasi biasanya disarankan untuk mencegah risiko komplikasi, terutama jika hernia umbilikalis membesar dan terasa sakit.

Dilansir dari UK National Health Service, pusar bodong mungkin tidak akan membaik dengan sendirinya ketika Anda bertambah tua. Anda juga cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi.

Apabila Anda memiliki pusar bodong yang perlu ditangani dengan operasi hernia, berikut langkah-langkah yang akan Anda lewati.

1. Proses operasi

Perawat akan meminta Anda untuk berpuasa sebelum operasi dilakukan. Umumnya, operasi dilakukan dengan anestesi umum. Ini berarti Anda tidak sadar selama prosedur dan tidak akan merasakan sakit apapun.

Saatoperasi hernia umbikalis pada anak, dokter akan membuat sayatan kecil sepanjang 2 cm pada bagian dasar pusar. Jaringan yang mengalami hernia dimasukkan ke dalam rongga perut, kemudian lubang pada dinding perut dijahit.

Lapisan otot perut yang melemah juga dijahit agar lebih kuat. Pada orang dewasa, ahli bedah memakai semacam penutup yang disebut mesh untuk memperkuat dinding perut.

Luka pada permukaan kulit kemudian ditutup dengan jahitan yang dapat hilang dengan sendirian atau lem bedah khusus. Operasi biasanya akan berlangsung selama 30 menit. Namun, pasien tidak akan sadar selama kurang lebih 2 jam.

Baik orang dewasa maupun anak-anak biasanya diizinkan pulang ke rumah pada hari yang sama setelah operasi dilakukan. Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman saat pemulihan berlangsung, tapi ini adalah hal yang wajar.

2. Setelah operasi

Rasa sakit dan tidak nyaman merupakan efek yang normal setelah operasi hernia umbilikalis. Guna mengatasinya, dokter akan menyuntikkan obat bius lokal atau memberikan obat penghilang rasa sakit.

Anak-anak mungkin mengantuk atau banyak menangis sehingga membutuhkan perhatian ekstra setelah menjalani operasi pusar bodong. Hal tersebut sangatlah wajar dan akan berlalu dengan sendirinya.

Dokter mungkin akan menyarankan agar Anda menginap semalam di rumah sakit bila Anda memiliki masalah medis tertentu. Namun, jika tak ada kondisi yang berdampak besar terhadap hasil operasi, Anda bisa menjalani masa pemulihan di rumah.

3. Masa pemulihan

Anda mungkin akan mengalami memar dan nyeri di sekitar area luka selama masa pemulihan di rumah. Kondisi ini amat wajar dan biasanya akan bertahan hingga satu minggu.

Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk meminum obat penghilang rasa sakit, seperti paracetamol, ibuprofen, atau aspirin. Perlu diingat bahwa anak-anak di bawah 16 tahun tidak boleh diberikan aspirin.

Orang dewasa atau anak-anak sebaiknya libur selama satu hingga dua minggu dari sekolah atau pekerjaan. Kebanyakan orang dapat kembali beraktivitas normal setelah satu bulan dilakukannya operasi.

Pengobatan hernia umbilikalis di rumah

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hernia pada pusar:

  • Jika berat badan Anda berlebih, cobalah mengurangi berat badan Anda secara perlahan.
  • Jangan mencoba untuk memindahkan atau mengangkat benda yang berat.

Hernia umbilikalis merupakan munculnya tonjolan pada perut akibat kelemahan pada bagian tertentu dinding otot perut.

Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, tapi pada kasus tertentu mungkin perlu diatasi dengan pembedahan. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Umbilical hernia – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 19 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/umbilical-hernia/symptoms-causes/syc-20378685

Umbilical hernia repair. (2017). Retrieved 19 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/umbilical-hernia-repair/

Umbilical hernia repair – How it’s performed. (2018). Retrieved 19 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/umbilical-hernia-repair/what-happens/

Umbilical hernia repair – Recovery. (2018). Retrieved 19 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/umbilical-hernia-repair/recovery/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 04/11/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.