Mengenal Gejala Hingga Pengobatan Arteriosklerosis

    Mengenal Gejala Hingga Pengobatan Arteriosklerosis

    Ada banyak pembuluh darah di dalam tubuh Anda, salah satu jenisnya yakni pembuluh darah arteri yang bertugas membawa darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh darah ini juga menangani tekanan dari aliran darah. Seperti bagian tubuh lainnya, pembuluh darah ini bisa mengalami masalah, seperti arterioskleoris.

    Penasaran dengan penyakit yang menyerang pembuluh darah arteri ini? Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini!

    Apa itu arteriosklerosis?

    Arteriosklerosis adalah pengerasan pembuluh arteri. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke seluruh tubuh mengalami penebalan dan menjadi kaku.

    Perlu Anda ketahui bahwa pembuluh arteri yang sehat seharusnya bersifat fleksibel dan elastis. Ketika pembuluh ini mengeras, aliran darah menuju organ dan jaringan akan terhambat. Pada akhirnya, peradaran darah di dalam tubuh akan mengalami gangguan.

    American Heart Association (AHA) dalam jurnalnya menjelaskan peningkatan kekakuan arteri (arteriosklerosis) merupakan ciri dari proses penuaan dan konsekuensi dari banyak keadaan seperti diabetes, aterosklerosis, dan gangguan ginjal kronis.

    Pengerasan arteri juga merupakan penanda peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk infark miokard, gagal jantung, stroke, demensia, dan penyakit ginjal.

    Menurut situs Mayo Clinic, arteriosklerosis dan aterosklerosis sering disamartikan. Padahal, keduanya menunjukkan kondisi yang berbeda.

    Sekilas mirip, aterosklerosis sebenarnya merupakan jenis spesifik dari pengerasan pembuluh darah. Lebih jelasnya, aterosklerosis adalah penumpukan lemak, kolesterol, atau zat ain di dalam dan di dinding pembuluh arteri. Penumpukan ini Anda kenal dengan sebutan plak.

    Plak dapat menyebabkan arteri menyempit, sehingga aliran darah terhalangi. Pada beberapa kasus, plak juga bisa pecah, menyebabkan bekuan darah dan menimbulkan masalah kesehatan yang membahayakan jiwa.

    Apa saja tanda dan gejala arteriosklerosis?

    serangan jantung

    Kondisi ini biasanya tidak akan menimbulkan gejala, sampai terjadi penyempitan atau penyumbatan pada arteri, barulah gejala muncul. Keparahan gejala bervariasi, tergantung bagian arteri mana yang terpengaruh.

    Meskipun kondisi ini sering dianggap sebagai penyakit jantung, tidak berarti hanya arteri jantung saja yang terpengaruh. Bagian tubuh lain juga memiliki pembuluh arteri yang juga bisa mengalami kondisi yang sama.

    Umumnya, orang dengan pengerasan arteri dan sudah menimbulkan penyempitan atau penyumbatan akan mengalami gejala berikut.

    • Jika arteri yang bermasalah berada di sekitar jantung, gejala yang dirasakan adalah nyeri dada (angina).
    • Bila arteri yang bermasalah mengarah ke otak, Anda mungkin akan mengalami mati rasa, kelemahan tiba-tiba pada lengan tangan atau kaki, kesulitan berbicara atau bicara tidak jelas, kehilangan penglihatan sementara pada satu mata, serta otot wajah yang terkulai. Kesemua gejala ini menandakan serangan iskemik transien yang bisa berkembang menjadi stroke.
    • Arteri yang menuju ginjal juga bisa bermasalah dan menyebabkan tekanan darah tinggi atau gagal ginjal.
    • Pembuluh arteri di lengan tangan atau kaki yang terkena akan menimbulkan nyeri kaki pada saat berjalan dan penurunan tekanan darah pada area kaki yang terkena (klaudikasio). Kondisi ini mengarah pada penyakit arteri perifer.

    Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera perika ke dokter. Diagnosis dan pengobatan lebih cepat bisa mencegah terjadinya serangan jantung, stroke, atau keadaan darurat lainnya.

    Cek alat deteksi risiko penyakit jantung di sini.

    Apa saja penyebab arteriosklerosis?

    Peredaran darah

    Penyebab pasti dari aterioskelerosis tidak diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini umumnya akan terjadi seiring bertambahnya usia yang berawal dari kerusakan atau cedera pada lapisan dalam arteri.

    Kerusakan atau cedera tersebut bisa disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini.

    Melalui proses yang kompleks, kondisi di atas akan mencetuskan respons peradangan kronik pada dinding arteri kemudian mencederai lapisan dalam arteri sehingga membuatnya menjadi menebal dan kaku.

    Kadar kolesterol tinggi juga dapat memicu cedera dinding pembuluh darah arteri yang menyebabkan pengerasan arteri, terdapat jenis kolesterol yaitu LDL atau low density lipoprotein, HDL atau high density lipoprotein dan TG atau trigliserida.
    Ketiganya berhubungan dengan resiko pengerasan pembuluh darah arteri (arteriosklerosis) secara spesifik aterosklerosis. Kadar LDL yang tinggi dan HDL yang rendah dapat memicu pembentukan plak pembuluh darah arteri.
    Merokok menyebabkan gangguan pelebaran pembuluh darah. Penelitian akhir-akhir ini menyebutkan bahwa efek merokok disertai bertambahnya salah satu jenis kolesterol yaitu low density lipoprotein (LDL) yang teroksidasi berhubungan dengan perubahan keadaan dinding pembuluh darah. Gangguan pada dinding pembuluh darah koroner di jantung berkembang cepat pada perokok dibandingkan dengan yang tidak merokok.

    Bagaimana cara mengobati arteriosklerosis?

    obat syntocinon

    Menurut Europian Journal of Clinical Investigation, saat ini, tidak ada terapi yang terbukti dapat mengurangi perkembangan penyakit kompleks ini.

    Untuk saat ini, sebagian besar pengobatan dilakukan dengan mengobati penyakit lain yang mendasari, seperti aterosklerosis, hipertensi, dan diabetes yang berisiko menyebabkan gagal ginjal.

    Tentu saja, sebelum menegakkan diagnosis dan menjalani pengobatan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan serangkaian tes kesehatan meliputi tes pencitraan, elektrokardiografi, ekokardiogram, kateterisasi jantung, dan tes lainnya.

    Setelah diagnosis ditegakkan, dokter dapat memutus pengobatan mana yang paling tepat dalam menangani penyakit.

    Mengatasi pengerasan pembuluh darah arteri yang sudah menyebabkan penyumbatan bisa dilakukan beberapa cara berikut ini.

    1. Minum obat

    Beberapa daftar obat bisa memperlambat atau mengurangi efek dari pengerasan pembuluh darah arteri. Obat yang biasanya diresepkan adalah obat untuk menurunkan kadar kolesterol, obat pengencer darah, obat untuk hipertensi, dan obat lainnya terkait dengan massalah kesehatan yang jadi penyebabnya.

    2. Prosedur medis

    Pada kasus parah, obat tidak cukup efektif dalam mengobati pengerasan pada pembuluh arteri. Jika sudah seperti ini, dokter akan merekomendasikan perawatan medis lebih lanjut, seperti operasi bypass jantung, angioplasti, dan endarterektomi dan sebagainya sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter.

    Selain pengobatan dokter, perubahan gaya hidup juga perlu dilakukan, seperti berhenti merokok, kurangi makanan tinggi garam, diet gizi seimbang, makan buah dan sayur, dan berolahraga serta manajemen stress yang baik. Semua cara ini dapat mencegah terjadinya arteriosklerosis.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Blood vessels: Types, anatomy, Function & Conditions. (n.d.). Retrieved December 14, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/body/21640-blood-vessels

    Arteriosclerosis / atherosclerosis. (2021, March 16). Retrieved December 14, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arteriosclerosis-atherosclerosis/symptoms-causes/syc-20350569

    Atherosclerosis. (n.d.). Retrieved December 14, 2021, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=85&contentid=p00197

    Journal list menu. Wiley Online Library. (n.d.). Retrieved December 17, 2021, from https://doi.org/10.1111/eci.12493

    Pedoman Tatalaksana Disiplidemia. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Retrieved December 17, 2021, from https://inaheart.org/wp-content/uploads/2021/07/Pedoman_tatalksana_Dislipidemia.pdf

    Zieman, S. J., Melenovsky, V., & Kass, D. A. (2005). Mechanisms, pathophysiology, and therapy of arterial stiffness. Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology, 25(5), 932–943. https://doi.org/10.1161/01.atv.0000160548.78317.29

     

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Dec 28, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa