home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Membantu Anak dengan Autisme Menghadapi Karantina COVID-19

Tips Membantu Anak dengan Autisme Menghadapi Karantina COVID-19

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pandemi COVID-19 membuat banyak orangtua dan anak harus mengarantina diri di rumah demi memutus penyebaran virus. Beradaptasi dengan rutinitas karantina selama merebaknya COVID-19 tentu tidak mudah, apalagi bagi anak dengan autisme yang sering kesulitan menghadapi perubahan.

Selama masa karantina yang tidak pasti seperti saat ini, anak dengan autisme adalah yang paling berisiko mengalami stres dan kecemasan akibat COVID-19. Orangtua berperan penting dalam menyampaikan informasi yang tepat serta langkah yang dapat mereka lakukan untuk ikut serta mencegah penyebaran penyakit.

Tips bagi orangtua selama karantina COVID-19

cara mengatasi menangani anak autis

Anak-anak dengan autisme mungkin tidak memahami apa yang sedang terjadi. Atau, mereka tidak tahu bagaimana cara menunjukkan emosi dan rasa takutnya. Hal ini akan membuat karantina menjadi lebih sulit bagi mereka.

Anda dapat membantu buah hati tercinta menghadapi pandemi COVID-19 melalui cara yang lebih mudah dipahami, misalnya sebagai berikut:

1. Menjelaskan situasi tentang COVID-19 dengan bercerita

Informasi tentang COVID-19 penuh dengan istilah yang rumit. Walaupun anak mengerti, informasi yang datang bertubi-tubi bisa membuatnya bingung. Buatlah informasi ini jadi lebih sederhana dengan bercerita kepada anak melalui social stories (cerita sosial).

Cerita sosial mengajarkan anak dengan autisme tentang suatu keadaan dan apa yang harus mereka lakukan dalam situasi tersebut. Cerita ini biasanya juga disertai dengan gambar agar anak lebih mudah membayangkan dan memahaminya.

Ketika Anda menjelaskan COVID-19 kepada anak, cobalah bercerita sambil memakai gambar, video, emoji, atau alat bantu visual lainnya. Gunakan cara ini terutama untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan:

2. Menyusun jadwal kegiatan yang baru

Jadwal kegiatan akan membantu anak pengidap autisme beradaptasi dengan rutinitas yang baru selama karantina COVID-19. Rutinitas juga penting agar orangtua tetap bisa memberikan reward kepada anak setelah ia melakukan kegiatannya dengan baik.

Anda bisa membuat jadwal kegiatan yang baru atau menyusunnya berdasarkan jadwal yang sudah dibuat oleh terapis. Sebagai gambaran, berikut jadwal kegiatan saat karantina yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan si buah hati:

  • Pukul 07:30: Bangun pagi, sarapan, mandi, dan berpakaian
  • Pukul 8:30: Sekolah online mengikuti jadwal yang sudah diberikan
  • Pukul 10:30: Istirahat sambil bergerak, berjalan kaki, atau meregangkan badan
  • Pukul 12:00: Makan siang (ajak anak membuatnya bersama bila mungkin)
  • Pukul 13:30: Sekolah selesai, anak boleh bermain medsos atau mengobrol dengan temannya
  • Pukul 15:00: Olahraga ringan dengan berjalan kaki atau menari
  • Pukul 16:00: Waktu bebas, tapi bukan untuk bermain ponsel atau menonton TV
  • Pukul 19:00: Makan malam bersama
  • Pukul 19:30: Waktu bebas, anak boleh bermain ponsel, menonton TV, membaca, dan lain-lain
  • Pukul 21:30: Siap-siap sebelum tidur

3. Memberikan lingkungan yang mendukung anak

Lingkungan sekitar pun ikut berperan ketika anak dengan autisme menjalani karantina COVID-19. Sebagai contoh, Anda bisa membantu anak tetap mandiri dengan menaruh benda-benda yang sering ia gunakan di tempat yang mudah dijangkau.

Meskipun anak tidak pergi ke mana pun selama karantina, biarkan ia tetap menyimpan alat tulis dan buku-bukunya di dalam tas. Atau, jika ia sangat menyukai mainan sensorik yang merangsang indera perabanya, biarkan ia bermain di tempat khusus yang sama.

Dengan cara ini, Anda membantu anak agar tetap aktif bergerak dan mandiri walaupun tidak keluar rumah. Di sisi lain, Anda juga dapat menjamin kebersihan diri anak maupun benda-benda yang sering ia sentuh.

cemas covid-19

4. Membatasi penggunaan gadget

anak main gadget

Gadget memang menyediakan sumber daya yang membantu orangtua dalam merawat anak dengan autisme. Akan tetapi, alat ini juga dapat menyita perhatian anak sehingga menghambat rutinitas. Inilah mengapa orangtua perlu bijak membatasi penggunaannya.

Karantina saat pandemi COVID-19 memang membuat anak dengan autisme gampang bosan. Namun, jangan hanya mengandalkan gadget untuk membuatnya belajar. Coba gunakan media lain seperti mainan, alat menggambar, alat musik, dan sebagainya.

Membatasi gadget juga akan melindungi buah hati Anda dari berita terkait COVID-19 yang menimbulkan rasa takut dan cemas. Jadi, pastikan anak hanya menggunakan gadget selama waktu bebas yang sudah ditentukan.

5. Tetap berkomunikasi dengan terapis dan sesama orangtua

Walaupun terapi autisme tidak bisa dilakukan secara langsung, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan terapis untuk memantau perkembangan anak. Konsultasi juga membantu Anda dan anak beradaptasi dengan lingkungan rumah dan rutinitas yang baru.

Bila perlu, manfaatkan pula jaringan di sekitar Anda. Cobalah bertanya kepada sesama orangtua untuk mengetahui penyesuaian seperti apa yang mereka lakukan di rumah. Anda juga bisa saling berbagi saran untuk mengatasi kendala selama karantina.

6. Mengelola stres yang Anda alami

Perubahan rutinitas, pekerjaan, dan kebutuhan anak tentu bisa menimbulkan stres dan cemas. Stres dan emosi negatif lambat laun dapat menumpuk sehingga membuat Anda lebih sulit menyampaikan sesuatu kepada anak.

Anda pun perlu mengelola stres yang muncul selama periode ini. Coba sediakan waktu untuk diri Anda sejenak, entah untuk beristirahat ataupun melakukan hal-hal yang Anda sukai. Selain itu, Anda juga dapat berkonsultasi dengan psikologis bila diperlukan.

Merawat anak dengan autisme di tengah karantina dan pandemi COVID-19 merupakan suatu tantangan tersendiri. Anda perlu membuat rutinitas yang baru, lebih sabar dalam menjelaskan hal-hal baru kepada anak, serta tetap mengelola stres selama masa ini.

Beberapa penyesuaian sederhana di atas mungkin dapat membuat hari-hari Anda dan si buah hati menjadi lebih mudah. Dengan demikian, Anda juga tetap dapat menjaga kebersihan diri dan melakukan upaya pencegahan COVID-19.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Coronavirus (COVID-19): Helping Kids With Autism Cope (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 14 April 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/coronavirus-autism.html

Supporting Children With Autism During the Coronavirus Outbreak | Child Mind Institute. (2020). Retrieved 14 April 2020, from https://childmind.org/article/supporting-children-with-autism-during-the-coronavirus-outbreak/

Tips for Talking With Your Child With Autism About the Coronavirus | Child Mind Institute. (2020). Retrieved 14 April 2020, from https://childmind.org/article/tips-for-talking-with-your-child-with-autism-about-the-coronavirus/

What Social Distancing is Like for Parents of Kids with Autism. (2020). Retrieved 14 April 2020, from https://www.huffpost.com/entry/social-distancing-parents-kids-with-autism_l_5e876d1ec5b6332cecba9a7d

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 16/04/2020
x