Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Cara Tepat Memuji Anak Atas Prestasi yang Diperolehnya

7 Cara Tepat Memuji Anak Atas Prestasi yang Diperolehnya

Siapa pun senang bila mendapat pujian, termasuk anak-anak. Ya, memberi pujian diartikan sebagai bentuk apresiasi Anda terhadap usaha dan prestasi si kecil. Namun, tahukah Anda kalau memberi pujian pada anak ternyata ada triknya tersendiri? Seperti apa cara yang benar dalam memuji anak? Yuk, simak ulasan berikut, ya!

Mengapa memuji anak itu penting?

bangga pada anak

Pujian bukan hanya sebagai bentuk rasa bangga orangtua, melainkan juga dapat mendukung proses mendidik dan mengasuh anak.

Berikut beberapa fungsi memuji anak yang perlu Anda ketahui.

1. Dapat membangun harga diri anak

Anak-anak perlu mempelajari banyak hal seperti kemampuan akademis, motorik kasar dan halus, hingga berperilaku baik.

Untuk mencapai itu semua, ia perlu membangun harga diri atau dalam ilmu psikologi disebut dengan istilah self esteem.

Menurut Kids Health, harga diri membuat anak merasa diterima, dicintai, dan dilindungi. Nah, salah satu cara untuk membangun self esteem pada anak adalah dengan memberinya pujian.

2. Mendorong anak perilaku baik

Memuji anak sangat diperlukan dalam meningkatkan perilaku baik mereka.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa pujian dapat membantu anak untuk membedakan antara tindakan yang baik dan yang buruk.

Lebih lanjut, menurut American Academy of Pediatrics, pujian merupakan cara terbaik untuk mendisiplinkan anak di segala usia, termasuk balita, usia sekolah, hingga remaja.

3. Mendekatkan hubungan Anda dengan si kecil

Memberikan pujian dapat menyenangkan hati anak. Hal ini dapat membuat ia merasa dihargai dan menjadi lebih dekat dengan orangtua, apalagi karena merasa berhasil membuat Anda bangga padanya.

Selain itu, anak-anak menganggap pujian sebagai hadiah untuk dirinya.

Cara ini juga dapat membuat si kecil semakin percaya diri, bertanggung jawab, dan tidak ingin berbuat hal-hal yang buruk.

Cara memuji anak yang benar dan tepat

Tips untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak pada Usia 1 - 3 Tahun

Meskipun mendatangkan sejumlah manfaat, memuji anak ternyata bukanlah hal yang mudah.

Pasalnya, pujian yang tidak tepat ternyata bisa juga memberikan dampak buruk bagi anak. Berikut tips memuji anak dengan cara yang benar.

1. Pujilah anak pada hal-hal yang layak

Perlu diingat bahwa Anda tidak boleh terlalu berlebihan dalam memberikan pujian pada anak, terutama untuk hal-hal yang sudah sepantasnya ia lakukan di usianya.

Ini karena hal tersebut dapat membuat ia malas berusaha dan enggan mencapai prestasi yang lebih baik lagi.

Misalnya, anak umur 8 tahun yang sudah seharusnya berangkat ke sekolah setiap hari. Jadi, tidak perlu lagi diberi pujian saat ia mau ke sekolah.

Kecuali jika sebelumnya ia menghadapi masalah tertentu seperti baru saja sembuh dari sakit, pindah ke sekolah baru, dan sebagainya.

Menurut E. Brummelman, ahli psikologi dari University of Amsterdam, memuji anak pada hal-hal yang tidak layak dapat membuat ia menjadi sombong, egois, dan manja.

2. Hindari mengumbar pujian

Terlalu sering memuji anak dapat membuat pujian Anda menjadi kurang berharga dan tidak berarti lagi.

Selain itu, karena merasa sudah terbiasa dipuji, anak menjadi sulit untuk mengembangkan diri karena tidak terdorong untuk berjuang.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui waktu yang tepat untuk memberikan pujian pada anak, misalnya ketika ia berani mencoba sesuatu yang baru.

3. Puji anak dengan tulus

Selain membuatnya enggan berusaha, terlalu sering memuji anak dapat menimbulkan kesan bahwa pujian tersebut tidak tulus.

Akibatnya, anak menjadi sulit percaya karena menganggap pujian Anda hanya sekadar basa-basi.

Anak usia 6 sampai 9 tahun pada umumnya sudah peka terhadap pujian yang tulus. Itu sebabnya, Anda perlu melibatkan emosi saat berhadapan dengannya. Terapkanlah cara memuji anak yang benar dan tulus.

Hindari memujinya sambil lalu, cobalah untuk memusatkan perhatian padanya, memilih kata yang tepat, dan menunjukkan ekspresi dan gerakan tubuh bahwa Anda benar-benar bangga atas prestasinya.

4. Puji anak secara spesifik

Kata-kata yang Anda lontarkan saat memberikan pujian juga perlu diperhatikan. Pujilah ia secara spesifik dan tepat sasaran.

Mungkin banyak di antara orangtua yang memuji secara general dengan arti yang sangat luas, contohnya, “Nak, kamu hebat main bola.”

Bila pujian tersebut diartikan, tentu bisa meliputi banyak hal, apakah anak baik dalam menendang, menggiring, atau menjaga gawang dari bola lawan.

Akibatnya, anak mungkin saja menganggap bahwa ia telah menguasai semua itu. Padahal, belum tentu demikian.

Jadi, cobalah untuk memuji anak dengan tepat sasaran. Misalnya, “Kamu pintar banget jaga gawangnya. Papa yakin kamu bisa jadi kiper yang hebat nanti.”

Dengan pujian seperti ini, anak akan lebih memahami keunggulan dalam dirinya.

5. Puji prosesnya bukan hasilnya

Pujian tidak selalu berbicara tentang hasil yang dicapai oleh si kecil. Akan tetapi, pada proses dan usaha ia untuk mendapatkannya.

Inilah pujian yang sifatnya membangun seseorang agar menjadi lebih baik di kemudian hari.

Nah, salah satu contoh memuji anak yang membangun, “Bagaimana ulangannya? Susah nggak? Yaudah nggak usah cemas lagi, yang penting Papa lihat kamu sudah belajar maksimal semalam.”

Bila Anda perhatikan baik-baik, pujian di atas memang tidak membanggakan hasil yang dicapai anak, melainkan proses dan usaha yang dilakukan anak.

Dengan begitu, anak merasa usaha yang telah dilakukannya juga dihargai tanpa bergantung pada hasil yang mungkin didapat.

6. Berhati-hati dalam memuji kecerdasan anak

Senada dengan penjelasan sebelumnya, memuji anak sebisa mungkin lebih ditujukan pada usaha dan proses yang ia lalui bukan pada hasil yang ia capai.

Bahkan, sebaiknya Anda berhati-hati saat memuji kecerdasan anak.

Menurut Profesor Kang Lee dari University of Toronto, anak yang dipuji dengan perkataan “anak pintar” lebih berisiko menyontek dan berbuat curang.

Hal ini berdasarkan dua penelitian yang ia lakukan pada anak-anak di Cina.

Menurutnya, kecurangan mungkin dilakukan karena anak khawatir mengecewakan orangtua jika gagal memperoleh nilai yang tinggi.

Ia pun menyarankan, daripada memuji dengan berkata “anak pintar”, lebih baik mengucapkan “Mama bangga, kamu telah berusaha dengan baik.”

7. Tetap puji meskipun ia gagal

Pujian adalah bentuk hadiah atas kerja kerasnya dalam mencapai sesuatu. Namun, bukan berarti Anda tidak memuji anak saat ia gagal.

Kegagalan merupakan pukulan yang berat bagi si kecil, tetaplah hadir untuknya agar ia tahu bahwa Anda tidak kecewa padanya. Apalagi jika ia sudah menunjukkan perjuangan dengan sungguh-sungguh.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Your Child’s Self-Esteem (for Parents) – Nemours Kidshealth. (2018). Retrieved 31 August 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/self-esteem.html

What’s the Best Way to Discipline My Child?. (2018). Retrieved 31 August 2021, from https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Disciplining-Your-Child.aspx

Brummelman, E., & Sedikides, C. (2020). Raising Children With High Self‐Esteem (But Not Narcissism). Child Development Perspectives, 14(2), 83-89. doi: 10.1111/cdep.12362

Praise and Imitation | Communicating | Essentials | Parenting Information | CDC. (2019). Retrieved 31 August 2021, from https://www.cdc.gov/parents/essentials/communication/goodbehavior-praise.html

Kids praised for being smart are more likely to cheat: U of T research. (2017). Retrieved 31 August 2021, from https://www.utoronto.ca/news/kids-praised-being-smart-are-more-likely-cheat-u-t-research

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 08/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita