Common Cold (Selesma)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu common cold (selesma)?

Common cold, atau dalam bahasa medis disebut dengan selesma, adalah infeksi virus yang terjadi di saluran pernapasan atas. Infeksi tersebut menyebabkan gejala-gejala seperti hidung tersumbat, bersin, serta sakit tenggorokan. Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan dapat disembuhkan dalam waktu 7-10 hari.

Common cold ini juga umum dikenal sebagai batuk pilek karena infeksi terjadi di hidung dan tenggorokan. Sekilas, gejala-gejala yang ditunjukkan memang menyerupai flu atau influenza. Namun, penting untuk diketahui bahwa batuk pilek yang disebut dengan common cold berbeda dengan batuk pilek pada kondisi influenza, baik pada jenis influenza apa pun.

Seberapa umumkah selesma?

Common cold atau selesma bisa dikategorikan sebagai penyakit yang sangat umum. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), rata-rata orang dewasa di Amerika mengalami batuk pilek sebanyak 2-3 kali dalam setahun.

Angka kejadian penyakit ini lebih banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh pada bayi dan anak-anak masih belum terbentuk dengan baik. Selain itu, lansia berumur 65 tahun ke atas juga lebih rentan mengalami batuk pilek.

Penyakit ini dapat dicegah dan diatasi dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala common cold (batuk pilek)?

Umumnya, gejala-gejala common cold atau selesma muncul 1-3 hari setelah terpapar virus. Tanda-tanda dan gejala yang biasanya muncul meliputi:

  • pilek (hidung tersumbat)
  • sakit tenggorokan
  • batuk
  • badan terasa sakit dan tidak nyaman
  • sakit kepala ringan
  • bersin
  • demam ringan

Gejala-gejala di atas biasanya akan pulih dalam waktu 7-10 hari. Namun, orang-orang dengan sistem imun tubuh yang lemah, punya asma, atau penyakit pernapasan lainnya mungkin akan mengalami komplikasi yang lebih serius, seperti bronkitis atau pneumonia.

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kebanyakan kasus batuk pilek atau common cold memang bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu cepat. Namun, Anda perlu waspada dan segera periksakan diri ke dokter jika muncul gejala berikut:

  • demam lebih dari 38,5 derajat Celsius
  • demam berlangsung lebih dari 5 hari, atau kembali muncul setelah demam turun
  • sesak napas
  • mengi (suara napas berbunyi)
  • sakit tenggorokan dan kepala yang semakin parah

Pada anak-anak, gejala-gejala yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

  • demam lebih dari 38 derajat Celsius
  • demam semakin tinggi atau berlangsung lebih dari 2 hari
  • gejala-gejala tidak kunjung membaik, bahkan tambah parah
  • sakit kepala dan batuk semakin parah
  • mengi
  • sakit telinga
  • rasa kantuk yang tidak biasa
  • nafsu makan menurun

Tubuh masing-masing orang berbeda dan akan menunjukkan gejala-gejala yang bervariasi pula. Selalu konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab common cold (batuk pilek)?

Common cold atau selesma disebabkan oleh infeksi virus. Jenis virus yang paling umum menyebabkan batuk pilek pada common cold adalah rhinovirus.

Virus penyebab batuk pilek ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya. Ditambah lagi, virus tersebut dapat menempel di permukaan benda selama beberapa hari, seperti gagang pintu atau meja.

Ketika seseorang menyentuh permukaan di mana terdapat virus, atau melakukan kontak fisik yang cukup dekat dengan penderita batuk pilek, orang tersebut dapat tertular.

Virus pada batuk pilek biasa atau common cold berbeda dengan virus yang menyebabkan influenza. Pada kasus influenza, penyakit disebabkan oleh virus influenza A atau B. Selain itu, influenza juga merupakan penyakit yang jauh lebih serius daripada batuk pilek biasa, bahkan berisiko mengancam nyawa.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko saya untuk kena batuk pilek?

Common cold atau batuk pilek adalah penyakit yang dapat tersebar ke setiap orang dari berbagai golongan usia, ras, dan tempat tinggal. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda tertular virus penyebab batuk pilek.

Faktor-faktor berikut bisa meningkatkan risiko Anda kena batuk pilek, yaitu:

1. Bayi dan anak-anak

Bayi yang masih berusia 4-6 minggu memiliki risiko yang tinggi untuk tertular batuk pilek. Hal ini karena sistem imun tubuh bayi masih belum bekerja sempurna untuk melindungi mereka dari serangan bakteri dan virus.

Selain itu, anak-anak usia sekolah juga lebih rentan terkena penyakit ini. Umumnya, anak-anak dapat terserang common cold sebanyak 5-7 kali dalam satu tahun.

Pada anak-anak usia sekolah, hal ini kemungkinan disebabkan karena kebiasaan anak yang belum bisa menjaga kebersihan tangannya dengan baik. Ditambah lagi, sering tukar menukar mainan dengan anak-anak lainnya juga meningkatkan risiko tertular batuk pilek.

2. Lansia

Seiring dengan bertambahnya usia, risiko seseorang untuk tertular batuk pilek atau common cold juga semakin tinggi, terutama jika sudah berusia 65 tahun ke atas. Selain itu, gejala-gejala batuk pilek pada orang-orang berusia lanjut biasanya berlangsung lebih lama dari orang dewasa.

3. Memiliki daya tahan tubuh yang buruk

Apabila Anda memiliki sistem imun tubuh yang lemah, kemungkinan untuk terserang batuk pilek atau selesma jauh lebih besar. Hal ini juga berlaku pada pasien penderita AIDS, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, atau seseorang yang baru saja mendapatkan transplantasi organ.

4. Tinggal di tempat yang terlalu ramai atau padat

Tempat yang terlalu ramai merupakan lingkungan yang ideal bagi virus untuk ditularkan ke banyak orang, seperti sekolah atau asrama. Penularan juga lebih mudah terjadi jika terdapat banyak orang di satu ruangan yang sempit.

Komplikasi

Apa saja komplikasi common cold yang mungkin terjadi?

Ketika gejala-gejala common cold atau selesma muncul, pastikan Anda segera beristirahat dan minum obat. Pasalnya, batuk pilek yang tidak segera diatasi mungkin saja bisa menyebabkan penyakit lain yang lebih serius.

Berikut adalah komplikasi yang bisa terjadi apabila common cold tidak ditangani dengan cepat:

  • infeksi telinga akut (otitis media)
  • asma
  • sinusitis akut
  • infeksi lainnya, seperti radang tenggorokan, pneumonia, hingga bronkitis

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Umumnya, batuk pilek biasa atau common cold dapat didiagnosis dengan memeriksa tanda-tanda dan gejalanya. Jika dokter mencurigai adanya infeksi bakteri atau masalah kesehatan lainnya, Anda mungkin akan diminta menjalani tes tambahan untuk mengetahui penyebab lain di balik gejala-gejala yang Anda alami.

Bagaimana cara mengobati common cold?

Pada dasarnya, tidak ada obat yang bisa melawan virus penyebab common cold atau selesma. Penyakit ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Obat-obatan pilek dan batuk yang ada biasanya hanya digunakan untuk meredakan gejala yang Anda rasakan.

Beberapa obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala batuk pilek, antara lain:

  • Obat dekongestan, untuk melegakan hidung tersumbat.
  • Paracetamol atau ibuprofen, untuk menurunkan panas dan meredakan nyeri.

Pengobatan di rumah

Apa saja cara mengobati common cold di rumah?

Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, Anda juga bisa mencoba rangkaian perawatan yang bisa dilakukan di rumah. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda coba:

1. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Pastikan tubuh Anda tidak kekurangan cairan selama menderita batuk pilek. Anda bisa minum banyak air putih, jus buah, sup hangat, atau air perasan lemon hangat untuk membantu meredakan gejala-gejala. Hindari alkohol dan kafein untuk sementara waktu.

2. Istirahat yang cukup

Kunci paling utama agar lekas pulih dari penyakit ini adalah banyak beristirahat. Bila perlu, Anda sebaiknya tidak masuk kantor atau sekolah, terutama jika Anda memiliki demam dan batuk yang cukup parah. Selain untuk memulihkan kondisi tubuh, istirahat di rumah juga mengurangi risiko Anda menularkan penyakit ini ke orang lain.

3. Atur suhu ruangan yang sesuai

Mengatur suhu ruangan yang tepat juga dapat membantu meredakan gejala batuk pilek. Hindari suhu ruangan yang terlalu dingin atau panas. Jika udaranya terlalu kering, Anda bisa menggunakan humidifier untuk membantu menjaga kelembapan udara yang sesuai.

4. Berkumur air garam

Larutkan 1/4 atau 1/2 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Kemudian, gunakan larutan air garam tersebut untuk berkumur. Cara ini diyakini dapat meringankan gejala sakit tenggorokan untuk sementara waktu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Usia Berapa Pertumbuhan Payudara Remaja Akan Berhenti?

Pertumbuhan payudara terjadi pertama kali saat anak memasuki masa pubertas dan menjadi remaja. Namun, kapan pertumbuhan tersebut akan berhenti?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab BAB Berdarah pada Buah Hati Anda

BAB berdarah pada bayi memang membuat orangtua panik. Namun, tenang dulu. Pastikan Anda mengetahui penyebabnya berikut ini sebelum mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Sudah melakukan USG? Apa yang Anda lihat? Banyak ibu yang mungkin masih bingung bagaimana cara membaca hasil USG. Begini caranya jika ingin tahu.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit

Berapa Banyak Susu Formula yang Diperlukan Bayi?

Beberapa ibu tak bisa memberi ASI bagi buah hatinya. Tapi, terlalu banyak formula bisa membuat bayi diare. Berapa banyak susu formula yang dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
membersihkan mainan anak

Tips Membersihkan Mainan Si Kecil agar Tidak Jadi Sarang Kuman

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
5 Langkah untuk Berhenti Merokok

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
Polusi udara melemahkan daya tahan tubuh

Awas, Polusi Udara Bisa Bikin Daya Tahan Tubuh Melemah!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
produk pembersih rumah

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit