Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bakteri dan Virus, Apa Bedanya dan Manakah yang Lebih Berbahaya Bagi Tubuh?

Bakteri dan Virus, Apa Bedanya dan Manakah yang Lebih Berbahaya Bagi Tubuh?

Bakteri dan virus adalah jenis mikroba yang sama-sama menyebabkan penyakit infeksi pada manusia. Meski keduanya sama-sama mengakibatkan penyakit infeksi, tapi mereka memiliki perbedaan yang membuat pengobatan serta cara menanganinya pun tidak sama. Memangnya, apa saja perbedaannya dan manakah yang lebih berbahaya antara bakteri dan virus?

Begini perbedaan antara virus dan bakteri

Bakteri dan virus sama-sama tidak bisa ditangkap dengan mata telanjang. Namun, keduanya selama ini selalu ada di sekitar kita dalam jumlah yang begitu banyak.

Di dalam laut saja, bakteri berjumlah sekitar 10 miliar lebih banyak dibanding dengan jumlah bintang di alam semesta.

Sementara itu, jika seluruh jutaan virus di dunia dijajarkan, panjangnya bisa mencapai 100 juta tahun cahaya.

Banyaknya jumlah bakteri dan virus yang hidup di muka bumi tentu tak terbayangkan. Lalu, bagaimana cara membedakan keduanya?

Berikut adalah ulasan mengenai perbedaan antara kedua mikroorganisme tersebut:

1. Beda tempat hidup dan perkembangannya

bakteri dan virus manakah yang lebih berbahaya

Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang tumbuh dan berkembang di berbagai jenis lingkungan, termasuk di dalam tubuh manusia.

Beberapa jenis bakteri biasa tinggal di lingkungan yang bersuhu sangat dingin maupun sangat panas.

Sementara itu, sebagiannya lagi tumbuh dan berkembang di dalam tubuh manusia, salah satunya pada usus.

Sebagian bakteri tidak berbahaya dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan, namun ada beberapa jenis bakteri yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan penyakit infeksi.

Lain lagi dengan virus, yang merupakan jenis mikroorganisme kecil yang hanya memiliki asam nukleat, DNA, serta RNA yang dikelilingi oleh dinding-dinding dari protein.

Jika diamati lebih mendalam, virus memiliki bentuk dan ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan bakteri.

Selain itu, mikroorganisme ini memerlukan inang atau tempat hidup seperti tanaman, hewan, atau manusia, untuk bertahan hidup.

Itulah mengapa mikroorganisme ini bersifat parasitik, karena tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari sel atau jaringan hidup.

2. Beda penyakit infeksi yang ditimbulkannya

rahim sakit saat hamil

Ada beberapa jeins bakteri dan virus yang sama-sama bisa menimbulkan penyakit, namun keduanya menyebabkan penyakit yang berbeda.

Secara umum, berikut beberapa penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri:

  • Tuberkulosis (TBC). TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meski biasanya menyerang organ paru-paru, bakteri penyebab TBC juga bisa berkembang dan menyebar sampai ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, hingga jantung.
  • Infeksi saluran kencing. Infeksi saluran kencing (ISK) bisa terjadi ketika ada bakteri yang masuk ke dalam saluran kencing. Jenis bakteri penyebab ISK beragam, salah satu yang paling sering yakni Escherichia coli.

Sedangkan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, yakni:

  • Cacar air. Cacar air adalah infeksi virus herpes varicella-zoster yang ditularkan dari orang lain yang telah terjangkit. Penyakit ini nantinya akan menimbulkan lentingan di seluruh tubuh, bahkan sampai ke wajah.
  • AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), penyakit yang diakibatkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). AIDS merupakan perkembangan dari HIV yang sudah lebih parah. Penyakit yang satu ini bisa menimbulkan berbagai penyakit lainnya karena semakin melemahnya sistem kekebalan tubuh seseorang.

3. Beda pengobatannya

super tetra adalah obat

Pasien yang mengalami penyakit infeksi karena bakteri, biasanya ditangani dengan pemberian obat antibiotik.

Antibiotik adalah jenis obat yang dapat membunuh, menghentikan, serta menghancurkan bakteri penyakit yang sedang tumbuh di dalam tubuh.

Sementara virus, bisanya diobati dengan menggunakan obat khusus yang disebut dengan antiviral (antivirus).

Ada penyakit bisa disebabkan oleh bakteri dan virus sekaligus

Selain mengakibatkan penyakit yang berbeda, bakteri dan virus sama-sama bisa mengakibatkan seseorang mengalami penyakit infeksi secara sekaligus.

Pasalnya, dalam beberapa kasus cukup susah untuk mengetahui apakah penyakit infeksi tersebut disebabkan oleh virus atau bakteri, misalnya pada meningitis, diare, dan pneumonia.

Menurut laman The University of Queensland, sebanyak 50% pasien dengan COVID-19 yang bergejala berat juga mengalami infeksi bakteri.

Selain itu, radang tenggorokan atau faringitis juga masuk ke dalam daftar kondisi yang bisa disebabkan oleh infeksi kedua mikroorganisme ini.

Radang tenggorokan sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang muncul ketika Anda mengalami beberapa penyakit tertentu.

Jenis virus penyebab flu dan pilek, serta jenis bakteri Streptococcus pyogenes dan Streptococcus kelompok A sama-sama bisa mengakibatkan radang tenggorokan.

Antara virus dan bakteri, siapa yang lebih bahaya?

Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa salah satu dari bakteri dan virus lebih berbahaya bagi kesehatan.

Keduanya bisa menjadi sangat berbahaya, tergantung dari jenis dan seberapa banyak jumlahnya di dalam tubuh.

Akan tetapi, jika dilihat dari sifat atau keparahan efeknya, virus cenderung lebih susah untuk disembuhkan dan membutuhkan waktu yang lama.

Selain itu, mikroorganisme ini juga tidak bisa dibunuh dan dihentikan pertumbuhannya dengan menggunakan antibiotik, melainkan harus menggunakan obat antiviral.

Ukuran virus yang bisa mencapai 10 hingga 100 kali lebih kecil daripada bakteri, dan membuat penyakit infeksi yang ditimbulkannya nanti lebih sulit untuk pulih dalam waktu cepat.

Virus bisa menyebabkan seseorang mengalami infeksi dengan cara memasukkan DNA yang dimilikinya ke dalam sel tubuh, atau mengambil alih sel-sel tubuh.

Ketika sel-sel tersebut telah membelah diri, maka “lahirlah” sel yang sudah terinfeksi virus. Sementara bakteri, berhasil menimbulkan penyakit infeksi dengan cara menghancurkan sel-sel tubuh yang sedang berkembang.

Setelah mengetahui cara kerja kedua mikroorganisme ini, dapat diambil sedikit kesimpulan bahwa virus cenderung lebih lama dan sulit untuk dibunuh karena mengambil alih semua sel-sel normal tubuh yang sedang berkembang.

Virus juga bisa mengambil alih sel bakteri yang sedang berkembang. Dalam kata lain, ia dapat menginfeksi bakteri dan kondisi ini disebut dengan bacteriophages.Oleh karena itu, virus cenderung lebih berbahaya daripada bakteri.

Namun, bukan berarti bakteri tidak berbahaya. Bakteri juga bisa menjadi ‘nakal’ dan sulit untuk ditangani jika sudah kebal dengan obat antibiotik. Pemakaian obat antibiotik yang tidak sesuai bisa menyebabkan penyakit infeksi akibat bakteri lebih sulit untuk diobati.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Drexler, M. (2017). What You Need to Know About Infectious Disease. Institute of Medicine.

Infection: Bacterial or viral? – Mayo Clinic. (2020). Retrieved September 14, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/expert-answers/infectious-disease/faq-20058098

Infectious diseases – Mayo Clinic. (2021). Retrieved September 14, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/symptoms-causes/syc-20351173 

What’s the difference between bacteria and viruses? – Institute for Molecular Bioscience, The University of Queensland. (2020). Retrieved September 14, 2021, from https://imb.uq.edu.au/article/2020/04/difference-between-bacteria-and-viruses 

Bacteria – Microbiology Society. (2021). Retrieved September 14, 2021, from https://microbiologysociety.org/why-microbiology-matters/what-is-microbiology/bacteria.html 

Differences between bacterial and viral infection – HealthDirect. (2020). Retrieved September 14, 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/bacterial-vs-viral-infection 

Virus – National Human Genome Research Institute. (2021). Retrieved September 14, 2021, from https://www.genome.gov/genetics-glossary/Virus 

Viral Infection – MedlinePlus. (2021). Retrieved September 14, 2021, from  https://medlineplus.gov/viralinfections.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x