Penyakit Ebola

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Apa itu penyakit ebola?

Ebola adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini ditandai dengan gejala demam tinggi, diare, muntah-muntah, dan perdarahan di dalam tubuh. 

Virus penyebab penyaki ebola sangat menular dan infeksinya bisa mengancam nyawa. Sekitar 90% dari pasien yang terinfeksi penyakit ini tidak dapat bertahan hidup. Penyakit ebola menjadi wabah di negara-negara benua Afrika seperti Kongo, Sudan, dan Uganda. 

Sampai saat ini, belum pernah dilaporkan adanya kasus penyakit ebola di Indonesia. Meski begitu, penting untuk tetap mewaspadai dan mencegah penularan penyakit ini. 

Virus ebola merupakan virus yang berasal dari hewan (zoonosis) seperti monyet, simpanse, dan hewan perimata lainnya. Penularan virus di antara manusia dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh dan luka pada kulit orang yang terinfeksi.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit ini jarang ditemui, tapi tergolong memiliki dampak yang sangat serius. Penyakit ini paling banyak terjadi di Afrika. Wabah ebola terbaru ditemukan pada tanggal 1 Juni 2020 lalu di Kongo. 

Jika Anda berencana untuk bepergian ke daerah terjadinya wabah ebola, pastikan Anda mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga diri Anda. Penyakit ini dapat memengaruhi pria dan wanita pada usia berapa pun.

Tanda-tanda dan gejala penyakit ebola

Tanda dan gejala biasanya muncul tiba-tiba dalam 5-10 hari sejak tubuh terinfeksi virus. Tanda-tanda dan gejala awal ebola meliputi:

Seiring berjalannya waktu, gejala penyakit ebola bisa berkembang semakin parah yang meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Diare (mungkin disertai perdarahan)
  • Mata merah
  • Ruam kulit
  • Nyeri dada dan batuk
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Perdarahan internal (di dalam tubuh)
  • Perdarahan dari mata dan memar (pada gejala parah perdarahan dapat terjadi di telinga, hidung, dan anus).

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki gejala seperti yang disebutkan, sebaiknya hubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu.

Cara ini dapat membantu tim medis untuk mempermudah penanganan Anda, sekaligus mencegah penyebaran virus ebola lebih luas pada orang lain.

Segera hubungi dokter jika:

  • Anda memiliki gejala seperti flu dan Anda mungkin telah terekspos pada virus.
  • Anda pernah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi virus.

Komplikasi

Penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi sebagai besar orang yang terkena dampak. Seiring dengan perkembangan infeksi, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi seperti:

  • Kegagalan organ
  • Perdarahan hebat
  • Penyakit kuning
  • Kejang
  • Koma 
  • Syok

Salah satu alasan virus ebola sangat mematikan adalah karena virus tersebut mengganggu kemampuan sistem kekebalan sebagai pertahanan tubuh.

Namun, para ilmuwan tidak mengerti mengapa beberapa orang dapat pulih, sedangkan beberapa orang lainnya dapat selamat. 

Bagi orang yang berhasil selamat, pemulihannya akan berjalan lambat. Mungkin butuh berbulan-bulan untuk mendapatkan kekuatan semula. Virus pun akan tetap di dalam tubuh selama berminggu-minggu. 

Penyebab penyakit ebola

Penyakit ebola disebabkan oleh infeksi virus yang berasal dalam keluarga virus Filoviridae. Virus penyebab penyakit ebola ini berasal dari monyet, simpanse, dan primata lainnya.

Ada 5 strain virus ebola yang bisa hidup dalam tubuh hewan, empat di antaranya diketahui bisa menginfeksi manusia. Virus pertama kali ditemukan di Afrika, tapi diketahui terdapat strain yang lebih ringan telah ditemukan pada monyet dan babi di Filipina.

Saat masuk ke dalam tubuh, virus terlebih dulu melalui masa inkubasi yang bisa berlangsung selama 2-21 hari sebelum akhirnya menginfeksi dan menimbulkan gejala.

Selanjutnya, virus akan menyerang sistem imun dan organ tubuh lainnya, terutama sel pembeku darah. Infeksi virus ini bisa menyebabkan perdarahan yang serius pada organ tubuh dan seringnya tidak terkendali.

Penularan dari hewan ke manusia

Menurut CDC, para ahli menduga bahwa virus ebola berpindah ke manusia melalui cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti:

  • Darah. Memotong atau mengonsumsi hewan yang terinfeksi dapat menyebarkan virus. Para ilmuwan yang pernah mengoperasi hewan yang terinfeksi untuk penelitian juga terkena virus ini.
  • Produk pembuangan. Turis di beberapa gua di Afrika serta beberapa pekerja tambang bawah tanah telah terinfeksi dengan virus ini. Kemungkinan dikarenakan adanya kontak dengan kotoran atau urin kelelawar yang terinfeksi.

Cara penularan dari orang ke orang

Virus kemudian menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka kulit orang yang terinfeksi.

Dikutip dari Mayo Clinic, penyakit virus ebola tidak menular melalui udara dan tidak menyebar melalui kontak biasa, seperti berada di dekat orang yang terinfeksi. 

Tidak seperti penyakit pernapasan, yang dapat menyebar melalui partikel di udara setelah orang yang terinfeksi batuk atau bersin, virus ini disebarkan melalui kontak langsung. 

Berikut daftar cairan tubuh yang dapat menularkan virus penyebab ebola:

  • Darah
  • Feses
  • Muntahan
  • Air liur
  • Lendir
  • Air mata
  • ASI
  • Air seni
  • Air mani
  • Keringat.

Orang-orang yang terinfeksi biasanya tidak menularkan penyakit ini sampai nantinya mereka mengalami gejala-gejalanya.

Anggota keluarga sering kali tertular karena biasanya mereka merawat kerabat yang sakit atau mempersiapkan jasad untuk penguburan.

Beberapa penularan juga bisa terjadi akibat pemakaian ulang jarum dan alat suntik yang tidak steril karena sudah terkontaminasi.

Tidak ditemukan bukti bahwa virus dapat disebarkan oleh gigitan serangga.

Faktor-faktor risiko

Risiko penularan penyakit ini dapat meningkat jika Anda:

  • Berpergian ke Afrika atau negara-negara di mana terjadi wabah ebola. 
  • Merawat pasien atau anggota keluarga yang terinfeksi tanpa menggunakan peralatan pelindung, seperti masker dan sarung tangan.
  • Mempersiapkan jasad untuk menguburkan pasien yang meninggal. Jasad pasien masih dapat menularkan virus penyebab ebola.
  • Melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi
  • Melakukan penelitian pada hewan seperti monyet dari Afrika atau Filipina.

Diagnosis

Penyakit ini cukup sulit didiagnosis karena tanda-tanda dan gejala awal menyerupai penyakit lain, seperti tifoid dan malaria.

Jika dokter menduga Anda terinfeksi virus ebola, akan dilakukan tes darah untuk mengidentifikasi virus, termasuk:

  • Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)
  • Reverse transcriptase polymerase chain reaction (PCR)

Pengobatan penyakit ebola

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Sejauh ini, obat antivirus untuk menyembuhkan penyakit ebola belum ditemukan.

Namun, para peneliti masih terus berusaha untuk mencari cara pengobatan yang tepat, seperti plasma darah, terapi imun, dan penggunaan serum medis. Meskipun cara pengobatan ini masih terus dievaluasi tingkat efektivitas dan risikonya. 

Penanganan medis yang dilakukan saat ini masih bertujuan untuk meringankan gejala dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mampu melawan infeksi virus. 

Beberapa tindakan medis di rumah sakit untuk pengobatan pendukung penyakit ebola di antaranya adalah:

  • Infus cairan dan elektrolit untuk meningkatkan hidrasi tubuh
  • Pemberian oksigen untuk menjaga kadar oksigen di dalam tubuh
  • Pengobatan untuk menurunkan tekanan darah
  • Transfusi darah
  • Obat-obatan untuk mengurangi mual, muntah, dan diare

Satu-satunya cara untuk mengobati penyakit adalah dengan segera mencari pertolongan medis begitu Anda berkontak dengan virus atau ketika gejala mulai muncul.

Segera cari pertolongan medis pada situasi berikut:

  • Jika Anda berpergian ke tempat yang diketahui terdapat wabah seperti negara-negara Afrika.
  • Jika Anda memiliki kontak dengan penderita.
  • Jika Anda memiliki gejala yang menyerupai penyakit.

Cara mencegah penularan

Penyebaran penyakit ebola masih dapat dicegah. Namun, vaksin untuk mencegah infeksi virus ini memang belum tersedia di Indonesia.

Pada akhir 2019 lalu, badan pengawas obat dan makanan Amerika, FDA, telah menyetujui distribusi vaksinr VSV-ZEBOV (Ervebo™) untuk mencegah infeksi virus ebola.

Selain melalui vaksin, cara pencegahan masih bisa dilakukan dengan mengurangi hal-hal yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi seperti:

  • Mencuci tangan menggunakan sabun atau pembersih beralkohol dan air mengalir setelah beraktivitas.
  • Mengurangi kontak atau gigitan hewan liar seperti kelelawar, monyet, dan jenis perimata lainnya.
  • Menghindari konsumsi daging atau darah hewan liar.
  • Menghindari kontak dengan orang yang bergejala seperti demam tinggi atau orang yang terinfeksi.
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual dang menggunakan kondom selama melakukan hubungan seksual.
  • Menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, pelindung mata, dan pakaian pelindung bagi dokter, perawat, atau keluarga yang merawat pasien yang terinfeksi.
  • Menghindari kontak dengan jasad pasien.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cacar Monyet (Monkeypox)

Cacar monyet adalah penyakit kulit langka dengan ciri mirip cacar air. Cari tahu penyebab, gejala, obat, cara mengatasi, dan mencegahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Tak Hanya Anak, Imunisasi Juga Penting untuk Orang Dewasa

Tak hanya bayi dan balita, orang dewasa juga perlu perlindungan dari penyakit menular lewat imunisasi. Apa saja jenis vaksin yang dibutuhkan orang dewasa?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Apa Bedanya?

Beda jenis infeksinya, beda pula cara mengobatinya. Tapi bagaimana cara mengetahui perbedaan infeksi virus dan infeksi bakteri?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 8 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat gondongan ampuh

Pilihan Obat Gondongan yang Ampuh Mengatasi Bengkak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Infeksi virus

Infeksi Virus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Penyakit zoonosis

Zoonosis, Penyakit Infeksi dari Hewan yang Menular pada Manusia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
smallpox variola cacar

Cacar (Smallpox)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit