Obat Antiviral untuk Melawan Infeksi Virus, Seperti Apa Cara Kerjanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Masih banyak orang yang menganggap antibiotik bisa digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus. Padahal, obat antibiotik hanya ampuh melawan infeksi bakteri. Nah, untuk menangkal penyakit infeksi virus diperlukan obat antiviral (antivirus). Cara kerjanya tentu berbeda dengan antibiotik. Namun, Anda tidak bisa membeli obat antiviral secara bebas. Penggunaan obat virus harus dalam pengawasan dokter.

Pengertian antiviral

Antivirus atau antiviral adalah obat yang secara khusus digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Obat untuk virus ini tersedia dalam bentuk pil, tablet, sirup, dan cairan intravena (infus).

Awalnya, obat antivirus dipakai untuk mengobati penyakit seperti influenza (flu) atau herpes simpleks. Pengobatan antiviral kemudian semakin marak dikembangkan sejak obat antiretroviral terbukti efektif mengatasi infeksi human immunodeficiency virus (HIV).

Kini, antiviral digunakan untuk menangani berbagai penyakit infeksi virus. Namun, antivirus hanya dapat diperoleh dari resep dokter. Pasalnya, tidak semua pasien membutuhkan pengobatan antiviral.

Selain itu, pengobatan obat virus tidak bisa dilakukan sembarang. Agar efektif bekerja melawan infeksi virus, antivirus harus diberikan pada waktu yang tepat.

Cara kerja antiviral

Diazoxide adalah

Virus merupakan mikroorganisme yang memerlukan inang untuk dapat bertahan hidup. Saat menyerang tubuh, virus akan masuk ke dalam sel sehat dan mengambil alih fungsinya untuk bereplikasi.

Virus dapat menumpang di dalam sel atau secara langsung merusak sel untuk kemudian memperbanyak diri. Selama proses tersebut, virus akan terus-menerus menghancurkan serta menginfeksi sel-sel sehat di dalam tubuh.

Oleh karena itu, obat untuk virus harus dapat masuk ke dalam sel dan memengaruhi virus tanpa merusak sel. Secara umum antiviral bukan bekerja secara langsung mematikan virus, melainkan menghambat perkembangan virus di dalam sel.

Obat untuk virus flu misalnya, enzim dalam antiviral akan mengganggu siklus infeksi virus dengan mencegah virus yang telah merusak satu sel untuk berpindah merusak sel lainnya.

Dengan membatasi reproduksi virus, jumlah virus di dalam tubuh akan semakin berkurang. Maka dari itu, sistem imun tubuh akan lebih mudah menghentikan infeksi virus.

Cara kerja obat antiviral ini nantinya akan mempersingkat kemunculan gejala sekaligus mencegah gejala bertambah parah dan menimbulkan komplikasi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kerja obat antivirus semakin baik jika diminum secepatnya di awal kemuculan gejala. Itulah mengapa dokter lebih sering memberikan antivirus pada tahap awal pengobatan.

Pada orang-orang yang berisiko mengalami komplikasi penyakit flu, konsumsi obat antiviral dapat mencegah timbulnya gejala parah, infeksi telinga, serta kondisi yang menyebabkan pasien harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Jenis-jenis obat virus

Tak semua obat antiviral sama. Hal ini tergantung dengan jenis penyakit yang diderita, misalnya obat untuk flu tentu akan berbeda dengan obat yang ditujukan bagi pasien hepatitis atau herpes.

Setiap obat antiviral juga punya petunjuk konsumsi yang berbeda-beda tergantung dari usia, jenis, serta tujuan konsumsi obat. Selain untuk mengobati suatu penyakit, obat antiviral juga dapat digunakan untuk mencegah perkembangan penyakit infeksi tertentu.

Berdasarkan jenis penyakitnya, berikut ini adalah jenis-jenis obat antiviral yang umum digunakan dalam mengatasi penyakit infeksi virus.

1. Obat untuk herpes kulit

Terdapat tiga jenis virus herpes yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit, yakni varicella zoster yang merupakan penyebab cacar air dan herpes zoster, herpes simpleks tipe I yang menjadi penyebab herpes oral, dan herpes simpleks tipe II yang mengakibatkan herpes genital.

Acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir adalah obat antivirus yang dapat menghambat infeksi virus herpes kulit tersebut. Ketiga antiviral ini bekerja dengan mengikat polimerase DNA virus herpes, yaitu enzim yang memicu replikasi virus, sehingga virus herpes tidak mampu memperbanyak diri.

Selain itu, ada juga obat antivirus untuk infeksi virus herpes cytomegalovirus yang memiliki mekanisme kerja yang serupa, seperti valganciclovir, ganciclovir, foscarnet, dan cidofovir.

2. Obat untuk influenza

Influenza atau flu adalah penyakit infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini salah satu infeksi virus yang umum dialami.

Obat virus untuk flu menghambat bagian DNA virus seperti neuraminidase sehingga dapat meredakan gejala lebih cepat dan menghindari timbulnya komplikasi pada pasien yang berisiko.

Terdapat beberapa jenis antivirus yang digunakan untuk mengatasi flu, seperti:

3. Obat untuk HPV

Infeksi HPV atau human papillomavirus merupakan salah satu penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan gangguan pada permukaan kulit, kelamin, dan kanker serviks.

Penyakit infeksi virus ini dapat diobati menggunakan obat antiviral seperti ribavirin yang juga dapat mengatasi infeksi virus di saluran pernapasan. Antivirus dalam bentuk obat oles sperti imiquimod juga dapat dipakai untuk mengatasi infeksi HPV.

4. Obat untuk hepatitis

Hepatitis merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Obat antiviral dapat menghambat produksi virus hepatis B dan hepatitis C adalah interferon, jenisnya termasuk:

  • Nukleosida atau nukleotida analog
  • Protase inhibitor
  • Polimerase inhibitor

5. Obat untuk HIV/AIDS

Infeksi virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan penurunan kadar sel darag putih di dalam darah. Kondisi ini menyebabkan penderitanya sangat rentan mengalami penyakit infeksi.

Untungnya, pasien HIV/AIDS bisa menjalani hidup secara normal dengan mengonsumsi obat virus seperti antiretroviral (ARV). Obat ini secara efektif dapat mengendalikan jumlah virus HIV dengan memengaruhi siklus replikasi virus.

Sebenarnya, terdapat banyak obat yang digunakan untuk mengobati penyakit infeksi virus. Daftar obat di atas adalah sebagian kecil dari jenis antiviral yang ada.

Efek samping antiviral

Jika terserang flu saat hamil, mungkin Anda ragu untuk minum obat-obatan tertentu. Padahal nyatanya, sah-sah saja untuk minum obat antiviral  saat hamil, karena obat tersebut dapat meredakan gejala.

Melansir dari laman Mayo Clinic, wanita yang sedang hamil berisiko lebih besar untuk mengalami komplikasi penyakit akibat flu ketimbang wanita lain yang tidak dalam kondisi hamil. Itulah mengapa minum obat antiviral bukan hanya mampu memulihkan kondisi tubuh Anda, tapi juga membantu mencegah munculnya komplikasi dari flu yang lebih serius.

Dengan catatan, Anda tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda. Dokter nantinya akan memberikan resep obat antiviral yang aman untuk mengobati flu ketika sedang hamil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Emboli Paru

Emboli paru adalah penyumbatan arteri di salah satu paru yang umumnya disebabkan oleh gumpalan darah beku dari kaki. Ini adalah kondisi gawat darurat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pilek

Pilek adalah salah satu kondisi yang umum menyerang. Namun, penyakit ini nyatanya beda dengan flu. Lantas, apa itu pilek? Apa bedanya dengan flu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Kesehatan Pernapasan 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

5 Kondisi Penyebab Kematian Ibu Setelah Melahirkan

Melahirkan adalah soal pertaruhan hidup dan mati ibu. Banyak kondisi kritis selama persalinan yang menjadi penyebab ibu meninggal setelah melahirkan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Komplikasi Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan dihinggapi lalat

Makanan yang Sudah Dihinggapi Lalat, Apa Masih Boleh Dimakan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat alami demam anak

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Penyebab Vagina Gatal

11 Penyebab yang Membuat Vagina Anda Terasa Gatal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
cara menjaga kebersihan makanan

5 Cara Menjaga Kebersihan Makanan agar Terhindar dari Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit