home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Herpes Genital

Pengertian herpes genital (herpes kelamin)|Tanda & gejala herpes genital|Penyebab herpes genital|Faktor risiko herpes kelamin|Diagnosis herpes genital|Pengobatan herpes genital|Cara mencegah penularan herpes genital
Herpes Genital

Pengertian herpes genital (herpes kelamin)

Herpes genital adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks. Penyakit ini biasanya ditandai dengan luka melepuh serta rasa nyeri pada alat kelamin dan sekitar anus.

Namun, orang yang terinfeksi herpes genital sering kali tidak menyadari karena tidak mengalami gejala selama bertahun-tahun.

Akibatnya, penyakit kelamin ini bisa menyebar dengan mudah tanpa diketahui. Ada 2 jenis virus herpes simpleks, yaitu herpes simpleks tipe satu dan dua.

Herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) merupakan penyebab utama herpes oral dengan ciri luka melepuh (lenting) di sekitar mulut dan bibir. HSV-1 juga dapat menyebar dan menyebabkan herpes genital.

Sementara HSV-2 adalah penyebab utama herpes pada kelamin. Virus herpes ini hanya bisa ditularkan melalui hubungan seksual.

Infeksi herpes simpleks (kelamin) berlangsung seumur hidup, tetapi pengobatan bisa mengatasi gejala sekaligus mengurangi risiko penularan penyakit pada orang lain.

Seberapa umumkah herpes kelamin?

Herpes genital adalah penyakit kelamin yang dapat dialami oleh wanita dan laki-laki. Menurut WHO, kasus herpes genitalis lebih banyak dialami oleh wanita ketimbang pria.

Hal ini dikarenakan transmisi virus herpes simpleks tipe 2 lebih berisiko dari pria ke wanita daripada wanita ke pria.

Selain itu, kasus herpes juga ditemukan dari penularan ibu yang terinfeksi herpes simpleks tipe 2 pada bayinya selama proses persalinan, misalnya melahirkan normal.

Meski begitu, herpes kelamin adalah salah satu penyakit menular seksual yang dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala herpes genital

Sebagian besar orang yang terinfeksi herpes genital tidak mengetahui bahwa mereka sedang terinfeksi karena tidak merasakan tanda-tanda apa pun.

Sementara pada beberapa kasus, gejala penyakit herpes simplex genitalis bisa cukup ringan dan sering salah diidentifikasi sebagai penyakit kulit biasa.

Gejala khas dari herpes simplex genitalis adalah sebagai berikut:

Ruam merah dan luka melepuh atau lenting herpes dapat muncul di sekitar alat kelamin, anus, dan mulut.

Lenting herpes yang pecah bisa meninggalkan luka perih yang mungkin baru bisa sembuh selama hampir 1 minggu.

Nah, dalam kondisi ini gejala yang muncul biasanya mirip flu seperti demam, sakit kepala, dan pembengkakan kelenjar.

Dilansir dari CDC, gejala herpes genital dapat hilang dan kambuh kembali beberapa kali.

Ada orang mengalami kekambuhan gejala beberapa kali dalam setahun, tetapi ada pula yang tidak kambuh sama sekali.

Namun saat kambuh, gejala herpes kelamin biasanya lebih ringan dan cepat mereda tidak separah saat pertama kali dialami.

Meskipun infeksi virus herpes simpleks beratahan seumur hidup, frekuensi kekambuhan gejala akan berkurang seiring berjalannya waktu.

Gejala herpes genitalis yang muncul bisa berbeda pada setiap orang.

Kemungkinan terdapat tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas, jadi sebaiknya periksakan ke dokter bila Anda mengalami keluhan tertentu.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala seperti herpes genital atau penyakit kelamin lain, terutama saat ada luka atau nyeri pada organ intim yang tidak kunjung sembuh.

Jika Anda aktif berhubungan seksual, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan medis atau skrining penyakit kelamin secara rutin.

Hal ini bertujuan agar herpes kelamin bisa diobati sedini mungkin dan menghindari penyebaran penyakit pada orang lain.

Penyebab herpes genital

Herpes genital adalah penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Penyakit herpes simpleks dapat menular melalui kontak langsung, hubungan seksual, seks oral, atau dari ibu ke bayinya.

Dalam buku Herpes yang ditulis oleh Juliet Spencer, dijelaskan bahwa virus herpes simpleks masuk ke dalam tubuh melalui kulit.

Virus tersebut kemudian menyebar ke dalam sel-sel saraf. Pada masa infeksi awal, gejala herpes simpleks ini mungkin belum muncul meskipun virus sudah mulai memperbanyak diri.

Pada masa akhir infeksi awal, virus menetap di bawah sel-sel saraf dalam keadaan dorman atau tidak aktif memperbanyak diri.

Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh dapat lebih mudah mengendalikan infeksi virus. Namun nantinya, virus dapat kembali aktif menginfeksi dan mulai memperbanyak diri.

Virus akan kembali ke permukaan sel-sel saraf dan merusak sel-sel sehat sehingga menimbulkan gejala seperti ruam dan luka melepuh (lenting herpes).

Jenis virus herpes simpleks penyebab herpes genital (kelamin)

Ada 2 tipe virus herpes simpleks yang dapat menyebabkan herpes genitalis, yaitu:

Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1)

Infeksi virus ini umumnya menyebabkan luka lepuhan di sekitar mulut, tetapi juga dapat menyebar ke alat kelamin.

Cara penularan HSV-1 yang umum terjadi saat berciuman dan menyentuh luka terbuka di sekitar mulut orang yang terinfeksi.

Selain itu, Anda juga dapat tertular dari pasangan yang tidak memiliki luka terlihat atau tidak merasa terinfeksi.

Melakukan seks oral dengan pasangan yang terinfeksi juga berisiko membuat Anda terkena infeksi virus ini.

Virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2)

HSV-2 umumnya menyebabkan herpes genital. Virus ini menular melalui hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi.

Virus herpes biasanya tidak dapat bertahan lama saat berada di luar tubuh. Risiko penularan saat menyentuh permukaan benda sangat kecil dibandingkan dengan kontak antar kulit.

Begitu pun dengan penggunakan dudukan toilet, pakaian, atau handuk yang sama dengan pengidap herpes kelamin, risiko penularan penyakit dengan cara ini sangat kecil.

Bagaimana herpes genital bisa kambuh?

Seperti yang sudah dijelaskan, penyakit herpes kelamin bisa kambuh beberapa kali dalam setahun.

Hal ini sebabkan oleh virus herpes simpleks yang semula dorman atau tidur kemudian kembali aktif menginfeksi.

Sebagian besar kambuhnya gejala herpes kulit terjadi karena melemahnya fungsi sistem imun tubuh.

Beberapa kondisi yang dapat memicu kekambuhan herpes genitalis adalah:

  • Mengalami infeksi karena penyakit lain.
  • Mengalami peradangan akibat kecelakaan, benturan, pembengkakan.
  • Mendapatkan paparan dari sinar ultraviolet dan udara panas atau dingin secara berlebihan.
  • Mengalami stres atau gangguan hormon.
  • Mengalami kelelahan berat.

Faktor risiko herpes kelamin

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena herpes genital adalah:

1. Jenis kelamin

Berdasarkan kasus yang sudah terjadi, terlihat bahwa wanita lebih mudah terinfeksi herpes kelamin dibanding laki-laki.

2. Memiliki pasangan seksual lebih dari satu

Risiko Anda mengalami penyakit menular seksual bisa semakin meningkat bila memiliki lebih dari satu pasangan seksual.

Penting bagi Anda dan pasangan untuk melakukan skrining penyakit kelamin secara teratur jika termasuk dalam kelompok berisiko.

3. Seks berisiko

Virus herpes simpleks tipe 2 menular melalui hubungan intim yang melibatkan penetrasi vagina.

Melakukan hubungan seksual yang berisiko tanpa kondom dapat membuat seseorang lebih mudah terjangkit herpes genitalis.

Begitu pun saat Anda melakukan seks oral tanpa kondom dengan pasangan yang terinfeksi herpes kelamin, Anda berisiko terinfeksi penyakit ini.

4. Sistem imun lemah

Kondisi sistem kekebalan tubuh yang menurun membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi virus.

Kondisi sistem imun yang lemah bisa disebabkan oleh kelelahan, penyakit autoimun, pengobatan yang memengaruhi kerja sistem imun.

5. Menggunakan benda secara bergantian

Meski kemungkinnya kecil, menggunakan benda seperti alat makan, sikat gigi, dan handuk secara bergantian dengan orang yang terinfeksi bisa meningkatkan risiko Anda mengalami herpes kelamin.

Diagnosis herpes genital

Beberapa tes yang bisa dilakukan dokter untuk mendiagnosis herpes genital (simplex) adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan kultur virus

Pemeriksaan ini menggunakan sampel dari ulkus di kulit atau sariawan untuk mengkonfirmasi adanya virus herpes simpleks.

2. Tes polymerase chain reaction (PCR)

Tes ini memeriksa DNA Anda dari sampel darah untuk memastikan keberadaan virus herpes simpleks dan menentukan tipenya.

3. Pemeriksaan darah

Tes darah untuk memeriksa antibodi HSV yang mendeteksi adanya infeksi virus herpes sebelumnya.

Pengobatan herpes genital

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Virus penyebab herpes genital akan menetap selamanya di dalam tubuh. Sejauh ini belum ada obat yang bisa menghilangkan virus sepenuhnya dari dalam tubuh.

Namun, pengobatan herpes yang dilakukan dapat membantu mengatasi gejala dan mencegah kemungkinan penyakit ini kambuh.

Saat virus dalam keadaan dorman (tidur) dan tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak membutuhkan pengobatan.

Dokter dapat memberikan obat antivirus untuk menghilangkan gejala herpes. Obat antivirus yang diberikan sebagai pengobatan herpes kelamin bertujuan untuk:

  • Mempercepat penyembuhan.
  • Mengurangi frekuensi kekambuhan.
  • Mengurangi tingkat keparahan dan durasi gejala.
  • Mengurangi kemungkinan penularan pada orang lain.

Jenis obat antivirus yang sering digunakan untuk herpes genital adalah:

Obat antivirus ini biasanya tersedia dalam bentuk krim atau salep yang bisa langsung dioleskan pada luka herpes.

Namun, ada juga obat antivirus herpes dalam pil atau infus yang bisa lebih efektif meredakan gejala.

Jika Anda hamil dan mengalami herpes, segera beri tahu dokter. Dokter dapat memberikan obat antivirus mendekati akhir masa kehamilan untuk mencegah penularan virus pada bayi.

Pada beberapa kasus, dokter mungkin menganjurkan melahirkan dengan operasi caesar guna mengurangi risiko penularan.

Pengobatan rumahan herpes genital

Herpes kelamin bisa menyebabkan luka dan rasa sakit luar biasa pada seseorang yang punya gangguan sistem imun.

Beberapa perubahan gaya hidup dan perawatan herpes alami berikut ini diharapkan dapat membantu menyembuhkan gejala herpes genital:

Cara mencegah penularan herpes genital

Jika Anda atau padangan terinfeksi herpes kelamin, Anda tetap bisa menghindari penularan penyakit ini.

Risiko penularan akan semakin tinggi jika gejala luka atau lenting herpes muncul. Oleh karena itu, Anda perlu mengonsumsi obat ketika mengalami gejala sampai benar-benar sembuh.

Disamping itu, lakukan juga beberapa cara berikut ini agar upaya pencegahan herpes kelamin semakin maksimal:

  • Menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual.
  • Menunda melakukan hubungan seksual ketika Anda atau pasangan mengalami gejala herpes kelamin maupun penyakit menular seksual lainnya.
  • Hindari menyentuh luka herpes terlalu sering. Setelah menyentuh luka, Anda harus segera mencuci tangan.
  • Jika mengalami gejala herpes kelamin, hindari menggunakan benda-benda yang dipakai pada mulut atau kulit bergantian dengan orang yang sehat.
  • Melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual secara rutin setiap tahun.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Spencer, J. V. (2009). Herpes. Infobase Publishing. Available at: https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=as8qDV8iqZwC&oi=fnd&pg=PA5&dq=herpes+juliet+v+spencer&ots=Wg6naekdQn&sig=4w-20Ze-aEvqlj1rA3PW1vKExI0&redir_esc=y#v=onepage&q=herpes%20juliet%20v%20spencer&f=false

Whitley, R., & Baines, J. (2018). Clinical management of herpes simplex virus infections: past, present, and future. F1000Research, 7, F1000 Faculty Rev-1726. https://doi.org/10.12688/f1000research.16157.1

WHO. (2020). Herpes simplex virus. Retrieved 18 January 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/herpes-simplex-virus

CDC. (2021). STD Facts – Genital Herpes. Retrieved 18 January 2021, from https://www.cdc.gov/std/herpes/stdfact-herpes.htm

Mayo Clinic. (2021). Genital herpes – Symptoms and causes. Retrieved 18 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-herpes/symptoms-causes/syc-20356161

Mayo Clinic. (2021). Genital herpes – Diagnosis and treatment. Retrieved 18 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-herpes/diagnosis-treatment/drc-20356167

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 25/01/2021
x