home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bisakah Infeksi Sembuh Sendiri Tanpa Minum Obat Antibiotik?

Bisakah Infeksi Sembuh Sendiri Tanpa Minum Obat Antibiotik?

Infeksi sering kali disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Bakteri tersebut masuk dan merusak sel serta jaringan sehat. Alhasil, dokter sering menganjurkan minum obat antibiotik agar bakteri bisa dilawan. Namun, apakah sebenarnya tubuh bisa sembuh sendiri dari infeksi tanpa minum antibiotik?

Tubuh bisa sembuh sendiri dari infeksi karena sistem imun yang kuat

Dr. Erni Nelwan Sp.PD-KPTI, dokter penyakit dalam dan konsultan penyakit tropik infeksi di RSCM, Jakarta Pusat mengatakan bahwa sebetulnya infeksi bisa sembuh dengan sendirinya. “Infeksi bakteri atau bahkan virus bisa sembuh dengan sendirinya tanpa obat antibiotik, apalagi kalau memang kekebalan tubuh Anda juga kuat,” ujar dr. Erni ketika ditemui di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok pada Kamis (15/11).

Dr. Erni juga mengatakan apabila mengalami gejala infeksi, disarankan untuk minum obat simptomatik. Obat simptomatik adalah obat yang fungsinya untuk meringankan gejala saja misalnya seperti obat mual, obat pusing, atau obat batuk. Nantinya, sistem imun dan kekebalan tubuh Anda sendirilah yang akan berjuang melawan bakteri dan virus penyebab infeksi. Selain itu untuk sembuh tanpa antibiotik, ada baiknya Anda menghindari pemicu-pemicu penyebab infeksi dan istirahat yang cukup.

Namun, antibiotik tetap diperlukan untuk melawan infeksi

Cyclopenthiazide adalah

Dalam kasus tertentu, antibiotik diperlukan untuk mengatasi infeksi di dalam tubuh. Antibiotik bekerja dengan cara membunuh atau menghentikan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi. Sebenarnya, sebelum bakteri berkembang biak dan menghasilkan berbagai gejala serta tanda, sistem kekebalan tubuh sudah bekerja untuk menghancurkan dan menghentikan bakteri tersebut.

Sistem kekebalan tubuh memiliki sel darah putih yang bertanggung jawab untuk melakukan penyerangan. Namun, ketika tubuh tidak bisa menangani pertumbuhan bakteri, maka bakteri akan terus menekan sistem kekebalan tubuh dan akhirnya berhasil menginfeksi tubuh. Pada kondisi tersebutlah antibiotik diperlukan.

Antibiotik yang pertama kali dibuat adalah penicillin yang dikembangkan oleh salah satu peneliti terkenal yaitu Alexander Fleming pada tahun 1928. Semenjak itu, antibiotik dipakai untuk mengobati beragam penyakit infeksi yang terjadi karena bakteri.

terlalu banyak minum obat

Minum antibiotik sembarangan bisa sebabkan resistensi

Meskipun antibiotik digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi, tetap saja antibiotik adalah obat hanya bisa didapatkan pakai resep dokter. Tidak boleh dibeli sembarangan di toko obat atau apotek. Bila Anda minum antibiotik tanpa dosis yang tepat, ini juga bisa menyebabkan resistensi antibiotik.

Resistensi antibiotik terjadi ketika Anda minum antibiotik dengan tidak benar. Misalnya minum tidak sesuai anjuran dokter, melewatkan dosis minum antibiotik, atau bahkan terus-terusan minum antibiotik dengan gejala infeksi yang belum pasti. Jika Anda tidak minum antibiotik dengan benar, maka tubuh tidak akan memiliki kadar obat yang cukup untuk melawan bakteri. Kondisi ini kemungkinan dapat menyebabkan bakteri menjadi tahan, kebal, lebih kuat, dan semakin susah untuk dilawan.

Bakteri yang resisten atau kebal terhadap antibiotik sering kali lebih sulit untuk dibunuh dan lebih mahal pula untuk diobati. Pada beberapa kasus, infeksi yang disebabkan oleh bakteri resisten dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian. Padahal, bakteri ini masih tetap bisa menyebar ke keluarga atau orang lain. Maka itu, kasus kematian akibat bakteri resisten sangat mengancam masyarakat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wawancara dengan dr.Erni Nelwan, Sp.PD-KPTI, dokter penyakit dalam, konsultan penyakit tropik infeksi di RSCM di Rumah Sakit Universitas Indonesia pada Kamis, (15/11).

Antibiotic/Antimicrobial Resistence https://www.cdc.gov/drugresistance/about.html Diakses pada 15 November 2018.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 16/11/2018
x