Takayasu Arteritis: Penyakit Langka yang Menyerang Wanita Asia

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Takayasu Arteritis adalah salah satu penyakit langka yang merupakan peradangan dinding pembuluh darah, dan umumnya menyerang wanita-wanita dari benua Asia. Penyakit ini ditemukan oleh dr. Mikito Takayasu pada tahun 1908 dan dinamakan sesuai nama penemunya. Pasien penyakit Takayasu arteritis umumnya merupakan wanita Asia berumur di bawah 40 tahun. Penyakit ini merupakan penyakit pembuluh darah yang langka, di mana frekuensi terjadinya penyakit Takayasu arteritis hanya sekitar dua hingga tiga kasus per satu juta populasi manusia setiap tahunnya.

Selain Takayasu arteritis, penyakit ini juga dikenal dengan nama-nama lain, seperti young female arteritis, pulseless disease, aortic arch syndrome, dan reversed coarctation.

Apa penyebab Takayasu arteritis?

Penyakit Takayasu arteritis pertama kali ditemukan akibat adanya kemunculan pembuluh darah sirkular di bagian retina mata yang diikuti dengan ketidakadaan denyut nadi di pergelangan tangan penderita, yang menyebabkan penyakit ini sering disebut sebagai pulseless disease. Lebih lanjut diketahui bahwa ternyata malformasi pembuluh darah di retina merupakan respons dari penyempitan pembuluh darah arteri di leher, dan ketiadaan denyut nadi merupakan akibat dari penyempitan pembuluh darah di lengan sang penderita.

Pada penyakit ini, inflamasi menyebabkan kerusakan pada aorta, yaitu pembuluh nadi besar yang membawa dari dari jantung ke seluruh tubuh, dan pembuluh darah lain yang berhubungan dengan aorta. Penyakit ini bisa menyebabkan penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri (stenosis) atau pelebaran arteri yang tidak normal (aneurisme). Pada kasus yang lebih parah, penyempitan pembuluh darah bisa menyebabkan penurunan aliran darah yang berakibat berkurangnya pasokan oksigen ke seluruh organ tubuh, sementara itu aneurisme bisa berlanjut ke gagal fungsi katup jantung atau bocornya pembuluh darah aorta.

Penyebab pasti penyakit arteritis Takayasu belum diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan besar penyakit ini disebabkan oleh kondisi autoimun, di mana sistem imun berupa sel darah putih penderita menyerang pembuluh darah aorta dan percabangannya. Kemungkinan lainnya adalah penyakit ini disebabkan oleh virus atau infeksi, mulai dari infeksi spirochetes, Mycobacterium tuberculosis, hingga mikroorganisme streptokokus. Penyakit ini juga menurun di keluarga, sehingga terdapat kemungkinan faktor genetik juga memiliki pengaruh dalam penyebab penyakit ini. Langkanya kasus penyakit menyebabkan penelitian mengenai penyebab pasti penyakit ini lebih sulit dilakukan.

Ciri dan gejala Takayasu arteritis

Tanda-tanda dan gejala penyakit Takayasu arteritis umumnya terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pertama berupa systemic phase dan tahap kedua berupa occlusive phase. Namun, pada beberapa penderita, kedua tahapan ini bisa berlangsung pada waktu bersamaan.

Tahap pertama: systemic phase

Gejalanya berupa:

  • kelelahan
  • penurunan berat badan
  • rasa sakit dan nyeri di tubuh
  • demam ringan

Pada tahapan ini, gejala-gejala yang terlihat masih sangat umum dan tidak spesifik. Kebanyakan pasien juga mengalami peningkatan laju pengendapan sel darah merah (erythrocyte sedimentation rate, ESR) pada tahap ini.

Tahap kedua: occlusive phase

Gejalanya berupa:

  • sakit pada bagian tubuh, terutama tangan dan kaki (klaudikasi)
  • pening, pusing, hingga pingsan
  • sakit kepala
  • masalah ingatan dan kemampuan berpikir
  • napas pendek
  • tekanan darah pendek
  • perbedaan tekanan darah pada kedua lengan
  • penurunan denyut nadi
  • anemia
  • terdengar bunyi pada arteri saat pengecekan menggunakan stetoskop.

Pada tahap kedua, inflamasi pembuluh darah telah menyebabkan penyempitan arteri (stenosis), sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke organ dan jaringan tubuh semakin menurun. Penyempitan pembuluh darah di leher, lengan, dan pergelangan tangan juga menyebabkan denyut nadi tidak terdeteksi sehingga penderita terkesan ‘tidak mempunyai denyut nadi.

Komplikasi yang diakibatkan Takayasu arteritis

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit arteritis Takayasu merupakan kondisi inflamasi pembuluh darah terbesar dan percabangannya, sehingga penyakit ini juga bisa menyebabkan komplikasi lebih lanjut penyakit-penyakit lain yang berhubungan dengan pembuluh darah, antara lain:

  • Penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang bisa menyebabkan penurunan aliran darah ke berbagai jaringan dan organ tubuh.
  • Pecahnya pembuluh darah akibat aneurisme aorta.
  • Tekanan darah tinggi akibat penyempitan pembuluh darah yang mengangkut darah ke organ ginjal (arteri renal).
  • Pneumonia, interstitial pulmonary fibrosis, dan kerusakan alveolus apabila penyakit ini menyerang pembuluh darah arteri pulmonary.
  • Inflamasi jantung yang kemudian mempengaruhi otot jantung (miokarditis) dan katup jantung.
  • Gagal jantung akibat tekanan darah tinggi, miokarditis, atau regurgitasi katup aorta.
  • Transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan.
  • Stroke akibat penurunan alirah darah atau penyumbatan aliran darah dari jantung ke bagian otak.
  • Serangan jantung.

Selain itu, Takayasu arteritis juga sering dikaitkan dengan berbagai penyakit lain, seperti glomerulonefritis, systemic lupus, polymyositis, polymyalgia rheumatica, rheumatoid arthritis, Still disease, dan ankylosing spondylitis.

Penyakit Takayasu arteritis merupakan penyakit pembuluh darah yang kronis dan mempunyai kemungkinan besar untuk kambuh kembali setelah pengobatan, sehingga dibutuhkan pengobatan jangka panjang. Saat Anda merasakan adanya kesulitan bernapas, sakit di dada, atau tanda-tanda stroke, Anda dianjurkan untuk memeriksakan ke dokter yang bersangkutan. Deteksi dini merupakan salah satu kunci untuk pengobatan penyakit ini. Lebih lanjut, jika Anda telah terkena penyakit ini dan telah dinyatakan sembuh, Anda juga harus tetap melakukan pengecekan rutin ke dokter yang bersangkutan untuk menghindari terkena penyakit ini lagi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit