home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Aterosklerosis

Definisi aterosklerosis|Tanda & gejala aterosklerosis |Penyebab aterosklerosis|Faktor risiko aterosklerosis|Diagnosis aterosklerosis|Pengobatan untuk aterosklerosis
Aterosklerosis

Definisi aterosklerosis

Apa itu aterosklerosis?

Aterosklerosis adalah penyakit yang muncul saat plak (timbunan lemak) menyumbat arteri Anda. Plak terbentuk dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat-zat lainnya yang terdapat dalam darah.

Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen dari jantung menuju ke bagian tubuh lainnya. Sementara, arteri koroner adalah arteri yang membawa darah ke seluruh bagian jantung (sumber oksigen dan nutrisi jantung).

Saat plak berkembang, salah satu jenis arteri akan kena imbasnya. Seiring waktu, plak dapat menyumbat sebagian atau keseluruhan aliran darah melalui arteri berukuran besar dan sedang pada jantung, otot, panggul, kaki, lengan, atau ginjal.

Jika sudah begini, kondisi tersebut dapat memicu berbagai kondisi lain, yaitu:

  • Penyakit jantung koroner (plak di arteri koroner atau mengarah ke seluruh bagian jantung).
  • Angina (nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung).
  • Penyakit arteri karotis (plak di arteri leher yang memasok darah ke otak).
  • Peripheral artery disease atau PAD (plak di arteri ekstremitas, terutama kaki).
  • Penyakit ginjal kronis.

Seberapa umumkah aterosklerosis?

Aterosklerosis adalah masalah yang cukup umum dan berkaitan dengan penuaan. Seiring bertambahnya usia, risiko Anda untuk terkena aterosklerosis meningkat.

Faktor genetik atau gaya hidup menyebabkan plak menumpuk dalam pembuluh darah seiring Anda beranjak tua. Pada saat Anda telah setengah baya atau lebih, cukup plak telah menumpuk untuk menyebabkan tanda-tanda atau gejala.

Pada pria, risikonya meningkat setelah usia 45 tahun. Sementara itu, pada wanita, risikonya meningkat setelah usia 55 tahun.

Namun, hal ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Anda bisa berdiskusi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala aterosklerosis

Apa saja tanda-tanda dan gejala aterosklerosis?

Aterosklerosis tidak terjadi dengan cepat, melainkan secara bertahap. Namun, aterosklerosis ringan biasanya tidak menimbulkan gejala.

Umumnya, Anda tidak akan menunjukkan gejala aterosklerosis sebelum arteri mulai menyempit atau tersumbat.

Terkadang, gumpalan darah sepenuhnya menyumbat aliran darah, atau bahkan memecahkannya hingga memicu serangan jantung atau stroke.

Berikut adalah gejala aterosklerosis berdasarkan lokasi arteri yang terdampak, yaitu:

  • Dada terasa sakit atau muncul tekanan pada dada (angina) jika terjadi pada arteri jantung.
  • Mati rasa pada lengan atau kaki, kesulitan berbicara, hilangnya pandangan mata pada salah satu mata, atau otot wajah mengendur jika terjadi pada arteri menuju ke otak.
  • Kaki terasa sakit saat berjalan dan tekanan darah menurun pada kaki tersebut jika terjadi pada arteri pada lengan atau kaki.
  • Tekanan darah tinggi atau gagal ginjal jika terjadi pada arteri menuju ginjal.

Kapan harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah aterosklerosis bertambah semakin parah dan mencegah serangan jantung, stroke, atau kondisi darurat medis lainnya.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya untuk segera memeriksakan kondisi ini ke dokter untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda mengalami satu atau lebih tanda atau gejala dari aterosklerosis tersebut, atau memiliki pertanyaan apa saja mengenai kondisi ini, konsultasikanlah pada dokter.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab aterosklerosis

Aterosklerosis adalah penyakit yang berkembang secara bertahap. Penyakit ini biasanya mulai muncul pada masa anak-anak.

Meski masih belum dapat diketahui secara pasti penyebab utama dari kondisi ini, menurut American Heart Association, banyak ilmuwan percaya bahwa kondisi ini muncul ketika lapisan dalam arteri (disebut endotelium) rusak.

Selain itu, berikut adalah beberapa kondisi yang mungkin menjadi penyebab aterosklerosis, yaitu:

  • Kolesterol tinggi.
  • Lemak.
  • Penuaan.
  • Merokok dan sumber tembakau lainnya.
  • Resistensi insulin, obesitas atau diabetes.
  • Peradangan karena penyakit, seperti radang sendi, lupus atau infeksi, atau peradangan tanpa sebab.

Faktor risiko aterosklerosis

Apa saja faktor risiko dari aterosklerosis?

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terhadap aterosklerosis. Beberapa risiko dapat Anda cegah, sementara yang lainnya tidak. Di antaranya:

Faktor risiko tidak menandakan bahwa Anda pasti mengalami kondisi ini. Akan tetapi, jika memiliki salah satu atau lebih dari faktor risiko tersebut, Anda harus lebih memerhatikan kondisi kesehatan.

Diagnosis aterosklerosis

Untuk memastikan bahwa Anda mengalami kondisi ini, penting untuk memeriksakan terlebih dahulu kondisi kesehatan ke dokter.

Selama pemeriksaan fisik, dokter dapat menemukan tanda-tanda penyempitan, pembesaran atau pengerasan arteri, termasuk:

  • Denyut nadi yang tidak terasa atau lemah pada daerah yang terdapat penyempitan arteri.
  • Penurunan tekanan darah pada tungkai yang terdampak.
  • Bunyi desingan (bruit) pada arteri yang terdengar dengan menggunakan stetoskop.

Tergantung pada hasil pemeriksaan fisik, dokter dapat menyarankan satu tes diagnosis atau lebih, termasuk:

1. Tes darah

Tes laboratorium dapat mendeteksi kadar kolesterol dan gula darah yang dapat meningkatkan risiko aterosklerosis.

Biasanya, dokter akan meminta Anda untuk puasa dan hanya minum air putih selama 9 sampai 12 jam sebelum melakukan tes darah.

2. USG Doppler

Dokter dapat menggunakan perangkat USG (USG Doppler) untuk mengukur tekanan darah pada berbagai titik sepanjang lengan atau kaki Anda.

Pengukuran menggunakan alat ini dapat membantu dokter mengukur setiap penyumbatan serta laju aliran darah pada arteri.

3. Angkle-brachial index

Tes ini dapat menunjukkan jika Anda terkena aterosklerosis pada arteri tungkai dan telapak kaki. Dokter dapat membandingkan tekanan darah pada pergelangan kaki dengan tekanan darah pada lengan Anda.

Pemeriksaan ini bernama ankle-brachial index. Perbedaan abnormal dapat mengindikasikan penyakit pembuluh darah perifer yang biasanya terjadi karena aterosklerosis.

4. Elektrokardiogram (EKG)

EKG sering kali dapat menunjukkan bukti pernah terjadinya serangan jantung. Jika tanda-tanda dan gejala yang Anda rasakan paling sering terjadi selama Anda berolahraga, dokter dapat meminta Anda untuk berjalan di atas treadmill atau bersepeda selama EKG.

5. Tes stres treadmill

Tes stres, juga disebut tes stres treadmill, bermanfaat untuk mengumpulkan informasi mengenai seberapa baik jantung Anda bekerja selama aktivitas fisik.

Mengingat olahraga dapat membuat jantung memompa lebih keras dan cepat, tes stress treadmill dapat menunjukkan masalah pada jantung yang bisa saja tidak terdeteksi dengan cara lain.

Tes stress biasanya terdiri dari berjalan di atas treadmill atau bersepeda statis sementara irama jantung, tekanan darah dan pernapasan dimonitor.

6. Katerisasi jantung dan angiogram

Tes ini dapat menunjukkan apakah arteri koroner Anda menyempit atau menyumbat. Sebelum melakukan tes ini, biasanya pewarna cair diinjeksikan ke dalam arteri jantung melalui selang panjang dan tipis (kateter).

Nantinya, kateter akan dimasukkan lewat satu arteri, biasanya di kaki, ke arteri di jantung. Seiring pewarna tersebut memenuhi arteri, dokter atau tim medis akan lebih mudah melihatnya karena menjadi tampak dalam X-ray.

Dengan begitu, dokter atau tim medis akan lebih mudah menemukan daerah penyumbatan pada pembuluh darah Anda.

7. Tes pencitraan lainnya

Dokter dapat menggunakan ultrasound, computerized tomography (CT scan) atau magnetic resonance angiography (MRI) untuk mempelajari arteri Anda.

Tes-tes ini sering kali dapat menunjukkan pengerasan dan penyempitan arteri besar, serta aneurisma dan deposit kalsium pada dinding arteri.

Pengobatan untuk aterosklerosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja pengobatan untuk mengatasi aterosklerosis?

Pengobatan untuk mengatasi aterosklerosis mencakup perubahan gaya hidup saat ini ke gaya hidup yang membatasi jumlah lemak dan kolesterol yang Anda konsumsi.

Tujuan dalam pengobatan ini adalah:

  • Menurunkan risiko pembentukan gumpalan darah.
  • Mencegah penyakit terkait aterosklerosis.
  • Mengurangi faktor risiko dalam upaya memperlambat atau menghentikan penumpukan plak.
  • Menghilangkan gejala.

Anda perlu lebih banyak berolahraga untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Perawatan medis untuk mengatasi aterosklerosis adalah:

1. Penggunaan obat-obatan

Obat-obatan dapat membantu mencegah memburuknya aterosklerosis. Obat-obatan ini termasuk:

  • Obat penurun kolesterol, termasuk statin.
  • Obat anti-trombosis dan antikoagulan, seperti aspirin, untuk mencegah penggumpalan dan penyumbatan darah dalam arteri.
  • Beta-blocker atau calcium channel blocker untuk menurunkan tekanan darah.
  • Diuretik atau pil air, untuk membantu menurunkan tekanan darah.
  • Inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE), yang membantu mencegah penyempitan arteri.

2. Operasi

Terkadang, dokter perlu melakukan operasi, khususnya jika gejala aterosklerosis yang muncul sangat berat. Prosedur medis ini juga mungkin menjadi pilihan saat otot atau jaringan kulit terancam. Berikut adalah kemungkinan operasi untuk mengobati aterosklerosis:

  • Operasi bypass, yang meliputi penggunaan pembuluh darah dari bagian tubuh lainnya atau selang sintetis untuk membelokkan darah pada sekitar arteri yang tersumbat atau menyempit.
  • Terapi trombolitik, yang meliputi pelarutan gumpalan darah dengan menginjeksikan obat ke dalam arteri yang terdampak.
  • Angioplasti, yang meliputi penggunaan kateter dan balon untuk memperluas arteri.
  • Endarteretomi, yang meliputi operasi pengangkatan deposit lemak dari arteri.
  • Aterektomi, yang meliputi pengangkatan plak dari arteri menggunakan kateter dengan ujung pisau tajam.

3. Pemasangan stent atau ring

Dalam prosedur ini, dokter akan memasang stent atau ring, yaitu silinder kecil dari kawat dalam proses angioplasti.

Selama angioplasti, pertama-tama dokter akan memasukkan kateter ke dalam arteri pada kaki atau lengan. Dokter atau tim medis kemudian akan memindahkan kateter ke area yang menjadi perhatian, biasanya arteri koroner.

Dengan menyuntikkan pewarna yang terlihat pada layar sinar-X langsung, dokter dapat memantau penyumbatan. Dokter kemudian membuka sumbatan menggunakan alat kecil pada ujung kateter.

Selama proses tersebut, sebuah balon di ujung kateter digembungkan di dalam penyumbatan untuk membukanya.

Ring dapat ditempatkan dalam proses ini dan sengaja ditinggalkan begitu balon dan kateter dilepas.

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi aterosklerosis?

Menurut Mayo Clinic, berikut adalah perubahan gaya hidup berikut dapat membantu Anda mengurangi risiko aterosklerosis:

  • Makan diet sehat yang rendah lemak jenuh dan kolesterol.
  • Menghindari makanan berlemak.
  • Menambahkan ikan ke dalam menu makanan dua kali per minggu.
  • Berolahraga selama 30 sampai 60 menit per hari, enam hari per minggu.
  • Berhenti merokok jika Anda seorang perokok.
  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Mengatasi stress.
  • Mengobati kondisi yang berkaitan dengan aterosklerosis, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 19/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x