home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Jantung

Kenali Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Jantung

Ada berbagai jenis penyakit jantung (kardiovaskuler), mulai dari serangan jantung hingga gagal jantung. Penyakit jantung butuh pengobatan dokter secepat mungkin, karena dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, penting mengetahui penyebab penyakit jantung, serta berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

Penyebab umum penyakit jantung

risiko serangan jantung

Penyebab umum sakit jantung adalah adanya penyumbatan, peradangan, atau kerusakan pada jantung dan pembuluh darah di sekitarnya.

Umumnya, penyakit jantung disebabkan oleh adanya plak. Ini diawali dengan plak pada arteri koroner, yang seiring waktu akan menumpuk dan mengeras. Plak ini akan mempersempit dan mengurangi aliran darah kaya oksigen ke jantung. Pada tahap ini, gejala penyakit jantung akan mulai dirasakan, salah satunya nyeri pada dada.

Plak penyebab penyakit jantung juga bisa pecah menyebabkan fragmen sel darah (platelet) menempel pada area yang terkena dan membentuk bekuan darah.

Kondisi ini dapat mempersempit arteri koroner dan memperparah gejala. Bila bekuan darah sudah memblokir arteri secara menyeluruh, serangan jantung dapat terjadi. Penumpukan plak ini biasanya terjadi pada orang dengan aterosklerosis.

Jenis penyakit kardiovaskuler lain, seperti endokarditis disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Selain itu, penyakit kardiovaskuler bisa juga disebabkan oleh cacat bawaan lahir. Saat di dalam kandungan, jantung tidak berkembang secara sempurna.

Beragam faktor risiko penyakit jantung

detak jantung tidak teratur

Di sisi lain, ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang jadi lebih rentan terserang penyakit kardiovaskuler ketimbang orang lain.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyebab umum dari sakit jantung adalah kerusakan atau gangguan pada fungsi organ jantung. Ini dapat terjadi akibat akumulasi faktor-faktor risiko, seperti kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, peradangan di pembuluh darah, dan kadar kolesterol atau gula dalam darah tinggi.

Naiknya tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah dipengaruhi berbagai kegiatan, aktivitas, maupun kondisi lingkungan di sekitar Anda. Semua hal tersebut kemungkinan besar Anda lakukan atau rasakan tapi tidak disadari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Faktor risiko dari penyakit jantung, meliputi:

1. Usia

Risiko penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya umur, terlepas dari faktor risiko lainnya. Risiko meningkat bagi pria setelah berumur 45 tahun dan wanita setelah berumur 55 tahun (atau menopause).

Semakin menua, arteri mungkin menyempit dan penumpukan plak akan terjadi. Penggumpalan darah yang terbentuk dapat menghambat aliran darah di arteri. Kondisi inilah yang akhirnya jadi penyebab penyakit jantung pada orang usia lanjut.

2. Kadar kolesterol total

Kolesterol total (jumlah semua kolesterol dalam darah) adalah faktor risiko penyakit jantung. Mengingat karena kolesterol dapat membentuk plak yang dapat menumpuk di dalam arteri.

Teori bahwa semakin banyak kolesterol di dalam darah, semakin banyak plak yang terbentuk dan menumpuk. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar kolesterol total, semakin tinggi risiko penyakit jantung.

Rentang kadar kolesterol dalam darah yang perlu Anda perhatikan, yakni:

  • Normal: kurang dari 200 mg/dL
  • Cukup tinggi: 200-239 mg/dL
  • Tinggi: 240 mg/dL dan lebih

3. Kebiasaan merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, selain memicu masalah kesehatan lain. Nikotin dan zat kimia lain di dalam rokok membahayakan jantung dan pembuluh darah, meningkatkan risiko atherosclerosis (penyempitan arteri). Hal ini mungkin terjadi, walaupun Anda hanya sesekali merokok.

Untungnya, berapa banyak atau lama Anda telah merokok, berhenti merokok akan memberikan manfaat bagi jantung.

4. Kondisi hipertensi atau diabetes

Memiliki hipertensi atau diabetes membuat seseorang lebih rentan dengan penyakit kardiovaskuler. Ini karena hipertensi (tekanan darah tinggi) dapat meningkatkan kekakuan arteri dan penumpukan plak.

Efeknya pada jantung dan pembuluh darah di sekitar jantung ini tidak berbeda jauh pada pasien diabetes. Oleh karena itulah, penyakit kardiovaskuler disebut-sebut sebagai salah satu komplikasi diabetes.

Faktor risiko penyakit jantung yang tak Anda duga

jenis serangan jantung

Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu berbagai hal-hal tidak terduga yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

1. Suara bising

Tingkat kebisingan suara dapat memengaruhi kesehatan jantung sehingga jadi penyebab risiko penyakit kardiovaskuler meningkat. Mulai dari sekitar 50 desibel, yang setara dengan suara obrolan dan kebisingan lalu lintas dapat meningkatkan tekanan darah Anda dan kemungkinan gagal jantung.

Untuk setiap peningkatan 10 desibel, kemungkinan penyakit jantung dan stroke Anda juga akan meningkat. Hal ini mungkin terkait dengan bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap stres.

2. Jumlah anak yang dimiliki

Wanita yang hamil lebih dari satu kali alias punya banyak anak meningkatkan risiko penyakit jantung, antara lain mengalami peningkatan risiko atrial fibrilasi, atau disebut juga sebagai AF. Ini adalah kondisi detak jantung yang tidak teratur, sehingga dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di jantung yang berlanjut ke stroke, dan komplikasi lainnya.

Sebuah studi pada melaporkan bahwa wanita yang hamil empat kali atau lebih mengalami peningkatan 30-50 persen mengalami AF dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah hamil.

Selama kehamilan, jantung semakin membesar, hormon tidak seimbang, dan sistem kekebalan tubuh meningkat. Hal tersebut dianggap sebagai pemicu dari penyakit jantung. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan keduanya.

3. Kesepian

Memiliki sedikit teman dan tidak merasa bahagia dengan hubungan pertemanan atau percintaan, akan membuat Anda merasa kesepian. Hati-hati, rasa kesepian meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Merasa kesepian sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan efek stres lainnya. Karena itu, sebaiknya perluas pertemanan Anda, misalnya dengan gabung dengan tim olahraga. Dengan begitu Anda akan mendapatkan manfaat dari olahraga dan mendapatkan lebih banyak teman.

4. Sering lembur

Orang yang bekerja setidaknya 55 jam per minggu lebih berisiko memiliki penyakit jantung dibanding orang yang bekerja selama 35-40 jam per minggu.

Periset menjelaskan kerja lembur membuat seseorang jadi lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Ini membuat seseorang lebih stres karena tuntutan kerja yang tinggi atau terpapar kebisingan dan bahan kimia lainnya di.

Waktu di rumah yang terbatas karena lembur ini jadi penyebab seseorang sulit untuk olahraga atau bergerak lebih banyak sehingga berisiko terserang penyakit jantung.

5. Penyakit gusi

Penyakit gusi dapat meningkatkan risiko sakit jantung, tidak hanya sekadar menyebabkan gangguan pada mulut saja.

Alasannya, karena bakteri di gusi dapat menyebabkan peradangan atau pembengkakan di daerah gusi, akhirnya bisa menyebar ke pembuluh darah arteri di sekitar jantung.

Selain itu, penyakit ini juga memperburuk tekananan darah sehingga memungkinkan terbentuknya plak di arteri. Hal ini membuat arteri (pembuluh darah yang membawa darah dari jantung) mengalami penebalan akibat penumpukan plak.

Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis, yang membuat darah sulit mengalir ke jantung Anda dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

6. Nyeri bahu

Anda pasti tidak pernah menduga bahwa nyeri bahu menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung.

Sebuah penelitian dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine, orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, lebih mungkin mengalami nyeri bahu atau cedera rotator cuff.

Hubungan keduanya masih belum pasti, namun peneliti mengatakan bahwa mengobati tekanan darah tinggi dan faktor risiko lain juga dapat membantu meredakan rasa nyeri di bahu.

Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa orang dengan sindrom carpal tunnel, Achilles tendonitis, dan tennis elbow juga memiliki peningkatan risiko penyakit jantung.

7. Nonton tv terlalu lama

Tidak ada salahnya memang menonton tv sambil istirahat dan bersantai di rumah. Namun, jika nonton tv terlalu lama bisa menjadi penyebab penyakit jantung. Jika Anda hanya berjam-jam di depan tv sambil ngemil dan dengan posisi yang itu-itu saja, ini dapat meningkatkan risiko Anda memiliki penyakit jantung.

Asosiasi Jantung di Amerika (American Heart Association) melaporkan bahwa diam atau duduk dengan posisi yang sama dalam waktu yang lama adalah salah satu faktor risiko dari serangan jantung dan stroke.

Tubuh yang tidak aktif pada umumnya buruk untuk kesehatan Anda secara menyeluruh, terutama jantung. Ini membuat Anda rentan terhadap pembekuan darah.

Di samping itu, saat nonton tv sambil makan berlebihan, Anda lebih mungkin memilih junk food sebagai camilan. Ini juga akan meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Heart Attack Risk Assessment. (n.d.). www.heart.orghttp://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HeartAttack/HeartAttackToolsResources/Heart-Attack-Risk-Assessment_UCM_303944_Article.jsp#.T0wBn3bCMYY [Accessed on May 14th, 2020]

How Does Smoking Affect the Heart and Blood Vessels? – NHLBI, NIH. (n.d.). NIH Heart, Lung and Blood Institutehttp://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/smo/ [Accessed on May 14th, 2020]

Cardiovascular diseases (CVDs). (2017, May 17). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds) [Accessed on May 14th, 2020]

Heart disease – Symptoms and causes. (2018, March 22). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118 [Accessed on May 14th, 2020]

Hardy, R., Lawlor, D., Black, S., Wadsworth, M. and Kuh, D., 2007.Number of children and coronary heart disease risk factors in men and women from a British birth cohortBJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 114(6), pp.721-730. [Accessed on May 14th, 2020]

Applegate, K., Thiese, M., Merryweather, A., Kapellusch, J., Drury, D., & Wood, E. et al. (2017). Association Between Cardiovascular Disease Risk Factors and Rotator Cuff Tendinopathy. Journal Of Occupational And Environmental Medicine, 59(2), 154-160. doi: 10.1097/jom.0000000000000929 [Accessed on May 14th, 2020]

Poor oral health linked to higher blood pressure, worse blood pressure control. (2018, October 22). American Heart Association. https://newsroom.heart.org/news/poor-oral-health-linked-to-higher-blood-pressure-worse-blood-pressure-control#.WLh5rG8rLIU [Accessed on May 14th, 2020]

Sitting too much may raise heart disease risk. (2018, May 1). www.heart.org. https://www.heart.org/en/news/2018/05/01/sitting-too-much-may-raise-heart-disease-risk [Accessed on May 14th, 2020]

Virtanen, M. and Kivimäki, M., 2018. Long Working Hours and Risk of Cardiovascular Disease. Current Cardiology Reports, 20(11). [Accessed on May 14th, 2020]

The Framingham Heart Study ¬ª  Internal Medicine Residency Program ¬ª Boston University. (n.d.). Boston University Medical Campushttp://www.bumc.bu.edu/im-residency/research/framingham-heart/ [Accessed on May 14th, 2020]

Hahad, O., Kröller-Schön, S., Daiber, A., & Münzel, T. (2019). The Cardiovascular Effects of NoiseDeutsches Arzteblatt international116(14), 245–250. https://doi.org/10.3238/arztebl.2019.0245 [Accessed on May 14th, 2020]

Vergeer, M., Holleboom, A. G., Kastelein, J. J., & Kuivenhoven, J. A. (2010, April 6). The HDL hypothesis: does high-density lipoprotein protect from atherosclerosis?. Journal of Lipid Researchwww.jlr.org/content/51/8/2058.full [Accessed on May 14th, 2020]

Risk factors. (2017, May 30). World Heart Federation. https://www.world-heart-federation.org/resources/risk-factors/ [Accessed on May 14th, 2020]

Loneliness is bad for the heart. (n.d.). European Society of Cardiology. https://www.escardio.org/The-ESC/Press-Office/Press-releases/loneliness-is-bad-for-the-heart [Accessed on May 14th, 2020]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 08/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x