backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Memahami Penyebab Penyakit Jantung Berdasarkan Jenisnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 30/08/2022

Memahami Penyebab Penyakit Jantung Berdasarkan Jenisnya

Penyakit kardiovaskular, atau yang lebih umum dikenal sebagai penyakit jantung, merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja penyebab penyakit jantung agar dapat terhindar darinya.

Apa penyebab penyakit jantung?

Setiap jenis penyakit jantung memiliki penyebab yang berbeda. Namun, beberapa penyakit jantung terkadang juga memiliki keterkaitan antara satu sama lain sehingga ada kemungkinan disebabkan oleh kondisi yang sama.

Berikut sejumlah penyebab sakit jantung berdasarkan jenisnya.

1. Penyakit jantung koroner

penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyumbatan, peradangan, atau kerusakan pada jantung dan pembuluh darah di sekitarnya. Kondisi-kondisi tersebut berawal dari kehadiran plak dalam pembuluh darah.

Semua bermula ketika plak kolesterol mulai menumpuk pada dinding arteri koroner, pembuluh yang mengalirkan darah mengandung oksigen menuju jantung.

Plak akan mengeras, lalu mempersempit dan mengurangi aliran darah kaya oksigen ke jantung. Hal ini kemudian menimbulkan gejala penyakit jantung, salah satunya nyeri dada.

Plak penyebab penyakit jantung juga bisa pecah, yang kemudian membuat keping darah menempel pada area yang terdampak dan membentuk bekuan darah.

Kondisi ini dapat mempersempit arteri koroner dan memperparah gejala penyakit jantung.

2. Gagal jantung

Gagal jantung merupakan penyakit jantung yang disebabkan oleh kerusakan pada otot jantung.

Kerusakan pada otot jantung ini terjadi karena tekanan darah tinggi (hipertensi), serangan jantung, dan tidak berfungsinya katup jantung dengan baik.

Umumnya, gagal jantung tidak dapat disembuhkan dan cenderung akan memburuk dari waktu ke waktu. Meskipun begitu, Anda dapat mengendalikan gejalanya agar kondisinya tidak bertambah parah.

3. Endokarditis

Jenis penyakit kardiovaskuler ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur yang masuk ke aliran darah.

Lewat aliran darah tersebut, bakteri, virus, atau jamur kemudian menempel pada lapisan dalam bilik dan katup jantung. 

Endokarditis merupakan masalah medis yang perlu segera mendapatkan penanganan. Jika dibiarkan begitu saja, penyakit ini dapat merusak dan menghancurkan katup jantung.

4. Serangan jantung

Serangan jantung terjadi ketika asupan darah dan oksigen ke jantung terhambat. Hal tersebut umumnya disebabkan oleh sumbatan lemak dan kolesterol pada pembuluh darah arteri.

Serangan jantung merupakan kondisi yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner. Apabila tidak segera ditangani, kedua penyakit ini dapat mengakibatkan kerusakan pada otot jantung.

5. Aritmia

aritmia

Aritmia adalah gangguan pada irama detak jantung. Detak jantung pengidap aritmia bisa lebih lambat, cepat, atau menjadi tidak beraturan.

Penyakit jantung ini disebabkan oleh adanya perubahan pada jaringan jantung yang berkaitan dengan masalah berikut.

  • Berkurangnya aliran darah ke jantung.
  • Gangguan pada sistem kelistrikan jantung.
  • Pengerasan jaringan jantung.
  • Kemunculan jaringan parut pada jantung.

Selain itu, aritmia juga dapat menjadi tanda penyakit jantung lain. Beberapa penyakit jantung yang ditandai dengan kondisi ini yaitu penyakit jantung koroner, kardiomiopati, hingga gangguan katup jantung.

6. Broken heart syndrome

Penyebab sakit jantung yang bersifat sementara ini yaitu stres atau situasi yang menguras emosi. Peningkatan hormon adrenalin ketika stres diketahui dapat mengakibatkan gangguan sementara pada jantung.

Sama seperti serangan jantung, kondisi ini terjadi akibat kurangnya asupan darah ke jantung karena penyempitan arteri.

Bedanya, penyempitan arteri pada orang-orang dengan broken heart syndrome tidak disebabkan oleh penumpukan plak, melainkan stres.

7. Penyakit jantung bawaan

penyakit jantung bawaan

Penyebab penyakit jantung bawaan ialah kecacatan pada jantung sejak lahir. Kondisi ini terjadi karena jantung tidak berkembang secara normal saat bayi masih berada di dalam rahim.

Selain itu, penyakit jantung bawaan juga bisa terjadi akibat adanya lubang pada dinding antara bilik jantung, pembuluh darah, dan atrium.

Kecacatan pada pembuluh darah dan katup jantung juga dapat menjadi salah satu penyebab penyakit jantung bawaan.

8. Penyakit jantung rematik

Penyakit jantung rematik adalah penyakit jantung yang disebabkan kerusakan pada katup jantung akibat demam rematik.

Demam rematik menyebabkan peradangan pada beberapa jaringan tubuh, salah satunya jantung.

Peradangan tersebut kemudian melukai dan merusak katup jantung. Akibatnya, katup jantung tidak dapat berfungsi dengan normal seiring berjalannya waktu.

9. Kardiomiopati

Dilansir dari John Hopkins Medicine, kardiomiopati merupakan kondisi yang terjadi ketika otot jantung kesulitan untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Penyebab utama jenis penyakit jantung ini yaitu infeksi virus pada jantung.

Kardiomiopati juga sering dikaitkan dengan penyakit jantung lain, seperti aritmia dan penyakit jantung bawaan.

Jika tidak segera ditangani, lemahnya otot jantung dapat memicu komplikasi seperti gagal jantung, henti jantung mendadak, hingga kematian.

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian yang sering kali muncul secara diam-diam. Maka dari itu, Anda harus menjaga kesehatan jantung dengan baik agar terhindar dari penyakit-penyakit di atas.

Cara menjaga kesehatan jantung tidak sulit, Anda cukup menerapkan pola hidup sehat setiap harinya, seperti konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, mengelola stres, dan tidak merokok.

Jika Anda merasakan gejala yang mengarah pada penyakit jantung, segera konsultasikan ke dokter.

Waspada efek domino penyakit jantung!

Penyebab penyakit jantung dapat berbeda-beda, tergantung apa jenisnya. Beberapa jenis penyakit jantung memiliki keterkaitan sehingga dapat memicu efek domino jika tidak segera mendapatkan penanganan. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 30/08/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan