Apa yang Menyebabkan Timbulnya Kanker Sekunder?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sebagai penyakit kronis, kanker berdampak besar pada penurunan kualitas kesehatan dan kehidupan seseorang secara keseluruhan. Terutama jika kanker bertambah parah atau kanker yang sudah hilang kemudian kambuh kembali (reccurent). Namun tidak hanya itu, dampak serius lainnya adalah munculnya kanker baru yang tidak berkaitan dengan kanker yang sebelumnya. Komplikasi ini dikenal sebagai kanker sekunder.

Apa itu kanker sekunder?

Kanker primer adalah tempat kanker dimulai. Terkadang sel kanker bisa lepas dari kanker primer dan menetap dan tumbuh di bagian tubuh yang lain. Pertumbuhan kanker baru ini disebut kanker sekunder. Kanker baru ini bukanlah metastasis, tapi lebih mengacu pada kanker “kedua” yang tidak terkait dengan yang pertama.

Kanker sekunder dapat muncul pada organ yang sebelumnya sudah terkena kanker ataupun organ lainnya karena adanya penyebaran sel kanker. Hal tersebut dapat terjadi dalam waktu yang lama atau dalam hitungan tahunan bahkan bulanan setelah penderita kanker dinyatakan sembuh. Munculnya kanker sekunder dapat dikarenakan beberapa jenis kanker yang memiliki risiko untuk memunculkan kanker sekunder yang lebih tinggi. Meski demikian, ada peluang terjadinya kanker sekunder terlepas dari apapun jenis kanker primer yang pernah dialami seseorang.

Apa penyebab kanker sekunder?

Tidak diketahui secara pasti bagaimana kanker sekunder dapat muncul ketika pasien kanker sudah dinyatakan sembuh karena terdapat berbagai faktor risiko yang dapat memicunya.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya kanker sekunder pada penderita kanker:

1. Penyebaran sel kanker dari melalui sistem limfatik

Hal ini bermula saat adanya sel dari kanker primer yang rusak kemudian berpisah dan berhasil memasuki aliran darah menuju sistem limfatik. Sistem limfatik itu sendiri merupakan bagian dari sistem imun yang memiliki saluran ke berbagai organ tubuh. Penurunan imunitas dan faktor genetik berperan dalam proses terjadinya perpindahan karena sistem limfatik tidak dapat menangkap sel kanker tersebut hingga memunculkan sel kanker yang baru.

Terdapat beberapa jenis kanker sekunder yang cenderung muncul akibat penyebaran sel kanker melalui peredaran sistem limfatik, diantaranya:

2. Memiliki riwayat kanker pada masa anak-anak

Kanker pada masa anak-anak atau yang terjadi pada usia dibawah 15 tahun sebagian besar dipengaruhi oleh mutasi gen atau efek pengobatan pada masa perkembangan tubuh. Akibatnya terdapat risiko yang lebih tinggi untuk mengalami jenis kanker yang umum terjadi seperti kanker prostat, kanker kolorektal dan kanker payudara. Untuk mengantisipasi hal ini maka sangat penting orang tua untuk selalu memperhatikan catatan riwayat penyakit dan kondisi kesehatan anak serta melakukan deteksi dini dan pengobatan secepatnya dimasa mendatang.

3. Turunan mutasi genetik dalam keluarga

Risiko kanker sekunder dapat berasal dari adanya faktor mutasi gen yang diwariskan dari orang tua pada anak-anaknya yang dapat meningkatkan risiko terkena satu atau beberapa jenis kanker. Misalnya pada mutasi gen tertentu seperti BRCA1 dan BRCA2 meningkatkan risiko beberapa jenis kanker seperti kanker payudara dan ovarium. Atau penyakit genetik lainnya seperti Lynch syndrome dan Hodgkin’s disease dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal, endometrium, kanker kandung kemih, kanker tulang dan kanker perut.

4. Faktor pengobatan kanker

Meskipun memiliki peluang yang kecil, namun risiko kanker sekunder dapat dipicu oleh beberapa metode pengobatan kanker, diantaranya:

  • Kemoterapi – pada dasarnya hampir setiap obat kemoterapi memiliki sifat potensial karsinogenik yang dapat merusak sel sehat sehingga dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker yang baru setelah pengobatan selesai atau di masa yang akan datang.
  • Terapi radiasi – merupakan metode pengobatan yang memiliki risiko menimbulkan kanker sekunder lebih tinggi dibandingkan kemoterapi karena efek kerusakan yang ditimbulkan pada sel yang sehat cenderung lebih besar.
  • Transplantasi stem sel – dapat memicu risiko kanker sekunder karena mengharuskan dosis kemoterapi yang juga terkadang disertai radiasi dalam dosis yang tinggi. Untuk mengurangi risiko transplatasi, metode pengobatan ini juga menggunakan obat yang berperan menurunkan daya tahan tubuh serta berisiko menyebabkan gangguan yang disebabkan malfungsi sel limfa dan sel T, infeksi virus Epstein-Barr serta terjadi ketidakcocokan sel imun donor sel stem dengan penerimanya.  

5. Faktor gaya hidup setelah pengobatan

Menjaga kesehatan setelah pengobatan kanker merupakan hal yang harus dilakukan dengan cara menjaga pola makan sehat, olahraga teratur, menghindari eksposur sinar UV berlebih serta menjauhkan paparan asap rokok dan alkohol. Meskipun terdapat faktor lainnya seperti kondisi hormonal dan imunitas namun menerapkan pola hidup sehat merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah timbulnya kanker sekunder.

Kanker sekunder memiliki faktor risiko yang sama dengan kanker primer

Beberapa jenis kanker seperti kanker kolorektal dan kanker payudara tidak memiliki faktor risiko spesifik, tetapi berbeda dengan kanker yang dapat disebabkan oleh faktor risiko spesifik seperti merokok dan konsumsi alkohol. Misalnya kejadian kanker laring pada seseorang  dapat disebabkan oleh faktor risiko merokok sehingga tidak menutup seseorang tersebut juga akan mengalami kanker lainnya yang berkaitan berkaitan perilaku merokok diantaranya kanker pada mulut, tenggorokan, esophagus dan kanker paru. Bahkan organ yang letaknya jauh dari kanker primer, seperti kanker kandung kemih.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 9, 2017 | Terakhir Diedit: September 5, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca