9 Pilihan Obat yang Efektif Redakan Sakit Kepala

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/04/2020 . 9 menit baca
Bagikan sekarang

Mengonsumsi obat merupakan salah satu cara mengatasi sakit kepala yang terus-menerus menyerang. Kebanyakan obat sakit kepala dapat Anda beli di apotek tanpa harus resep dokter. Meski demikian, jenis obat pereda nyeri yang Anda gunakan bisa saja berbeda dengan milik orang lain, tergantung penyebab munculnya sakit kepala dan apa gejala lainnya. Jenis sakit kepala tertentu juga mungkin membutuhkan obat yang lebih spesifik dari dokter. Berikut daftarnya.

Daftar obat sakit kepala yang dapat dibeli di apotek

Ada banyak pilihan obat sakit kepala. Namun dikutip dari Mayo Clinic, penting untuk Anda bisa mengenali lebih dulu apa penyebab serta tanda dan gejala dari sakit kepala Anda sebelum memilih obatnya.

Tidak semua obat OTC (on-the-counter/obat bebas nonresep) di apotek bisa meredakan semua kasus sakit kepala. Kadang, sakit kepala akibat kondisi medis tertentu atau yang sudah berlangsung lama butuh penanganan yang berbeda.

Namun secara umum, berikut adalah obat yang paling ampuh dan sering digunakan untuk meredakan sakit kepala:

1. Aspirin

Aspirin adalah obat minum golongan NSAID yang mengandung salisilat untuk meredakan nyeri kepala ringan sampai sedang.

Aspirin bekerja mengobati sakit kepala dengan menghalangi aktivitas enzim siklooksigenase-1 (COX-1) yang membentuk hormon prostaglandin. Prostaglandin adalah hormon yang membantu mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak dan memicu peradangan.

Produksi hormon ini dapat meningkat ketika Anda berhadapan dengan penyebab sakit kepala. Maka dengan minum aspirin, kadar prostaglandin dapat berkurang dalam tubuh dan rasa nyeri pun mereda.

Obat sakit kepala ini biasanya tersedia dalam bentuk tablet yang bisa Anda beli di apotek dengan atau tanpa resep dokter. Aspirin bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala tegang (tension headache) dan migrain. Bagaimana dengan dosisnya?

Dosis aspirin untuk meredakan sakit kepala pada orang dewasa adalah 325 hingga 650 miligram (mg) setiap tiga hingga empat jam sekali. Namun, hindari mengonsumsi obat ini lebih dari dua kali seminggu karena justru dapat menimbulkan sakit kepala akibat rebound headache.

Jika sakit kepala tidak kunjung reda meski sudah menggunakan aspirin, lebih baik konsultasikan ke dokter.

2. Ibuprofen

Ibuprofen juga merupakan obat golongan antiradang nonsteroid (NSAID), yang menghalangi kerja enzim siklooksigenase membentuk prostaglandin untuk memicu rasa sakit. Ibuprofen umumnya digunakan untuk mengatasi tension headache dan migrain.

Dosis ibuprofen yang disarankan untuk meredakan sakit kepala pada orang dewasa adalah 200-400 miligram dan dikonsumsi selama 4-6 jam sekali. Sementara itu, dosis untuk anak-anak ditentukan berdasarkan usia dan berat badan anak tersebut. Tanyakan lebih lanjut kepada dokter anak Anda mengenai penggunaan serta dosis ibuprofen sebagai obat sakit kepala pada anak.

Ibuprofen dapat dibeli di apotek secara bebas. Namun, tidak menutup kemungkinan dokter akan meresepkan obat ini untuk mengatasi kondisi Anda. Obat ini dapat digunakan bersama aspirin dan naproxen atau obat-obatan analgesik seperti celecoxib dan diclofenac untuk meredakan sakit.

Namun, jangan gunakan ibuprofen untuk mengatasi sakit kepala pada ibu hamil atau yang sedang merencakanan kehamilan. Ibuprofen berpotensi memengaruhi perkembangan janin.

3. Acetaminophen (paracetamol)

Acetaminophen adalah jenis obat lain yang ampuh meredakan sakit kepala dan tersedia di apotek tanpa harus menyertakan resep dari dokter. Acetaminophen memiliki nama lain yaitu paracetamol.

Paracetamol termasuk sebagai obat antinyeri golongan analgesik, yaitu obat-obatan yang mengubah respon tubuh terhadap rasa sakit tanpa menghalangi konduksi impuls saraf.

Rekomendasi dosis penggunaan acetaminophen untuk dewasa berbeda-beda, tergantung sediaan obat yang Anda gunakan dan berat badan Anda. Namun secara umum dosis paracetamol untuk meredakan nyeri pada orang dewasa adalah:

  • Paracetamol cair (sirup/suspensi): 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg tiap 6-8 jam.
  • Paracetamol tablet: 2 tablet dosis 500 mg diminum tiap 4-6 jam.

Obat ini dianggap bekerja lebih baik dibandingkan ibuprofen dalam mengatasi sakit kepala tegang (tension headache) dan migrain.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Head and Face Pain menyatakan bahwa acetaminophen dapat bekerja lebih baik mengatasi migrain saat digunakan bersamaan dengan aspirin dan kafein.

4. Indometachin

Sama halnya dengan ibuprofen dan aspirin, indometachin adalah obat pereda nyeri golongan NSAID yang bekerja menghentikan tubuh memproduksi hormon prostaglandin secara berlebihan. Prostaglandin adalah hormon pemicu rasa sakit, demam, dan peradangan.

Indometachin dapat menjadi obat untuk cluster headache (sakit kepala sebelah) , sakit kepala kronis, sakit kepala episodik, serta mencegah dan mengatasi serangan migrain yang cukup parah. Obat ini juga bisa digunakan untuk meredakan sakit kepala yang dipicu oleh kelelahan dan stres.

Indometachin adalah obat sakit kepala yang bisa Anda beli di apotek dengan menyertakan resep dari dokter. Obat ini tidak dapat dibeli secara bebas seperti tiga obat di atas.

Dosis Indometachin untuk Anda akan ditentukan oleh dokter berdasarkan penyebab dan keparahan gejala. Masing-masing orang memiliki kondisi yang berbeda sehingga dosis yang digunakan pun mungkin berbeda-beda.

5. Sumatriptan

Sumatriptan adalah obat golongan selective serotonin receptor agonists. Obat ini bekerja menyempitkan pembuluh darah untuk menghentikan sinyal rasa sakit yang dikirim ke otak dan menghalangi pelepasan zat alami pemicu rasa sakit, mual, dan gejala-gejala nyeri lainnya.

Obat ini paling efektif menghentikan sakit kepala atau migrain di menit-menit ketika gejala awal mulai terasa. Sumatriptan tidak dapat mencegah timbulnya serangan migrain atau menghalangi terjadinya sakit kepala.

Anda umumnya bisa menggunakan sediaan sumatriptan dengan dosis 25, 50, atau 100 miligram (mg) dan dikonsumsi hanya sekali untuk mengatasi sakit kepala

Jika gejala tidak membaik dan justru muncul kembali setelah dua jam menggunakan sumatriptan, Anda boleh mengonsumsi dosis kedua selama Anda mendapatkan izin dari dokter. Pada kondisi tertentu, Anda diperbolehkan mengonsumsi dosis sumatriptan hingga 200 mg dalam kurun waktu 24 jam.

Obat ini adalah obat resep. Anda tidak bisa membeli obat ini di apotek secara bebas tanpa menyertakan resep dari dokter.

6. Naproxen

Naproxen adalah obat lainnya dalam golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) yang digunakan untuk meredakan nyeri.

Obat ini bekerja menghalangi enzim sikloogsigenase untuk memproduksi prostaglandin. Prostaglandin adalah hormon yang berperan penting dalam menimbulkan peradangan atau rasa sakit di dalam tubuh.

Naproxen tersedia dalam naproxen biasa dan naproxen sodium. Keduanya sama ampuh untuk meredakan sakit kepala, tapi naproxen sodium lebih cepat diserap oleh tubuh. Efek pereda nyerinya dapat mulai terlihat dalam kurun waktu dua jam setelah konsumsi terakhir.

Namun memang, jika dibandingkan dengan obat-obatan NSAID lain naproxen tergolong kurang efektif untuk meredakan sakit kepala. Obat ini sebaiknya hanya digunakan sebagai pendamping saja, bukan sebagai obat utama.

Naproxen adalah obat bebas. Anda bisa saja membeli naproxen di apotek tanpa resep dari dokter meski dokter juga bisa meresepkan obat ini untuk pasien-pasien tertentu. Obat ini bisa digunakan untuk mengatasi tension headache dan migrain.

7. Metoprolol

Metoprolol adalah obat golongan obat beta blockers, yaitu obat-obatan yang bekerja melebarkan pembuluh darah dan memperlambat detak jantung. Efek obat ini dapat membantu membuat aliran darah lebih teratur dan menurunkan tekanan darah.

Obat ini pada dasarnya digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan gagal jantung, mencegah angina, serta meningkatkan harapan hidup orang yang baru mengalami serangan jantung. Namun, obat ini juga dipercaya dapat mencegah terjadinya serangan migrain. Pasalnya, beta blockers dapat memperlambat kerja sel otak yang berkaitan dengan kemunculan gejala migrain.

Obat ini harus ditelan utuh-utuh dengan minum air. Jangan mengunyah, menghancurkan, atau menghaluskan (menggerus) obat. Hal ini dapat mengakibatkan kinerja obat menurun serta menimbulkan efek samping.

Anda yang memiliki penyakit asma atau diabetes tidak dianjurkan minum obat ini untuk meredakan sakit kepala.

8. Ketorolac

Ketorolac merupakan obat yang bermanfaat mengatasi nyeri taraf sedang hingga berat, seperti k=migrain, tapi hanya untuk sementara. Obat sakit kepala satu ini merupakan golongan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) yang memblokir produksi hormon prostaglandin pemicu radang.

Dosis yang dibutuhkan berdasarkan kondisi medis Anda. Apabila sudah diminum, berikan rentang waktu 4 sampai 6 jam. Lalu, hindari berbaring setidaknya 10 menit setelah mengonsumsi ketorolak. Tidak hanya itu saja, hindari pula mengonsumsi obat ini lebih dari 40 mg dalam waktu 24 jam serta lebih dari 5 hari.

Efek samping ringan yang bisa timbul dari obat ini adalah sakit perut, mual, pusing, kembung, dan juga mengantuk.

9. Zolmitriptan

Zolmitriptan dapat digunakan untuk mengobati sakir kepala migrain karena membantu meredakan mual, sensitivitas mata terhadap cahaya, serta gejala migrain lainnya. Cara kerjanya adalah dengan mempersempit pembuluh darah di sekitar otak dan mengurangi produksi zat pemicu radang dalam tubuh.

Dosis obat zolmitriptan yang Anda butuhkan untuk mengatasi migrain adalah 1,25 mg atau 2,5 mg sebagai dosis tunggal. Apabila migrain datang kembali, Anda bisa mengonsumsi dosis selanjutnya dalam kurun waktu 2 jam dari dosis pertama. Jangan mengonsumsi lebih dari 5 mg sekaligus atau 10 mg dalam rentang waktu 24 jam.

Perlu diketahui jika obat ini hanya akan mengobati sakit kepala yang sudah berlangsung sehingga tidak bisa mencegah terjadinya sakit kepala atau mengurangi jumlah serangan.

Sebaiknya, hindari menggunakan zolmitriptan apabila Anda mempunyai tekanan darah tinggi, masalah jantung, stroke, atau masalah yang menyebabkan gangguan sirkulasi darah di dalam tubuh.

Mana pun obat sakit kepala yang Anda gunakan, ingatlah bahwa efek pereda nyerinya akan bekerja paling baik jika langsung dikonsumsi begitu gejala awal rasa sakitnya datang. Apabila Anda menunggu sampai rasa sakit memburuk, ada kemungkinan obat tidak bekerja optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Sakit Kepala yang Diperbolehkan untuk Ibu Hamil

Tidak semua obat sakit kepala bisa digunakan pada saat hamil. Lalu apa saja obat sakit kepala untuk ibu hamil yang dapat digunakan, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Nyeri Kronis, Health Centers 24/10/2019 . 7 menit baca

Pilihan Obat Sakit Kepala yang Aman untuk Ibu Menyusui

Obat sakit kepala untuk ibu menyusui harus aman dan tepat, agar tidak menimbulkan efek samping pada bayi. Lalu, apa saja obat untuk ibu menyusui?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Nyeri Kronis, Health Centers 22/10/2019 . 6 menit baca

Beragam Pilihan Obat untuk Sakit Kepala di Belakang

Ada beragam pilihan obat sakit kepala belakang jika Anda mengalami sakit kepala jenis ini. Simak dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Nyeri Kronis, Health Centers 21/10/2019 . 7 menit baca

Bolehkah Ibu Hamil Minum Ibuprofen untuk Redakan Nyeri?

Ibuprofen relatif aman jika dikonsumsi dalam dosis kecil, tapi ibu hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi obat ini. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 05/08/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

obat sakit kepala sebelah kanan atau kiri

6 Obat yang Ampuh Redakan Sakit Kepala Sebelah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . 6 menit baca
noda merah bekas jerawat

Dua Metode Menghilangkan Noda Merah Bekas Jerawat

Ditulis oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019 . 4 menit baca
menghilangkan pegal setelah bekerja

3 Kunci Atasi Pegal dan Nyeri Otot bagi Orang Kantoran yang Super Sibuk

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 06/11/2019 . 4 menit baca
obat sakit kepala anak

Pilihan Obat Sakit Kepala yang Diperbolehkan untuk Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 24/10/2019 . 6 menit baca