backup og meta
Kategori

6

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Penyebab Sakit Kepala Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 30/06/2023

Penyebab Sakit Kepala Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala memang sering menjadi keluhan para ibu hamil. Tentu saja, rasa sakit ini membuat para ibu hamil merasa tidak nyaman. Lantas, apa sebenarnya penyebab dari sakit kepala saat hamil? Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui jawaban selengkapnya. 

Wajarkah sakit kepala saat hamil?

Sakit kepala wajar terjadi pada ibu hamil. Studi dalam jurnal Obstetrics and Gynecology (2015) menyebutkan bahwa sebanyak 36% wanita melaporkan mengalami sakit kepala saat hamil.

Hal yang membedakan adalah waktu munculnya sakit kepala tersebut. Sakit kepala pada saat trimester pertama, kedua, atau ketiga bisa saja berbeda penyebabnya.

Bahkan, sering kali kemunculan sakit kepala saat hamil menjadi tanda dari masalah kesehatan lain yang dialami oleh ibu hamil.

Sebagai contoh, sakit kepala dapat disebabkan oleh hipertensi (tekanan darah tinggi) saat hamil hingga gejala preeklampsia.

Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terdekat bila Anda merasakan sakit kepala yang begitu parah. 

Dokter kandungan Anda dapat membantu menentukan penyebab dan cara mengatasi kondisi ini dengan tepat.

Tanda dan gejala sakit kepala pada ibu hamil

sakit kepala jenis gejala hantavirus

Ada berbagai jenis sakit kepala dengan gejala yang berbeda-beda. Dengan memahami perbedaan gejalanya berikut ini, Anda bisa mengenali jenis sakit kepala yang Anda alami.

Sakit kepala tegang atau tension headache biasanya menimbulkan gejala berupa:

  • sakit yang berkepanjangan dan tidak kunjung hilang,
  • rasa berdenyut pada kepala,
  • nyeri pada salah satu atau kedua sisi kepala, dan
  • rasa sakit yang menusuk pada bagian belakang mata.

Sementara itu, sakit kepala sebelah alias migrain menimbulkan gejala berupa:

  • mual dan rasa ingin muntah,
  • rasa sakit yang hanya muncul pada salah satu sisi kepala,
  • adanya garis cahaya yang tertangkap oleh kedua mata, dan
  • munculnya titik-titik cahaya saat Anda melihat suatu objek.

Mungkin ada tanda dan gejala lain yang tidak disebutkan dalam daftar di atas. Jika Anda tidak yakin dengan rasa sakit yang Anda alami, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab sakit kepala saat hamil

Seperti dijelaskan di atas, sakit kepala dapat disebabkan oleh kondisi yang berbeda pada tiap trimester kehamilan.

Trimester pertama

Kadar hormon kehamilan dan volume darah akan melonjak pada trimester pertama. Dua hal ini dapat menyebabkan sakit kepala muncul lebih sering saat awal kehamilan.

Selain kedua faktor tersebut, penyebab sakit kepala saat trimester pertama antara lain:

  • dehidrasi,
  • mual dan muntah,
  • terlalu banyak minum kafein,
  • stres dan kecemasan,
  • kurang tidur,
  • sinusitis,
  • asupan gizi yang buruk,
  • kadar gula darah yang rendah,
  • kurangnya aktivitas fisik,
  • kepekaan terhadap cahaya,
  • adanya perubahan pada pandangan mata, dan
  • masalah pernapasan, seperti hidung tersumbat, hidung berair, dan sesak napas ketika hamil.

Sakit kepala tegang lebih sering muncul pada trimester pertama. Ini karena ada banyak perubahan yang terjadi di dalam tubuh Anda pada awal masa kehamilan.

Trimester kedua dan ketiga

Sakit kepala saat trimester kedua dan ketiga bisa menandakan suatu masalah kesehatan atau komplikasi, seperti preeklampsia yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah ibu hamil.

Kondisi ini sering terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Preeklampsia sendiri merupakan kondisi serius  yang dapat berakibat fatal bagi ibu hamil dan janinnya.

Selain preeklampsia, sakit kepala saat hamil trimester kedua dan trimester ketiga juga dapat disebabkan oleh:

  • kelebihan berat badan,
  • postur tubuh yang buruk,
  • kurang tidur,
  • efek makanan yang dikonsumsi,
  • ketegangan otot, dan
  • diabetes melitus.

Beragam kondisi dan komplikasi kehamilan dapat berisiko bagi ibu dan janin. Segera cari tahu penyebab pasti sakit kepala yang sering Anda alami dengan dokter.

Beragam cara mengatasi sakit kepala saat hamil

Sakit kepala saat hamil terkadang hadir bersamaan dengan pusing. Pusing merupakan sensasi kliyengan yang membuat kepala Anda seperti berputar, sedangkan sakit kepala membuat kepala Anda terasa seperti ditusuk-tusuk.

Terdapat beberapa cara mengatasi sakit kepala pada ibu hamil. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda coba.

1. Minum obat sakit kepala

Minum obat membantu meredakan sakit kepala. Namun, tidak semua obat aman ketika hamil.

Secara umum, paracetamol merupakan obat sakit kepala untuk ibu hamil yang tergolong aman. Obat ini bisa Anda beli di apotek tanpa harus menyertakan resep dari dokter.

Sementara itu, obat golongan NSAID, seperti ibuprofen dan aspirin, tidak disarankan untuk ibu hamil karena dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin.

2. Olahraga rutin

Kurangnya aktivitas fisik juga bisa memicu sakit kepala saat hamil. Oleh karena itu, cobalah untuk tetap aktif bergerak selama Anda masih kuat melakukannya. 

Tidak ada salahnya juga melakukan olahraga untuk ibu hamil yang masih tergolong ringan, misalnya berjalan kaki, berenang, hingga senam khusus ibu hamil. 

Kebiasaan ini juga membantu melancarkan persalinan nanti. Akan tetapi, tetap perhatikan kondisi tubuh Anda dan jangan memaksakan diri bila Anda tidak sanggup melakukannya.

3. Kompres bagian belakang leher

Anda dapat menggunakan kompres untuk meredakan sakit kepala. Kompres hangat membantu melancarkan aliran darah di sekitar kepala dan meredakan rasa sakitnya.

Gunakan waslap yang direndam dalam air hangat, lalu letakkan kompres pada bagian belakang leher. Selain mengompres leher, Anda juga bisa mandi atau berendam air hangat.

Sakit kepala pada ibu hamil sebaiknya diatasi dengan hati-hati. Hal ini untuk mengurangi risiko efek samping terhadap ibu dan janin.

Tips mencegah sakit kepala selama kehamilan

Jika Anda ingin meredakan sakit kepala ringan saat hamil tanpa minum obat, beberapa langkah pencegahan di bawah ini dapat dilakukan.

  • Lakukan aktivitas fisik ringan, sesederhana rutin berjalan kaki pada pagi hari.
  • Lakukan teknik relaksasi untuk mengurangi stres yang bisa menyebabkan sakit kepala saat hamil.
  • Makan tepat waktu dan menjaga pola makan sehat selama kehamilan.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secara rutin.
  • Perbaiki pola tidur karena kurang tidur juga menyebabkan pusing saat hamil.

Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, ada baiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi terbaik.

Kesimpulan

  • Sakit kepala adalah salah satu masalah umum pada ibu hamil.
  • Penyebabnya tergantung pada trimester kehamilan, mulai dari perubahan hormon, peningkatan volume darah, kurang gerak, hingga preeklampsia.
  • Jika sakit kepala mengganggu kehamilan Anda, berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 30/06/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan