Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baik infeksi bakteri maupun infeksi virus, keduanya sama-sama disebabkan oleh mikroba. Seperti namanya, infeksi bakteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dan infeksi virus adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Terkadang, kedua infeksi ini mempunyai tanda-tanda yang sama pada orang yang terkena infeksi tersebut, seperti batuk-batuk, demam, hidung berair, diare, radang, muntah, dan lemas. Akan tetapi, bakteri dan virus adalah dua mikroba yang berbeda dan cara pengobatan untuk kedua jenis infeksi tersebut sama sekali berbeda. Mari kita simak lebih jauh tentang perbedaan infeksi virus dan infeksi bakteri.

Apa bedanya bakteri dan virus?

Apa itu bakteri?

Bakteri adalah mikroba yang termasuk keluarga Prokaryotes. Bakteri memiliki dinding sel yang tipis tapi keras, dan membran yang seperti karet melindungi cairan di dalam sel tersebut. Bakteri dapat berkembang biak sendiri, yaitu dengan cara pembelahan. Hasil penelitian fosil-fosil menyatakan bahwa bakteri sudah ada sejak 3,5 miliar tahun yang lalu.

Bakteri dapat hidup di berbagai keadaan lingkungan, termasuk lingkungan-lingkungan yang ekstrem, seperti lingkungan yang sangat panas atau sangat dingin, di lingkungan yang mengandung radioaktif, dan di dalam tubuh manusia.

Sebagian besar bakteri tidak menyebabkan penyakit, kecuali…

Sebenarnya, hanya kurang dari 1% dari jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Kebanyakan bakteri justru bermanfaat, seperti membantu untuk mencerna makanan, melawan mikroba lain yang menyebabkan penyakit, melawan sel kanker, dan menyediakan nutrisi-nutrisi yang bermanfaat.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri antara lain:

Apa itu virus?

Virus adalah mikroba yang tidak bisa hidup tanpa menempel pada inangnya. Virus baru bisa berkembang biak bila menempel dengan makhluk hidup lain. Ukuran virus juga jauh lebih kecil daripada bakteri. Setiap virus memiliki material genetik, antara RNA atau DNA. Biasanya, virus akan menempel di suatu sel dan mengambil alih sel tersebut untuk mengembangbiakkan virus-virus lain sampai akhirnya sel tersebut mati. Atau pada kasus lain, virus mengubah sel normal menjadi sel yang berbahaya untuk kesehatan.

Sebagian besar virus bisa menyebabkan penyakit

Berbanding terbalik dengan bakteri, sebagian besar virus menyebabkan penyakit. Virus juga “pemilih”, alias menyerang sel tertentu secara spesifik. Misalnya, virus-virus tertentu menyerang sel pada pankreas, sistem pernapasan, dan darah. Pada kasus tertentu, virus juga menyerang bakteri.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus infeksi antara lain:

Tanda-tanda terkena infeksi virus dan infeksi bakteri

Anda perlu konsultasi ke dokter untuk memastikan penyakit Anda, apakah itu infeksi bakteri atau infeksi virus. Biasanya, dokter akan mendengarkan tanda-tanda yang Anda rasakan, melihat riwayat kesehatan Anda, dan memeriksa tanda-tanda fisik.

Gejala infeksi bakteri

Berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul pada infeksi bakteri:

  • hidung berlendir
  • demam
  • terkadang batuk-batuk
  • sakit tenggorokan
  • sakit di telinga
  • sesak napas

Gejala infeksi virus

Berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul pada infeksi virus:

  • hidung berair
  • terkadang mimisan
  • terkadang demam
  • batuk-batuk
  • sakit tenggorokan (namun jarang terjadi)
  • susah tidur

Durasi tanda-tanda terinfeksi virus biasanya terjadi sebentar tetapi akut, sedangkan tanda-tanda terinfeksi bakteri biasanya terjadi selama 10-14 hari secara terus-menerus.

Kalau memang diperlukan, dokter biasanya meminta untuk tes darah atau tes urine untuk mengonfimasi diagnosis, atau melakukan tes kultur untuk mengidentifikasi tipe bakteri atau virus yang menginfeksi Anda.

Pengobatan untuk infeksi virus dan infeksi bakteri

Antibiotik adalah pengobatan yang sering dipakai untuk infeksi bakteri. Penemuan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri adalah salah satu penemuan besar di sejarah medis. Akan tetapi, bila Anda mengonsumsi antibiotik terus-menerus, maka bakteri akan “beradaptasi” dengan antibiotik tersebut sehingga bakteri akan kebal terhadap antibiotik. Selain itu, antibiotik juga bukan hanya membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit, tetapi juga bakteri-bakteri lain yang baik bagi tubuh Anda. Hal ini akan menimbulkan penyakit yang lebih serius. Saat ini, banyak organisasi yang melarang penggunaan antibiotik kalau bukan benar-benar dibutuhkan.

Akan tetapi, antibiotik tidak bekerja secara efektif untuk melawan virus. Pengobatan untuk infeksi virus sendiri memang lebih sulit dilakukan, alasan utamanya adalah karena ukuran virus sangat kecil dan virus bereproduksi di dalam sel. Untuk beberapa penyakit, seperti herpes, HIV/AIDS, dan flu, sudah ditemukan obat antivirus untuk penyakit-penyakit tersebut. Akan tetapi, penggunaan obat antivirus sering dihubungkan dengan berkembangnya mikroba-mikroba yang kebal terhadap obat lain.

Beda ceritanya dengan pencegahan virus. Sejak awal abad 20, vaksin dikembangkan sebagai penanggulangan penyakit karena virus. Penggunaan vaksin sendiri sudah terbukti sangat mengurangi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti polio, campak, dan cacar air. Vaksin juga bisa membantu mencegah penyakit seperti flu, hepatitis A, hepatitis B, human papillomavirus (HPV), dan lain sebagainya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Kandung Kemih

Infeksi kandung kemih adalah penyakit akibat serangan bakteri pada organ yang menampung urine. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 10 menit

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
infeksi ginjal atau pielonefritis

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit