Bagaimana Cara Menjadi Lansia Sehat dan Terhindar dari Penyakit Kronis?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tingkat kesehatan setiap orang pasti berbeda-beda. Ada orang yang tetap terlihat sehat sampai usia tua, namun ada juga orang yang sudah menderita penyakit kronis di usianya yang masih muda. Kesehatan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti pola hidup, lingkungan, dan genetik. Sehingga, jika Anda ingin sehat sampai tua, Anda perlu mengontrol setiap faktor tersebut (kecuali faktor genetik yang memang tidak bisa dikontrol). Bagaimana cara agar bisa menjadi lansia sehat?

Semakin tua, semakin berisiko terkena penyakit

Banyak penyakit yang mulai bermunculan saat usia Anda semakin tua, seperti diabetes, demensia, penyakit paru obstruktif kronik, osteoartritis, dan lainnya. Ya, usia merupakan salah satu faktor risiko dari berbagai penyakit.

Menurut WHO, penuaan merupakan dampak penumpukan dari berbagai kerusakan molekuler dan seluler dari waktu ke waktu. Sehingga, hal ini menyebabkan penurunan kapasitas fisik dan mental, meningkatkan risiko penyakit, dan kemudian berujung pada kematian.

Namun, perubahan yang terjadi ini tidak bersifat tetap dan bisa bervariasi antar individu. Hal ini karena penuaan banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah perilaku hidup sehat yang Anda terapkan sejak usia muda.

Bisakah menjadi lansia sehat dan tak terkena penyakit kronis di usia tua?

Kesehatan merupakan sebuah investasi, di mana harus kita jaga sejak awal. Penyakit kronis bisa terjadi di usia tua karena kebiasaan buruk yang Anda lakukan selama bertahun-tahun, karena pola makan yang buruk misalnya. Untuk itu, mulailah ubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat sejak usia muda. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjadi lansia sehat adalah:

1. Menerapkan pola makan sehat

Penyakit kronis biasanya disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat. Misalnya saja, sering makan makanan manis lama-kelamaan dapat menyebabkan seseorang mengalami diabetes. Atau, sering makan makanan yang mengandung garam dan lemak tinggi dapat menyebabkan seseorang mengalami tekanan darah tinggi.

Untuk itu, pilihlah makanan yang kaya gizi untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan terhindar dari penyakit. Tingkatkan asupan sayur dan buah-buahan, makanan sumber protein, vitamin B12, asam folat, seng, dan kalsium. Ganti asupan lemak jenuh Anda dengan jenis lemak sehat, seperti lemak tak jenuh dari alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, dan kacang-kacangan.

Kurangi juga kebiasaan makan yang buruk, seperti kurangi konsumsi makanan ringan (terutama makanan manis), makanan padat energi, dan minuman ringan. Makanan dan minuman tersebut hanya akan menambah asupan kalori Anda tanpa memberi banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Kebiasaan buruk lainnya, seperti merokok dan minuman beralkohol juga harus Anda hindari.

2. Aktif secara fisik

Selalu aktif secara fisik dapat memberikan manfaat kesehatan untuk jantung dan metabolisme tubuh Anda. Selain itu, aktif secara fisik juga dapat membantu mengontrol berat badan dan mencegah penyakit kronis. Aktivitas fisik yang melatih kekuatan, keseimbangan, kelenturan, dan aerobik perlu dilakukan oleh lansia untuk mendukung kesehatan.

Aktivitas fisik yang melatih kekuatan dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot serta menghambat penurunan kekuatan otot. Aktivitas fisik yang melatih kelenturan dapat memberi kelenturan pada persendian sehingga membuat Anda lebih bebas bergerak. Aktivitas fisik yang melatih keseimbangan dapat meningkatkan stabilitas sehingga dapat mengurangi risiko Anda terjatuh. Sedangkan, aktivitas aerobik (seperti berjalan) dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Kurangi juga waktu Anda menonton televisi atau duduk santai dalam waktu lama. Hal ini dapat membuat Anda menjadi malas bergerak sehingga membuat Anda kurang aktif. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan Anda mengalami obesitas, di mana obesitas merupakan faktor risiko untuk penyakit kronis.

3. Jaga berat badan

Menjaga berat badan termasuk salah satu yang penting Anda lakukan untuk dapat terhindar dari penyakit kronis. Berat badan sangat dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas fisik, untuk itu Anda perlu memerhatikan kedua hal tersebut.

Lansia tidak harus menurunkan berat badannya, namun sebaiknya lebih fokus untuk mencegah kenaikan berat badan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga bisa menjadi lansia sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Bakteri tak selalu jahat. Bakteri baik berperan menjaga kesehatan orang lanjut usia. Simak penjelasan dan peran bakteri baik alias probiotik untuk lansia.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik
Nutrisi, Hidup Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Menikmati hidup dapat meningkatkan kebugaran lansia, dan kebugaran juga dibutuhkan untuk bisa menikmati hidup. Caranya? Terapkan gaya hidup sehat ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
gaya hidup sehat lansia
Kebugaran, Hidup Sehat 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (infeksi saluran kencing) adalah ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Apa gejalanya? Bagaimana menangani kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
osteoarthritis adalah

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Konten Bersponsor
mencegah osteoporsis usia lanjut

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit