Panduan Lengkap Periksa Kesehatan Bagi Lansia

Oleh

Periksa kesehatan adalah salah satu hal yang wajib dilakukan siapa saja, baik Anda yang sehat walafiat maupun orang yang punya keluhan-keluhan tertentu. Periksa kesehatan juga jadi semakin penting ketika Anda sudah menginjak usia lanjut atau di atas 60 tahun. Karena proses penuaan, orang lanjut usia (lansia) lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Untuk itu, simak panduan lengkap periksa kesehatan bagi lansia berikut ini. 

Apa saja periksa kesehatan wajib bagi lansia?

Usahakan untuk menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai jadwal tahunan, meskipun Anda tidak memiliki keluhan apapun. Berikut adalah beberapa tes yang wajib dilakukan lansia saat periksa kesehatan ke dokter, klinik, atau rumah sakit. 

  • Tekanan darah. Anda sebaiknya memeriksa tekanan darah setiap ada kesempatan, jangan menunggu sampai setahun. Saat ini bahkan sudah ada alat praktis yang bisa digunakan untuk tes tekanan darah secara mandiri dari rumah. Jika Anda mengidap diabetespenyakit jantungpenyakit hati, atau penyakit lainnya, Anda wajib memeriksa tekanan darah secara rutin. 
  • DEXA scan. Pindai DEXA lewat rontgen atau sinar-X berfungsi untuk meninjau kepadatan tulang Anda. Dengan pemeriksaan ini, Anda bisa melihat risiko patah tulang, osteoporosis, atau masalah lainnya terkait kesehatan tulang. Pasalnya, semakin bertambah usia jaringan tulang akan melemah dan tulang juga tidak menyerap mineral dengan baik.
  • Berat badan yang turun atau naik secara drastis bisa menandakan kondisi medis tertentu. Berat badan bertambah bisa berarti retensi cairan (edema), penyakit ginjal, hati, atau jantung. Sementara itu, berat badan turun bisa berarti infeksi atau kanker.  
  • Tes darah. Usahakan untuk melakukan cek darah lengkap setiap tahun. Mulai dari sel-sel darah, gula darahkolesterol, kadar hormon, hingga kadar elektrolit.  
  • Pemeriksaan EKG. Periksa elektrokardiogram (EKG) berfungsi untuk mengecek aktivitas elektrik jantung. Dari pemeriksaan ini, Anda bisa memantau kesehatan jantung. Sebaiknya pemeriksaan EKG dilakukan kira-kira 3 tahun sekali. Namun, kalau Anda memiliki penyakit jantung atau keluhan terkait, sebaiknya periksakan diri lebih sering lagi. 
  • Kolonoskopi. Untuk mencegah gangguan pencernaan atau kanker usus, lakukan tes kolonoskopi. Sebaiknya tes ini dilakukan kira-kira setiap 2 tahun sekali. Jika saat ini Anda punya masalah pencernaan, sebaiknya segera lakukan kolonoskopi. 
  • Periksa mata. Proses penuaan bisa memengaruhi kesehatan mata. Beberapa keluhan yang sering dilaporkan lansia adalah penglihatan berkurang atau hilang. Penyebabnya bisa jadi mata plus, glaukoma, atau katarak. Maka, sebisa mungkin lakukan periksa mata secara rutin atau jika Anda mengalami gejala tertentu.

Periksa kesehatan bagi lansia pria

Di samping pemeriksaan umum yang sudah disebutkan di atas, lansia pria juga sebaiknya melakukan pemeriksaan prostat digital. Apalagi jika Anda sudah mengalami berbagai gejala gangguan pada prostat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau fungsi dan kesehatan prostat serta mendeteksi adanya pertumbuhan kanker

Periksa kesehatan bagi lansia wanita

Khusus bagi lansia wanita, Anda perlu mempertimbangkan pemeriksaan-pemeriksaan kesehatan berikut ini. 

  • Mammogram. Semakin bertambah usia, risiko wanita mengalami kanker payudara semakin meningkat. Maka, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan mammogram kira-kira dua tahun sekali. Dalam pemeriksaan ini Anda akan menjalani scan dengan sinar-X untuk melihat adanya gangguan atau kelainan pada payudara.
  • Pap smear. Tes ini dilakukan untuk memantau kesehatan rahim. Anda yang menunjukkan gejala kanker serviks biasanya akan diperiksa dengan pap smear. Namun, tes ini juga dianjurkan bagi wanita muda hingga usia kira-kira 70 tahun. Anda bisa melakukan pap smear kira-kira tiga tahun sekali.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Januari 23, 2017 | Terakhir Diedit: Juni 21, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca