15 Penyakit dan Gangguan yang Paling Sering Menyerang Sistem Pencernaan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sistem pencernaan merupakan salah satu fungsi tubuh yang penting. Jika salah satu organnya terganggu atau mengalami masalah, tentu proses pencernaan makanan di perut juga tidak bisa berjalan semestinya. Tidak hanya itu. Gangguan pada sistem pencernaan juga dapat menghambat proses penyerapan nutrisi makanan untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Berikut ini merupakan daftar penyakit dan gangguan sistem pencernaan yang umum terjadi pada banyak orang.

Penyakit dan gangguan sistem pencernaan yang paling umum

1. Diare

cara mengatasi diare

Diare adalah penyakit pencernaan yang diakibatkan oleh keracunan makanan (kontaminasi bakteri), alergi makanan tertentu, atau makan sesuatu di saat yang tidak tepat (misalnya, makan pedas saat perut kosong).

Diare merupakan gangguan sistem pencernaan yang paling sering terjadi pada banyak orang. Mulai dari anak-anak sampai lansia pasti pernah diare minimal sekali seumur hidup.

Anda dikatakan mengalami diare saat frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali per hari dengan tekstur feses yang encer. Gejala diare juga dapat disertai dengan:

  • Rasa ingin segera BAB
  • Muntah
  • Mual
  • Sakit perut melilit, atau perut terasa tidak nyaman

Diare merupakan penyakit umum yang mudah dibati. Namun, kondisi Anda bisa makin parah bila diare tidak ditangani dengan baik.

Diare yang parah dapat mengakibatkan demam, turunnya berat badan, dan feses berdarah. Diare parah juga dapat menyebabkan Anda mengalami dehidrasi dan kehilangan nutrisi.

2. Sembelit

minum obat pencahar saat sembelit

Frekuensi buang air besar setiap orang berbeda-beda. Ada yang bisa satu kali sehari atau hanya satu kali dalam seminggu. Ini cemderung masih normal.

Anda bisa dikatakan sembelit (konstipasi) apabila frekuensi BAB tiba-tiba lebih jarang atau lebih sulit dari biasanya. Orang awam mungkin lebih kenal dengan sebutan susah buang air besar atau susah BAB.

Sembelit dapat disebabkan oleh perubahan pola atau asupan nutrisi yang Anda makan. Beberapa faktor penyebab sembelit kemungkinan adalah beberapa hal berikut:

  • Kebanyakan minum susu
  • Kurang makan serat
  • Tidak aktif bergerak
  • Kurang minum air 
  • Sedang menggunakan obat antasida yang mengandung kalsium atau aluminium
  • Sedang stres

Sembelit bukan termasuk gangguan sistem pencernaan yang serius, tetapi Anda pasti merasa tidak nyaman.

Sembelit dapat dicegah dan diobati dengan makan makanan berserat seperti pepaya atau sayuran hijau, minum air mineral yang banyak, dan berolahraga. 

3. Ambeien

penyebab wasir

Ambeien atau wasir, alias hemoroid dalam istilah medis, adalah peradangan dan pembengkakan pada pembuluh darah di lubang anus Anda.

Beberapa penyebab dari wasir adalah sembelit atau diare yang sangat parah karena harus mengejan terlalu keras dan lama, serta kurang makan berserat.

Adanya darah yang keluar saat Anda buang air besar dapat menjadi tanda bahwa Anda punya ambeien.

Ambeien bisa menyebabkan rasa sakit saat buang air besar sehingga Anda takut untuk buang air besar. Namun, menahan BAB justru bisa membuat wasir Anda tambah parah. 

Hal yang dapat Anda lakukan untuk menangani gangguan sistem pencernaan ini adalah dengan makan banyak serat, minum air yang banyak, dan berolahraga.

Beberapa obat wasir nonresep di apotek juga dapat membantu Anda mengempiskan bengkak wasir, tapi tetap harus diimbangi dengan makan banyak serat.

4. Gastritis

spasminal obat apa

Gastritis adalah kondisi peradangan dan iritasi yang menyebabkan pengikisan lapisan dinding lambung akibat kelebihan asam lambung.

Muntah kronis, stres, atau penggunaan obat antiradang jangka panjang dapat memicu penyakit pencernaan ini. Infeksi bakteri H. Pylori dan virus juga dapat menyebabkan gastritis.

Gejala dari gastritis pada umumnya adalah mual, muntah, perut kembung, sakit perut, kurang nafsu makan, dan perut terasa terbakar di antara waktu makan atau pada malam hari.

Untuk mengobati gangguan sistem pencernaan ini, dokter dapat meresepkan Anda obat yang mengurangi produksi asam lambung. Antara lain:

Jika gastritis spesifik disebabkan oleh infeksi H. pylori, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri dan agar gastritis tidak menyebabkan komplikasi.

5. Radang usus buntu

Rebamipide adalah obat

Radang usus buntu atau apendisitis adalah penyakit pencernaan yang ditandai dengan peradangan pada appendix atau usus buntu. Hal ini bisa disebabkan karena usus buntu tersumbat oleh tinja, benda asing, kanker, atau karena infeksi.

Gejala dari gangguan sistem pencernaan ini meliputi:

  • Nyeri di dekat pusar
  • Mual
  • Muntah
  • Demam 
  • Susah kentut
  • Nyeri saat kencing
  • Perut kram
  • Tidak nafsu makan

Untuk mengobati apendisitis diperlukan operasi untuk mengangkat usus buntu. Tanpa usus buntu, Anda tidak akan mengalami masalah berarti.

Apendisitis yang dibiarkan justru berbahaya karena dapat pecah dan menyebabkan peritonitis, yaitu infeksi pada selaput rongga perut (peritoneum).

6. Divertikulitis

feminax adalah

Divertikula adalah kantong-kantong kecil yang dapat terbentuk di sepanjang saluran pencernaan. Kantong-kantong ini paling sering ditemukan di usus besar. Ketika kantong meradang atau terinfeksi, maka kondisi ini disebut sebagai divertikulitis.

Divertikulitis sering ditemukan terutama pada orang di atas usia 40 tahun dan jarang menimbulkan keluhan.

Gejala dari penyakit pada pencernaan di usus besar ini adalah:

  • Perdarahan pada rektum
  • Demam
  • Sakit perut
  • Perut kembung
  • Diare atau sembelit
  • Muntah dan mual

Obesitas dan kurang makan serat dapat menjadi faktor risiko divertikulitis. Maka untuk mengatasi gangguan sistem pencernaan divertukulosis Anda bisa mengonsumsi makanan berserat, obat-obatan dokter seperti antibiotik, dan sumber probiotik.

Jika divertikulitis Anda menyebabkan komplikasi, Anda mungkin perlu perawatan tambahan.

7. Batu empedu

cara mengobati sakit perut setelah makan pedas

Batu empedu adalah penyakit pencernaan yang ditandai dengan pembentukan endapan keras seperti batu di kandung empedu. Batu ini terbentuk dari kelebihan kolesterol atau zat sisa yang mengkristal saat kantung empedu tidak kosong dengan baik. 

Batu empedu mungkin memunculkan gejala nyeri di perut bagian kanan atas. Nyeri ini muncul saat batu empedu menghalangi saluran yang menyambungkan kandung empedu dengan usus.

Batu empedu disebabkan oleh beberapa faktor, seperti genetik, berat badan, masalah pada kandung empedu, dan pola makan buruk.

Jika Anda obesitas, punya diabetes, mengonsumsi obat penurun kolesterol, atau terlalu cepat menurunkan berat badan, Anda juga akan lebih berisiko mengalami batu empedu.

8. Jaundice 

Jaundice atau biasa dikenal sebagai penyakit kuning adalah gangguan yang menyerang sistem pencernaan di hati.

Gangguan proses pencernaan di hati (liver) dapat menyebabkan tubuh mengalami kelebihan zat bilirubin. Bilirubin adalah sisa pecahan sel darah merah yang diproses oleh hati untuk disalurkan ke sistem pencernaan dan dibuang bersama feses.

Apabila liver atau organ hati rusak, bilirubin bisa bocor masuk ke jaringan tubuh yang lain. Inilah yang kadang menyebabkan kulit dan bagian putih mata penderita jaundice berwarna kekuningan. 

Beberapa gejala lain jaundice selain kulit dan mata berwarna kuning adalah:

  • Feses berwarna kuning atau putih pucat
  • Urin berwarna gelap
  • Rasa gatal di seluruh badan

9. Irritable bowel syndrome (IBS)

irritable bowel syndrome

Irritable bowel syndrome atau biasa disingkat sebagai IBS adalah gangguan sistem pencernaan yang menyerang usus besar. Tanda dan gejala dari penyakit pencernaan ini termasuk:

  • Kram 
  • Sakit perut
  • Kembung
  • Diare
  • Sembelit

Penyebab IBS belum diketahui pasti. Kemungkinan gangguan sistem pencernaan ini disebabkan oleh usus besar yang terlalu sensitif, atau masalah pada sistem kekebalan tubuh.

IBS umum dipicu oleh beberapa faktor berikut:

  • Kontraksi otot usus yang terlalu kuat dan lama sehingga menyebabkan gas, perut kembung, dan diare.
  • Kontraksi otot usus lemah sehingga memperlambat jalannya makanan di dalam usus dan menyebabkan feses kering dan mengeras. 
  • Peradangan di usus
  • Kelainan sistem saraf di sistem pencernaan dapat disebabkan karena koordinasi penyampaian sinyal yang buruk antara otak dan usus. Alhasil, sistem pencernaan jadi bereaksi berlebihan dan mengakibatkan beberapa gejala IBS seperti perut kembung atau sembelit. 

Untung mengatasi IBS, Anda harus dapat mengendalikan gejalanya. Caranya dengan mengatur pola makan, gaya hidup, dan menghindari stres. IBS adalah kondisi kronis yang harus Anda kelola untuk jangka panjang.

10. Intoleransi laktosa

minum susu setelah minum obat

Intoleransi laktosa adalah gangguan sistem pencernaan yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memecah gula alami yang disebut sebagai laktosa. Laktosa dapat ditemukan di makanan dan minuman yang mengandung susu, seperti yogurt dan susu. 

Seseorang tidak toleran terhadap laktosa ketika usus kecilnya tidak mampu membuat enzim laktase yang cukup untuk mencerna dan memecah laktosa.

Ketika penyakit pencernaan ini terjadi, laktosa yang tidak bisa dicerna akan masuk ke usus besar. Bakteri di usus besar akan berinteraksi dengan laktosa sehingga menyebabkan gejala seperti kembung dan diare. 

11. Dispepsia (maag)

sakit perut saat flu

Dispepsia adalah gangguan sistem pencernaan yang gejala umumnya berupa nyeri pada lambung dan sakit ulu hati. Orang awam lebih akrab menyebut kondisi ini dengan istilah maag. 

Maag atau dispepsia itu sendiri bukan penyakit, melainkan sekumpulan gejala gangguan pencernaan. Gaya hidup dan pola makan yang buruk, obat-obatan, hingga masalah kesehatan tertentu dapat menyebabkan kondisi ini.

Gejala maag atau dispepsia antara lain:

  • Kembung
  • Mual
  • Bersendawa
  • Dada bawah atau perut bagian atas rasanya tidak nyaman

Gejala ini umumnya terjadi setelah makan atau minum sesuatu. Dispepsia dapat menyebabkan perut terasa penuh dan kembung atau tidak nyaman walaupun Anda tidak baru saja makan banyak. Anda juga dapat mengalami beberapa gejala yang bersamaan.  

Untuk mengatasi maag, dokter dapat memberikan beberapa resep obat, anjuran makanan yang sesuai dengan kondisi pencernaan Anda, dan juga terapi psikologis. 

12. Penyakit hati

penyakit hati (liver) hepatitis sirosis

Organ liver atau hati berfungsi penting untuk mencerna makanan dan membersihkan tubuh Anda dari zat beracun.

Penyakit yang menyerang sistem pencernaan hati dapat disebabkan karena keturunan atau genetik. Selain itu, virus dan konsumsi alkohol berlebih juga dapat menjadi faktor penyebabnya.

Tanda dan gejala penyakit hati antara lain:

  • Kulit dan mata yang tampak kekuningan (akibat jaundice)
  • Perut terasa nyeri dan bengkak
  • Bengkak di kaki dan pergelangan kaki
  • Kulit gatal
  • Warna urin gelap
  • Warna tinja pucat, menghitam, atau terkontaminasi darah
  • Mengalami kelelahan kronis
  • Mual atau muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Cenderung mudah memar

Seiring berjalannya waktu, gangguan pada sistem pencernaan liver dapat menyebabkan luka dan jaringan parut (sirosis hati).

Sakit liver merupakan kondisi yang dapat mengancam jiwa. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal fungsi hati jika tidak ditangani.

13. Pankreatitis

penyakit dismenore

Pankreatitis adalah penyakit pencernaan yang diakibatkan oleh peradangan pada pankreas.

Pankreatitis dapat muncul tiba-tiba dan sembuh dalam jangka pendek (pankreatitis akut) atau berlangsung lama yang dapat makin memburuk (pankreatitis kronis). Pankreatitis kronis dapat menyebabkan kerusakan parah pada pankreas. 

Penyebab pankreatitis bisa karena adanya batu empedu, sering minum minuman beralkohol, mengonsumsi obat yang merusak pankreas dan kelainan genetik.

Gejala pankreatitis dapat meliputi:

  • Rasa sakit di perut bagian atas yang dapat menyebar ke punggung
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Denyut nadi cepat
  • Berat badan menurun drastis

Untuk mengobati pankreatitis, umumnya Anda harus ke dokter. Nantinya dokter akan melakukan perawatan melalui cairan infus atau intravena (IV), obat penghilang rasa sakit, dan obat-obatan lainnya. Operasi pankreas juga diperlukan apabila terjadi komplikasi. 

Jika Anda menderita penyakit pencernaan ini, dokter umumnya akan menyarankan Anda untuk tidak mengonsumsi makanan berlemak dan alkohol yang dapat memperburuk kondisi pankreas.

14. Penyakit tukak lambung (ulkus peptikum)

maag saat puasa obat Omeprazole

Ulkus peptikum atau penyakit tukak lambung merupakan gangguan sistem pencernaan yang disebabkan luka pada lapisan perut atau usus halus (duodenum).

Orang yang menggunakan obat pereda nyeri NSAID jangka panjang seperti aspirin dan ibuprofen, atau terinfeksi bakteri H. pylori kemungkinan besar bisa berisiko terkena tukak lambung.

Gejala penyakit pencernaan ini dapat berupa:

  • Nyeri di bagian perut
  • Perut terasa panas
  • Mual
  • Muntah
  • Sendawa terus

Untuk mengatasi sakit tukak lambung, dokter dapat meresepkan obat antasida yang mudah ditebus di apotek. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat antibiotik apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri H. Pylori atau obat golongan Proton Pump Inhibitors (PPIs). 

15. Kolitis ulserativa 

tips mencegah maag kambuh obat maag sucralfate

Kolitis ulserativa adalah penyakit pencernaan yang terjadi dalam waktu lama (kronis)

Gangguan sistem pencernaan ini ditandai dengan adanya peradangan pada usus besar. Peradangan di usus besar dapar menyebabkan iritasi, pembengkakan, dan luka yang disebut bisul pada lapisan dalam usus besar.

Gejala kolitis ulserativa bisa ringan hingga berat. Berikut adalah gejala umumnya:

  • Sakit perut
  • Perut kram
  • Diare
  • Kembung 
  • Nafsu makan berkurang
  • Lelah terus menerus

Kebanyakan orang mengalami gejala yang hilang-timbul, berminggu-minggu atau bahkan tahunan.

Namun, kolitis ulseratif yang tidak diatasi dengan baik dapat segera memburuk. Untuk mengatasi penyakit pencernaan ini, dokter bisa memberikan obat-obatan seperti aminosalisilat, kortikosteroid, imunomodulator. Operasi juga dibutuhkan bila radang usus besar ini menimbulkan komplikasi. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca