home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

11 Jenis Makanan dan Minuman yang Bantu Redakan Sakit Perut

11 Jenis Makanan dan Minuman yang Bantu Redakan Sakit Perut

Hampir semua orang pernah mengalami sakit perut, entah akibat sakit diare atau gangguan pencernaan lain. Keluhan ini sering kali muncul bersama gejala lain seperti mual atau muntah. Untungnya, ada makanan yang bisa diandalkan untuk meredakan sakit perut.

Makanan dan minuman untuk mengatasi sakit perut

makan malam saat puasa

Guna meredakan keluhan pada perut alias sakit perut, di bawah ini beberapa jenis makanan yang patut Anda coba.

1. Jahe

Manfaat jahe untuk pencernaan memang tak ada duanya. Herbal ini ampuh mengatasi sakit perut yang disertai mual dan/atau muntah. Bahkan, studi menunjukkan konsumsi jahe terbukti mengurangi mual yang parah akibat kehamilan dan kemoterapi.

Para ahli belum sepenuhnya memahami mekanismenya, tapi mereka menduga bahwa jahe berinteraksi dengan sistem saraf yang mengirimkan sinyal menuju perut. Jahe juga mempercepat pengosongan lambung sehingga rasa mual berangsur hilang.

2. Biji rami dan minyaknya

Dikenal sebagai salah satu makanan super, biji rami (flaxseed) ternyata memiliki khasiat lain untuk meredakan sakit perut. Biji rami ini paling cocok Anda konsumsi saat perut terasa tidak nyaman akibat sembelit (konstipasi) berkepanjangan.

Biji rami bentuk segar atau minyak kaya akan serat. Menurut penelitian pada 2015, konsumsi minyak biji rami dapat melancarkan gerak pencernaan dan membuat feses menjadi lembut sehingga mengurangi keluhan akibat sembelit.

3. Pisang mengkal

Pisang dikenal baik sebagai makanan untuk mengatasi sembelit, tapi pernahkah Anda mencoba pisang mengkal untuk mengatasi diare? Beda dengan pisang matang, pisang ini memiliki daging buah yang belum matang sempurna dan serat yang lebih banyak.

Cobalah mengukus beberapa buah pisang mengkal. Kandungan seratnya yang tinggi dapat membantu memadatkan feses sehingga diare dapat pulih lebih cepat. Dengan begitu, keluhan seperti sakit perut dan perut kram bisa segera menghilang.

4. Pepaya

Satu lagi buah yang terkenal dengan manfaatnya untuk mengatasi sakit perut yakni pepaya. Makanan kaya serat ini dapat meredakan sakit perut akibat gejala gangguan pencernaan umum, perut kembung, sembelit, hingga tukak lambung.

Manfaat tersebut berasal dari enzim papain pada buah pepaya. Papain membantu mencerna protein dari makanan sehingga tubuh lebih mudah mencerna dan menyerap zat gizi. Dengan kata lain, makan pepaya bisa meringankan kerja pencernaan.

5. Makanan mengandung probiotik

Sakit perut terkadang disebabkan karena jumlah bakteri jahat melebihi bakteri baik di dalam usus. Kabar baiknya, Anda dapat menyeimbangkan kembali jumlah bakteri usus dengan mengonsumsi makanan mengandung probiotik.

Probiotik merupakan bakteri bermanfaat yang membantu melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan pencernaan. Anda bisa memperoleh manfaat ini dari konsumsi yogurt, kimchi, tempe, kefir, dan makanan fermentasi sejenisnya.

6. Buah sitrus

Buah sitrus seperti jeruk dan lemon juga bermanfaat untuk meredakan sakit perut, khususnya akibat sindrom iritasi usus besar (IBS). Pasalnya, kelompok buah-buahan ini rendah serat dan tidak akan menambah produksi gas penyebab kembung.

Namun, Anda yang mengalami sakit perut akibat gastritis mungkin perlu menghindari buah ini. Meskipun bukan penyebab radang lambung, sifat asam buah sitrus mungkin dapat memicu naiknya asam lambung sehingga perut malah terasa perih.

7. Oat

Beberapa orang tidak dapat mencerna karbohidrat yang disebut FODMAP (fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides and polyols). Jika FODMAP yang tidak tercerna masuk ke dalam usus, Anda bisa mengalami diare dan perut kembung.

Penderita IBS merupakan yang paling rentan mengalami masalah pencernaan akibat FODMAP. Untungnya, oat hanya mengandung sedikit FODMAP sehingga tidak akan memperparah penumpukan gas dalam saluran pencernaan.

8. Saus apel

Makanan rendah FODMAP lainnya yang bermanfaat untuk meredakan sakit perut yakni saus apel. Selain rendah serat, makanan ini juga mengandung polifenol. Sebuah studi pada 2015 menunjukkan bahwa polifenol bisa meredakan peradangan akibat IBS.

Menurut penelitian yang sama, polifenol juga membantu melindungi lapisan usus dari kerusakan dan menyeimbangkan jumlah bakteri usus. Saus apel juga mudah dicerna sehingga tidak akan memberatkan kerja perut yang sedang sakit.

9. Kaldu

Jika Anda kesulitan mencerna makanan padat akibat sakit perut, cobalah mengonsumsi kaldu dari tulang ayam atau sapi. Menurut sebuah penelitian pada 2017, kaldu tulang mengandung glutamin yang dapat memelihara lapisan pelindung usus.

Makanan ini juga bisa digunakan untuk meredakan sakit perut yang berkaitan dengan radang, misalnya akibat alergi makanan atau penyakit celiac. Bila Anda ingin tekstur yang lebih padat, coba olah kaldu bersama beberapa potong ayam rebus.

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

10. Peppermint

Peppermint mengandung minyak alami yang dapat merilekskan otot-otot pada saluran pencernaan. Hal ini membantu meredakan kram pada otot perut dan usus yang menjadi penyebab sakit perut serta diare.

Anda dapat menemukan peppermint dalam bentuk teh atau kapsul minyak peppermint. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi kepada dokter sebelum mengonsumsi kapsul peppermint, terutama bila Anda memiliki penyakit batu ginjal atau kantong empedu.

11. Teh chamomile

Selain mengonsumsi makanan untuk meredakan perut yang sakit, Anda mungkin perlu mencoba secangkir teh chamomile. Teh herbal ini telah lama menjadi obat alami untuk mengatasi gangguan pencernaan, perut kembung, diare, dan mual.

Suplemen chamomile juga berpotensi meredakan muntah dan kram perut yang kerap menyebabkan nyeri. Meski begitu, manfaat suplemen ini perlu riset lanjutan. Cara aman untuk mendapatkan manfaat chamomile saat ini tetaplah dengan membuatnya menjadi teh.

Saat sakit perut melanda, makanan yang Anda konsumsi bisa meringankan atau justru memperparah rasa nyeri. Apalagi jika penyebab sakit perut berasal dari penyakit yang dipicu oleh makanan tertentu, seperti sindrom iritasi usus besar.

Kenali lebih dulu apa yang menjadi penyebab rasa sakit pada perut Anda. Setelah itu, Anda bisa memilih jenis makanan yang dapat meredakan sakit perut Anda tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Thomson, M., Corbin, R., & Leung, L. (2014). Effects of ginger for nausea and vomiting in early pregnancy: a meta-analysis. Journal of the American Board of Family Medicine : JABFM, 27(1), 115–122. https://doi.org/10.3122/jabfm.2014.01.130167

Ryan, J. L., Heckler, C. E., Roscoe, J. A., Dakhil, S. R., Kirshner, J., Flynn, P. J., Hickok, J. T., & Morrow, G. R. (2012). Ginger (Zingiber officinale) reduces acute chemotherapy-induced nausea: a URCC CCOP study of 576 patients. Supportive care in cancer : official journal of the Multinational Association of Supportive Care in Cancer, 20(7), 1479–1489. https://doi.org/10.1007/s00520-011-1236-3

Xu, J., Zhou, X., Chen, C., Deng, Q., Huang, Q., Yang, J., Yang, N., & Huang, F. (2012). Laxative effects of partially defatted flaxseed meal on normal and experimental constipated mice. BMC complementary and alternative medicine, 12, 14. https://doi.org/10.1186/1472-6882-12-14

Rabbani, G. H., Larson, C. P., Islam, R., Saha, U. R., & Kabir, A. (2010). Green banana-supplemented diet in the home management of acute and prolonged diarrhoea in children: a community-based trial in rural Bangladesh. Tropical medicine & international health : TM & IH, 15(10), 1132–1139. https://doi.org/10.1111/j.1365-3156.2010.02608.x

Muss, C., Mosgoeller, W., & Endler, T. (2013). Papaya preparation (Caricol®) in digestive disorders. Neuro endocrinology letters, 34(1), 38–46.

Salfi, S. F., & Holt, K. (2012). The role of probiotics in diarrheal management. Holistic nursing practice, 26(3), 142–149. https://doi.org/10.1097/HNP.0b013e31824ef5a3

Staudacher, H. M., & Whelan, K. (2017). The low FODMAP diet: recent advances in understanding its mechanisms and efficacy in IBS. Gut, 66(8), 1517–1527. https://doi.org/10.1136/gutjnl-2017-313750

Farzaei, M., Rahimi, R., & Abdollahi, M. (2015). The Role of Dietary Polyphenols in the Management of Inflammatory Bowel Disease. Current Pharmaceutical Biotechnology, 16(3), 196-210. https://doi.org/10.2174/1389201016666150118131704

Achamrah, N., Déchelotte, P., & Coëffier, M. (2017). Glutamine and the regulation of intestinal permeability: from bench to bedside. Current opinion in clinical nutrition and metabolic care, 20(1), 86–91. https://doi.org/10.1097/MCO.0000000000000339

Khanna, R., MacDonald, J. K., & Levesque, B. G. (2014). Peppermint oil for the treatment of irritable bowel syndrome: a systematic review and meta-analysis. Journal of clinical gastroenterology, 48(6), 505–512. https://doi.org/10.1097/MCG.0b013e3182a88357

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati Diperbarui 02/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x