home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hati-hati, Diet Menurunkan Berat Badan Bisa Sebabkan Batu Empedu

Hati-hati, Diet Menurunkan Berat Badan Bisa Sebabkan Batu Empedu

Banyak orang ingin menurunkan berat badan dengan cepat. Segala macam diet mereka lakukan untuk mencapai bentuk tubuh yang diinginkan. Bahkan sampai menyiksa dirinya sendiri dengan menghindari makanan. Hal ini mungkin bisa membantu menurunkan berat badan Anda dengan cepat, tetapi hati-hati, diet seperti ini mungkin bisa menjadi penyebab batu empedu.

Apa itu batu empedu?

Batu empedu merupakan gumpalan material atau kristal padat yang terbentuk dalam kandung empedu. Kantung empedu (organ yang ada di bawah hati) sendiri berfungsi untuk membantu tubuh mencerna lemak dengan cara menyimpan dan melepaskan empedu ke usus kecil. Empedu juga dapat membantu menghilangkan kolesterol dalam tubuh.

Batu empedu bisa terdiri dari campuran senyawa, tetapi sebagian besar bisa terbentuk dari kolesterol. Terdapat beberapa kondisi yang memungkinkan batu empedu terbentuk, yaitu:

  • Hati terlalu banyak melepaskan kolesterol dan empedu tidak menyediakan cukup garam empedu untuk melarutkan kolesterol, sehingga empedu menjadi jenuh
  • Terjadi ketidakseimbangan protein atau zat lain dalam empedu, sehingga menyebabkan kolesterol mulai mengkristal
  • Kandung empedu tidak cukup melakukan kontraksi untuk mengosongkan empedu secara teratur

Batu empedu lebih sering terjadi pada wanita dan orang dewasa di atas usia 40 tahun. Wanita menjadi kelompok yang lebih mungkin terkena batu empedu karena hormon estrogen yang dimiliki wanita dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam empedu, dan menurunkan kontraksi kandung empedu untuk mengosongkan empedu.

Diet penurunan berat badan bisa jadi penyebab batu empedu

Penurunan berat badan dianjurkan bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Penurunan berat badan sampai mencapai berat badan normal terbukti dapat menurunkan banyak risiko penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, termasuk juga dapat mencegah batu empedu.

Ya, obesitas merupakan salah satu faktor risiko batu empedu. Hal ini disebabkan karena orang obesitas memproduksi kadar kolesterol yang tinggi. Akibatnya, empedu tidak mampu membantu tubuh mencerna semua kolesterol dan batu empedu akan terbentuk.

Namun, penurunan berat badan harus dilakukan dengan baik. Jangan sampai malah mengakibatkan Anda berisiko terkena penyakit lain. Satu hal yang perlu Anda tahu adalah cara diet yang salah dapat jadi penyebab batu empedu terbentuk. Orang yang mengalami penurunan berat badan lebih dari 1,4 kg per minggu mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk menderita batu empedu daripada orang yang menurunkan berat badan lebih lambat.

Hal ini mungkin terjadi karena diet bisa menyebabkan perubahan keseimbangan garam empedu dan kolesterol dalam kandung empedu. Kadar kolesterol meningkat, sedangkan garam empedu menurun. Tubuh yang memecah lemak selama diet ketat menyebabkan hati melepaskan kolesterol dalam jumlah banyak ke empedu, sehingga empedu menjadi jenuh. Selain itu, sering melewatkan makan atau tidak makan dalam waktu yang lama dapat menurunkan kontraksi kandung empedu untuk mengosongkan empedu. Akibatnya, batu empedu bisa terbentuk.

Penyebab batu empedu terbentuk pada orang dengan diet ketat atau sangat rendah kalori biasanya tidak menunjukkan gejala apapun. Hal inilah yang harus diwaspadai, karena jika batu empedu terus membesar, mungkin diperlukan operasi pengangkatan batu empedu untuk menghilangkannya.

Lalu, bagaimana cara menjalankan diet yang aman?

Jika Anda ingin menurunkan berat badan dengan aman, sebaiknya lakukan dengan perlahan. Penurunan berat badan 0,5-1 kg per minggu sangat disarankan. Sebaiknya juga tidak membatasi asupan kalori Anda secara berlebihan. Melakukan diet sangat rendah kalori atau membatasi asupan hanya 800 kalori per hari menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk menderita batu empedu.

Dalam menjalankan diet, Anda bisa memilih makanan sehat sebagai upaya dalam penurunan berat badan. Makanan yang direkomendasikan dalam menjalankan diet penurunaan berat badan adalah:

  • Banyak konsumsi makanan berserat, seperti nasi merah, gandum utuh, roti gandum
  • Kurangi konsumsi biji-bijian yang sudah banyak melewati pengolahan (refined grain)
  • Kurangi konsumsi gula
  • Pilih konsumsi lemak sehat, seperti yang ada pada alpukat, ikan berlemak, minyak ikan, dan minyak zaitun
  • Kurangi konsumsi lemak jahat, seperti yang ditemukan dalam makanan yang digoreng

Selain menjaga pola makan, Anda juga harus melakukan olahraga teratur agar tercapai keseimbangan energi yang masuk dan energi yang keluar dari tubuh. Untuk menurunkan dan menjaga berat badan, Anda disarankan untuk melakukan olahraga selama 300 menit dalam satu minggu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cornforth, Tracee. (2015). Dieting and Gallstone Prevention. [online] Available at: https://www.verywell.com/dieting-and-gallstones-3520723 [Accessed 11 Nov. 2016].

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2013). Dieting and Gallstones. [online] Available at: https://www.niddk.nih.gov/health-information/health-topics/weight-control/dieting_gallstones/Pages/dieting-and-gallstones.aspx [Accessed 11 Nov. 2016].

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2013). Gallstones. [online] Available at: https://www.niddk.nih.gov/health-information/health-topics/digestive-diseases/gallstones/Pages/facts.aspx [Accessed 11 Nov. 2016].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 09/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan