6 Gejala Gastritis yang Umum dan Harus Diwaspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Gastritis adalah penyakit pencernaan yang menyebabkan peradangan pada lambung. Gastritis bisa muncul tiba-tiba (gastritis akut) atau secara bertahap dalam waktu lama (gastritis kronis). Lantas, apa saja gejala gastritis atau radang lambung yang Anda waspadai? Yuk, bahas satu per satu gejalanya berikut ini.

Berbagai tanda dan gejala gastritis yang umum

gastritis adalah radang lambung

Gastritis atau dikenal juga sebagai radang lambung, menandakan adanya kerusakan akibat infeksi atau asam lambung yang tinggi. Ini dipicu oleh berbagai hal yang dilakukan setiap hari, seperti stres berat, merokok, makan makanan pedas berlemak, minum alkohol, atau mengonsumsi obat antinyeri jangka panjang.

Masih banyak lagi penyebab radang lambung yang mungkin terjadi. Namun apa pun penyebab gastritis yang Anda alami, umumnya penyakit ini akan memunculkan tanda dan gejala berupa:

1. Perut kembung

Gastritis dapat memunculkan tanda dan gejala perut kembung akibat pertumbuhan bakteri H. pylori berlebih di lambung dan usus halus.

Melansir laman Harvard Health Publishing, spesialis gastroenterologi dari Harvard Massachusetts General Hospital, Dr. Kyle Staller mengatakan bakteri berlebih di dalam perut akan terus menghasilkan gas yang kemudian menyebabkan perut terasa penuh dan bergas (kembung).

Selain itu, kembung juga bisa menjadi gejala radang lambung akibat terlalu sering minum alkohol saat perut kosong. Alkohol adalah zat penyebab peradangan karena terdiri dari campuran bahan lain, seperti pemanis dan air karbonasi.

Berbagai zat tersebut kemudian dapat menyebabkan perut begah atau kembung habis minum alkohol. Maka, peradangan lambung akibat gastritis dapat diperparah oleh efek alkohol dalam perut.

2. Sakit perut

Sakit perut adalah tanda dan gejala gastritis yang paling umum. Ciri-ciri gastritis ini menandakan adanya peradangan pada lapisan lambung. Kebanyakan orang yang merasakan gejala gastritis ini mengeluhkan rasa perih disertai panas di perut. 

Peradangan lambung bisa diakibatkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Lapisan lambung yang fungsinya melindungi lambung dari asam untuk mencerna makanan ini akan menipis ketika diserang infeksi bakteri.

Dalam proses infeksi oleh bakteri H. pylori, asam lambung dapat meningkat hingga melukai dinding lambung dan  membentuk luka atau bisul pada lambung. Kerusakan lapisan lambung ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada perut.

Ciri-ciri radang lambung ini juga bisa muncul setelah Anda mengonsumsi obat, makanan, atau minuman pemicu gastritis. Contohnya, setelah Anda minum minuman beralkohol, makanan pedas atau asam, obat antiradang NSAID seperti ibuprofen dan aspirin. Berbagai asupan ini dapat mengiritasi lapisan lambung sehingga membuat perut terasa sakit. 

3. Muntah dan mual

Munculnya rasa mual dan muntah merupakan respons dari peradangan akibat infeksi bakteri H. pylori di lambung. Gejala gastritis ini pun dapat muncul ketika Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang memicu naiknya asam lambung.

Ketika asam lambung naik, gas-gas asam dapat berkumpul di dalam lambung dan mengakibatkan perut Anda terasa penuh atau begah. Inilah yang selanjutnya dapat membuat Anda mual, bahkan hingga muntah. Tanda dan gejala gastritis ini dapat juga muncul setelah Anda makan. 

4. Rasa terbakar di dada

Tanda dan gejala gastritis berikutnya adalah rasa terbakar pada perut bagian atas, sekitar ulu hati. Gejala radang lambung ini umum dirasakan setelah makan atau saat tidur, karena asam lambung yang bocor mengalir sampai kerongkongan.

Asam lambung dapat bocor ke kerongkongan akibat kelainan pada katup pembatas antara lambung dan kerongkongan Anda.

Ketika gastritis sudah cukup parah, otot sfingter atau katup yang memisahkan lambung dan kerongkongan lemah. Alhasil, asam lambung akan mudah naik ke kerongkongan dan menyebabkan timbulnya gejala GERD (gastroesophageal reflux disease).

5. Hilang nafsu makan 

Adanya peradangan pada lambung yang menyebabkan mual umum membuat penderitanya jadi tidak nafsu makan. Ketika asam lambung naik dan menghasilkan banyak gas, perut terasa penuh. Ini membuat perut terasa seolah “kenyang” atau begah. Alhasil, Anda pun jadi malas makan.

Apalagi kalau rasa begah ini sampai membuat Anda mual. Pasti rasanya ingin muntah setiap Anda menyuap makanan.

6. Warna feses BAB hitam

Gejala gastritis yang sampai menyebabkan feses berwarna hitam harus Anda waspadai. Kondisi ini berarti peradangan sudah menyebabkan perdarahan dalam lambung. 

Perdarahan bisa terjadi ketika infeksi atau peradangan sampai menimbulkan luka di dinding lambung. Ketika luka atau borok itu berdarah dan kemudian bercampur dengan asam lambung, feses akan berwarna gelap cenderung kehitaman. 

Tubuh menunjukkan respons yang berbeda-beda ketika lambung mengalami peradangan. Ini memungkinkan setiap orang akan mengalami gejala radang lambung yang berbeda-beda.

Tips mengatasi tanda dan gejala gastritis

obat gastritis asam lambung

Dalam kebanyakan kasus, cara mengobati gejala gastritis akan tergantung penyebabnya. Jika penyebabnya adalah masalah asam lambung umum, dokter dapat akan meresepkan obat antasida atau obat-obatan lain untuk mengurangi produksi asam lambung Anda. 

Obat tersebut dapat membantu meringankan gejala gastritis seperti sakit perut dan ulu hati, serta sensasi panas di dada dan tenggorokan.

Sementara jika gejala gastritis Anda disebaban oleh infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan antibiotik yang dikombinasikan dengan obat PPI. Kombinasi dua obat ini efektif untuk membunuh bakteri dan sekaligus menurunkan asam lambung.

Sembari minum obat gastritis, Anda akan disarankan untuk menghindari makanan yang pedas, berminyak, berlemak, dan asam agar gejala tidak makin parah.

Dokter juga menyarankan agar Anda tidak merokok dan minum minuman beralhokol, serta mengurangi stres agar lambung tidak semakin meradang.

Jika Anda mengalami gejala saat hamil, sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, mengatasi gastritis pada ibu hamil, terutama penggunaan obat harus sangat diawasi. Tujuannya, agar perawatan tidak memberikan pengaruh buruk pada kesehatan ibu dan janin.

Jika muncul tanda dan gejala gastritis ini, kunjungi dokter

Methylcobal

Hampir semua orang mengalami gangguan pencernaan, seperti gastritis. Sebagian besar dapat sembuh dengan cepat dan tidak memerlukan perawatan dokter. Namun, bukan berarti Anda menyepelekannya.

Jika Anda merasakan tanda dan gejala gastritis selama seminggu atau lebih, apalagi jika Anda menggunakan obat penghilang rasa sakit, segera konsultasi ke dokter.

Waspadai juga terjadinya muntah darah, darah di feses, atau feses berwarna kehitaman. Ini menjadi peringatan bahwa Anda membutuhkan perawatan dokter segera agar kondisinya tidak semakin parah.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 31, 2019 | Terakhir Diedit: Maret 26, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca