Pilihan Obat Medis dan Alami untuk Mengatasi Gastritis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Gastritis (radang lambung) bisa menyebabkan sakit perut, perut kembung, hingga perubahan warna feses menjadi hitam. Jika berbagai gejalanya sudah muncul, konsumsi obat gastritis biasanya menjadi pilihan utama untuk mengatasinya. Apa saja?

Obat gastritis (radang lambung) yang diresepkan dokter

Obat penyubur kandungan

Gejala gastritis muncul ketika lapisan lambung mengalami peradangan. Peradangan dapat terjadi akibat infeksi pada lambung, konsumsi obat pereda nyeri dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan, dan kebiasaan merokok.

Apabila perawatan rumahan tidak mempan, dokter biasanya meresepkan obat-obatan sesuai sesuai dengan penyebab yang mendasari. Berikut daftar obat gastritis yang biasanya diresepkan dokter.

1. Obat antibiotik

Bakteri Helicobacter pylori adalah penyebab gastritis yang paling umum. Bakteri ini sebenarnya secara alamiah terdapat dalam saluran pencernaan Anda. Keberadaan bakteri tidak akan menimbulkan masalah bila jumlahnya terkendali.

Akan tetapi, infeksi dapat terjadi bila bakteri berkembang biak hingga melewati jumlah normal. Hal ini umumnya dialami oleh lansia atau orang dengan sistem imun yang lemah. Infeksi akhirnya memicu peradangan yang bisa berujung membentuk luka.

Gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti ini biasanya diobati dengan obat antibiotik. Antibiotik yang diresepkan dapat berupa satu jenis obat saja atau gabungan dari beberapa antibiotik yang berbeda.

Penderita radang lambung umumnya diresepkan antibiotik berupa clarithromycin dan amoxicillin. Kombinasi dua obat gastritis ini dapat mematikan bakteri H. pylori yang ada di lambung.

Penggunaan antibiotik untuk gastritis sering kali menimbulkan efek samping berupa mual dan muntah. Pastikan untuk menghabiskan dosis obat sesuai dengan anjuran dokter. Jangan minum obat antibiotik lebih cepat atau lebih lama dari yang diresepkan.

Konsumsi antibiotik secara sembarangan dapat membuat bakteri kebal terhadap obat. Akibatnya, antibiotik tidak lagi mempan untuk membunuh bakteri sehingga Anda perlu mencari antibiotik yang lebih kuat.

2. Penghambat pompa proton (proton pump inhibitor/PPI)

obat maag ppi penghambat pompa proton

Selain infeksi, gastritis bisa terjadi karena asam lambung yang tinggi. Asam lambung memang dibutuhkan untuk mencerna makanan. Akan tetapi, produksi asam lambung yang berlebihan secara terus-menerus bisa menyebabkan iritasi pada lambung.

Obat yang cocok untuk mengobati radang lambung jenis ini adalah obat PPI (pompa penghambat proton). Obat PPI bekerja dengan mengurangi produksi asam di dalam lambung sehingga dinding lambung terhindar dari pengikisan.

Selain radang lambung, PPI juga dapat mengobati kondisi terkait gastritis seperti tukak lambung. Tukak lambung merupakan pembentukan luka pada lambung akibat berbagai faktor, termasuk infeksi bakteri dan pemakaian obat NSAID yang berlebihan.

Contoh obat PPI yang biasa diresepkan oleh dokter untuk gejala gastritis adalah:

Terkadang, salah satu jenis obat PPI juga bisa dikombinasikan dengan amoxicillin dan clarithromycin sebagai cara mengobati infeksi bakteri H. pylori. Kombinasi obat PPI dan antibiotik terbukti 80% bekerja lebih efektif ketimbang dua kombinasi obat saja.

Meski demikian, obat PPI tidak boleh digunakan dalam jangka panjang. Penggunaan jangka panjang dengan dosis tinggi dapat menyebabkan peningkatan risiko patah tulang belakang, pinggul, dan pergelangan tangan.

Selain itu, obat gastritis ini diduga dapat menyebabkan peningkatan risiko gagal ginjal bila tidak digunakan dengan tepat. Tanyakan kepada dokter mengenai aturan dosis, cara pakai, dan seberapa lama harus minum obat ini.

3. Histamine H2-blocker

Produksi asam lambung yang berlebihan pada gastritis tidak hanya diobati dengan obat PPI saja. Obat lainnya yang dikenal sebagai histamine H2-blocker (H2-blocker) juga bisa dijadikan pilihan untuk mengobati penyakit ini.

Tubuh Anda menghasilkan histamin dari sel enterochromaffin yang ada pada lapisan lambung. Histamin dapat merangsang produksi asam lambung. Namun, H2-blocker bekerja dengan menghambat fungsi histamin sehingga mengurangi produksi asam.

Efek ini pada akhirnya mengurangi nyeri pada perut akibat gastritis dan mempercepat penyembuhan radang. Umumnya, obat histamine H2-blocker yang diresepkan dokter untuk mengatasi gejala gastritis adalah ranitidine, famotidine, dan cimetidine.

Meskipun langka, obat ini tetap dapat menimbulkan efek samping seperti diare, sakit kepala, pusing, dan ruam kulit. Konsultasikan kepada dokter apabila Anda mengalami keluhan tersebut selama menjalani pengobatan.

4. Antasida

Antasida membantu meredakan gejala gastritis dengan menetralisasi asam lambung dan menghambat kerja enzim pepsin yang merupakan pemecah protein. Manfaat ini berasal dari bahan aktif antasida berupa magnesium, kalsium, atau aluminium.

Pada kondisi tertentu, dokter mungkin akan memberikan Anda kombinasi antasida dengan obat antibiotik atau obat-obatan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengatasi faktor lain yang mungkin menjadi penyebab gastritis.

Obat antasida dapat menyebabkan efek samping sembelit atau diare, tergantung pada bahan utamanya. Maka dari itu, diskusikan lebih dulu dengan dokter mengenai dosis dan jenis obat antasida terbaik untuk Anda guna menghindari risikonya.

Selalu gunakan obat gastritis di bawah pengawasan dokter

Methylcobal

Penggunaan obat medis memang lebih efektif, tapi tak bisa dipungkiri, ada risiko efek samping yang Anda hadapi. Oleh sebab itu, semua obat gastritis yang disebutkan di atas boleh digunakan hanya bila dokter meresepkannya.

Jika obat yang Anda gunakan saat ini menimbulkan efek samping yang mengganggu, cobalah mendiskusikannya dengan dokter. Dokter akan membantu Anda mengganti obat lain yang lebih aman dengan khasiat yang sama.

Selain izin dokter, pastikan Anda minum obat radang lambung sesuai dengan anjuran, baik dalam dosis, waktu minum, maupun masa penggunaan. Tidak hanya obat medis, Anda juga perlu berkonsultasi lebih dulu bila ingin menggunakan obat alami.

Pilihan obat alami untuk mengatasi gastritis

bawang putih untuk flu

Di samping konsumsi obat gastritis medis, dokter mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk mencoba berbagai perawatan di rumah. Perawatan rumahan bertujuan untuk mengatasi dan mencegah timbulnya gejala.

Berikut beberapa pilihan obat alami yang bisa membantu mengatasi radang lambung.

1. Minum air bawang putih

Jika radang lambung disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, Anda dapat mencoba mengonsumsi bawang putih. Ini karena zat antibakteri dalam bawang putih diyakini membantu membunuh bakteri H. pylori pada lambung.

Untuk mendapat manfaat tersebut, cukup haluskan bawang putih mentah dan larutkan dalam segelas air hangat. Saring, lalu Anda bisa meminum ekstraknya. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi bawang putih dalam bentuk suplemen.

2. Minum suplemen probiotik

Probiotik adalah bakteri yang membantu memelihara kesehatan sistem pencernaan. Bakteri baik ini dipercaya dapat mempercepat penyembuhan radang lambung dengan melawan bakteri H. pylori yang menyebabkan gastritis.

Selain dari suplemen, Anda juga bisa mendapatkan asupan probiotik dari makanan yang difermentasi. Makanan tersebut di antaranya kimchi, tempe, yogurt, dan kefir.

4. Minum teh hijau dan teh hitam

Sebuah penelitian dalam jurnal Diagnostic Microbiology and Infectious Disease pada 2015 menunjukkan bahwa teh hijau atau hitam dapat menjadi obat gastritis alami yang disebabkan infeksi bakteri.

Menurut penelitian tersebut, konsumsi teh hijau atau teh hitam setidaknya seminggu sekali dapat mengurangi jumlah bakteri H. pylori dalam saluran pencernaan. Ini tentu berperan besar bagi orang-orang dengan sistem imun yang lemah.

Ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi radang pada lambung. Pengobatan alami biasanya bisa menjadi solusi sementara untuk meringankan gejala yang mengganggu.

Namun, bila gejala tidak juga membaik, Anda tentu memerlukan obat medis yang bekerja langsung pada penyebab gastritis. Pastikan Anda mengonsumsi obat sesuai anjuran untuk memperoleh manfaatnya secara optimal.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Badan sakit setelah olahraga sebenarnya pertanda apa? Apakah ini baik atau justru sebaliknya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit