backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Gastritis Kronis

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Gastritis Kronis

Apakah Anda sering merasa sensasi terbakar atau rasa sakit tumpul yang muncul terutama saat perut kosong atau setelah makan? Bisa jadi Anda mengalami gastritis kronis.

Gejala lainnya yaitu berupa mual dan muntah yang berulang setelah makan. Pada dasarnya, kondisi ini tidaklah berbahaya. Namun, jika dibiarkan, gastritis kronis bisa menyebabkan komplikasi serius.

Apa itu gastritis kronis?

Gastritis kronis adalah peradangan pada lambung yang gejala awalnya ringan, semakin hari jadi semakin parah.

Kondisi ditandai dengan rasa sakit perut di bagian atas (area lambung) yang tumpul dan tak kunjung hilang. Pada beberapa kasus, gastritis kronis dapat tidak menimbulkan rasa sakit.

Radang lambung kronis juga dapat menyebabkan Anda merasa kenyang walau hanya baru makan sedikit.

Meradangnya lambung dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, mengonsumsi obat-obatan tertentu, stres kronis, atau masalah sistem imun lainnya.

Gastritis kronis biasanya membaik dengan perawatan, tetapi memerlukan pengawasan terus-menerus.

Seberapa umum kondisi ini?

Gastritis kronis cukup umum ditemui, tapi jumlah kasus keseluruhannya tidak sebanyak gastritis akut.

Anda dapat mengurangi peluang mengalami radang lambung kronis dengan menghindari faktor-faktor risikonya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala gastritis kronis

pangastritis

Ada banyak tanda-tanda dan gejala dari radang lambung yang sudah kronis ini. Namun, beberapa orang dengan kondisi ini awalnya tidak selalu mengalami gejala berarti.

Gejala umumnya baru muncul ketika peradangan lambung sudah berlangsung kronis. Gejala gastritis kronis yang mungkin terjadi adalah:

  • sakit perut atas,
  • sembelit,
  • kembung,
  • mual,
  • muntah,
  • bersendawa,
  • kehilangan nafsu makan, dan
  • penurunan berat badan.

Menurut Medical University of South Carolina, jika radang lambung akut ini semakin parah, lambung Anda akan kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan asam.

Selain itu, lambung akan kesulitan untuk menyerap nutrisi penting, seperti vitamin B12.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas, atau pertanyaan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter.

Radang lambung kronis memerlukan penanganan medis yang tepat dan diikuti perubahan gaya hidup untuk mencegah kekambuhan gejala.

Penyebab gastritis kronis

Radang lambung kronis terdiri dari berbagai jenis, yang disebut dengan tipe A, B, dan C. Pembagian ini dibuat berdasarkan penyebab gastritis kronis yang mendasarinya.

1. Tipe A

Radang lambung kronis tipe ini disebabkan oleh sistem imun yang menghancurkan sel lambung sehat.

Seharusnya, sistem imun bekerja untuk menjaga sel lambung dari zat asing yang mengancam, seperti kuman.

Namun, sistem imun malah keliru mengira sel-sel lambung yang sehat sebagai ancaman dan akhirnya menyerang sel lambung yang sehat.

Setelah lambung meradang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko defisiensi vitamin, anemia, dan kanker.

2. Tipe B

Tipe B adalah tipe yang paling umum yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori dan dapat menyebabkan ulkus (luka) lambung, ulkus usus, dan lebih fatanya kanker.

Bakteri ini memang ada di usus Anda dan umumnya tidak berbahaya.

Akan tetapi, jika bakteri ini berkembang tanpa kendali, bakteri dapat menyebabkan infeksi lapisan lambung dan usus dua belas jari.

Sekitar 50% populasi dunia terinfeksi dengan H. pylori. Infeksi H. pylori sangat tinggi ditemukan di Asia dan negara berkembang.

3. Tipe C

Tipe ini disebabkan oleh iritan kimiawi seperti obat pereda nyeri NSAID atau alkohol. Kondisi ini juga dapat menyebabkan erosi dan perdarahan lapisan lambung.

Jenis gastritis lain meliputi giant hypertrophic gastritis, yang dapat terkait dengan defisiensi protein.

Terdapat juga eosinophilic gastritis, yang dapat terjadi bersamaan dengan kondisi alergi seperti asma atau eksim.

Faktor risiko gastritis kronis

Berbagai faktor yang bisa memicu gastritis berlangsung dalam jangka panjang adalah sebagai berikut.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti aspirin dan ibuprofen.
  • Konsumsi alkohol berlebih.
  • Infeksi bakteri H. pylori.
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes atau gagal ginjal.
  • Sistem imun yang melemah.
  • Stres intens yang tidak kunjung hilang yang juga menyerang sistem imun.
  • Cairan empedu yang naik ke lambung.
  • Pola makan tinggi lemak dan tinggi garam.
  • Merokok.
  • Stres kronis atau gejala PTSD juga dapat menurunkan kemampuan lambung untuk melindungi diri.

Diagnosis gastritis kronis

Apabila dokter menduga Anda memiliki gastritis kronis, pemeriksaan fisik dan beberapa tes yang akan direkomendasikan adalah sebagai berikut.

1. Tes bakteri

Deteksi bakteri bisa dilakukan dengan tes darah, tes feses, dan tes napas.

Pada tes napas, Anda akan diminta untuk minum segelas kecil cairan mengandung karbon radioaktif. Lalu, Anda meniupkan udara ke dalam sebuah wadah dan kemudian menyegel wadah tersebut.

Jika Anda terinfeksi H. pylori, sampel napas akan mengandung karbon radioaktif.

2. Endoskopi lambung

Dokter akan menggunakan suatu tabung fleksibel yang dilengkapi dengan kamera kecil melewati tenggorokan, kerongkongan, lambung, hingga usus kecil.

Bila dokter menemukan area yang mencurigakan, dokter akan mengambil sampel jaringan di daerah tersebut untuk biopsi.

Biopsi adalah pemeriksaan lanjutan endoskopi lambung untuk mengetahui adanya H.pylori pada lapisan perut yang menyebabkan gastritis kronis.

3. Tes pencitraan

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan yang terjadi pada saluran pencernaan dengan bantuan sinar X.

Dengan tes ini, akan terlihat gambaran kondisi kerongkongan, lambung, dan usus kecil yang meradang.

Pengobatan gastritis kronis

obat penurun panas dewasa paling ampuh

Gastritis kronis dapat diatasi gejalanya dengan mengikuti pengobatan dokter dan perubahan gaya hidup jadi lebih sehat.

1. Obat-obatan

Dokter dapat memberikan obat untuk mengurangi asam lambung. Obat-obatan untuk mengatasi radang lambung yang umum digunakan pada kasus gastritis kronis adalah sebagai berikut.

  • Antasida, meliputi kalsium karbonat.
  • Antagonis H2, seperti ranitidin.
  • Inhibitor pompa proton (obat PPI), seperti omeprazole.
  • Mengurangi atau menghentikan aspirin dan obat serupa direkomendasikan untuk mengurangi iritasi lambung.

Gejala biasanya memerlukan waktu lebih lama untuk menghilang. Tanpa perawatan, kondisi ini bisa saja terus muncul selama bertahun-tahun.

2. Memperbaiki pola makan

Dokter dapat merekomendasikan perubahan pola makan untuk mengurangi iritasi lambung.

Hal yang perlu dihindari jika Anda memiliki gastritis kronis adalah sebagai berikut.

  • Banyak konsumsi makanan kaya garam.
  • Sering makan makanan berlemak.
  • Minum alkohol, termasuk bir dan anggur.
  • Banyak makan daging merah dan daging yang diawetkan.

Makanan yang direkomendasi bagi orang yang mengalami radang lambung kronis adalah sebagai berikut.

  • Semua buah dan sayuran.
  • Makanan yang tinggi probiotik, seperti yoghurt dan kefir.
  • Daging tanpa lemak, seperti ayam, kalkun dan ikan.
  • Protein berbahan dasar sayuran seperti kacang-kacangan dan tahu.
  • Pasta, nasi, dan roti dari gandum utuh.

Apakah gastritis kronis bisa sembuh total?

Secara umum, gastritis kronis tidak bisa sembuh total, tetapi gejalanya bisa dikelola dengan baik dengan perawatan yang sesuai.

Pencegahan gastritis kronis

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gastritis kronis.

  • Perhatikan pola makan sesuai dengan anjuran dokter.
  • Bila merasa stres, cari tahu untuk menenangkan pikiran, contohnya melakukan hobi.
  • Batasi alkohol dan konsumsi NSAID, seperti ibuprofen, naproksen, dan aspirin juga dapat mencegah kondisi ini.
  • Berhenti merokok dan minuman yang mengandung soda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan