Bakteri dan Virus, Apa Bedanya dan Manakah yang Lebih Berbahaya Bagi Tubuh?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bakteri dan virus adalah jenis mikroba yang sama-sama menyebabkan penyakit infeksi pada manusia. Meski keduanya sama-sama mengakibatkan penyakit infeksi, tapi mereka memiliki perbedaan yang membuat pengobatan serta cara menanganinya pun tidak sama. Memangnya, apa saja perbedaannya dan manakah yang lebih berbahaya antara bakteri dan virus?

Begini perbedaan antara bakteri dan virus

Beda tempat hidup dan perkembangannya

bakteri dan virus manakah yang lebih berbahaya

Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang tumbuh dan berkembang di berbagai jenis lingkungan, termasuk di dalam tubuh manusia. Beberapa jenis bakteri biasa tinggal di lingkungan yang bersuhu sangat dingin maupun sangat panas.

Sementara sebagiannya lagi, tumbuh dan berkembang di dalam tubuh manusia, salah satunya pada usus. Sebagian bakteri tidak berbahaya dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan, namun ada beberapa jenis bakteri yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan penyakit infeksi.

Lain lagi dengan virus, yang merupakan jenis mikroorganisme kecil yang hanya memiliki asam nukleat, DNA, serta RNA yang dikelilingi oleh dinding-dinding dari protein. Jika diamati lebih mendalam, virus memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan bakteri.

Selain itu, mikroorganisme ini memerlukan ‘inang’ atau tempat hidup seperti tanaman, hewan, atau manusia, untuk bertahan hidup. Itulah mengapa mikroorganisme ini bersifat parasit, karena tidak bisa hidupp sendiri tanpa bantuan dari sel atau jaringan hidup.

Beda penyakit infeksi yang ditimbulkannya

rahim sakit saat hamil

Secara umum, berikut beberapa penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri:

1. Tuberkulosis (TBC)

TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meski biasanya menyerang organ paru-paru, bakteri penyebab TBC juga bisa berkembang dan menyebar sampai ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, hingga jantung.

2. Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing (ISK) bisa terjadi ketika ada bakteri yang masuk ke dalam saluran kencing. Jenis bakteri penyebab ISK beragam, salah satu yang paling sering yakni Escherichia coli (E.coli). Ketika bakteri tersebut hadir di sekitar anus, otomatis ia bisa masuk ke dalam saluran kencing maupun ke bagian tubuh lainnya.

Berbeda dengan pria, letak saluran kencing dan anus pada wanita lebih berdekatan. Alhasil, kemungkinan terjadinya infeksi bisa semakin meningkat.

Sedangkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, yakni:

1. Cacar air

Cacar air adalah infeksi virus herpes varicella-zoster yang ditularkan dari orang lain yang telah terjangkit. Penyakit ini nantinya akan menimbulkan lentingan di seluruh tubuh, bahkan sampai ke wajah.

2. AIDS

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). AIDS merupakan perkembangan dari HIV yang sudah lebih parah. Penyakit yang satu ini bisa menimbulkan berbagai penyakit lainnya karena semakin melemahnya sistem kekebalan tubuh seseorang.

Secara garis besar, penyakit infeksi yang diakibatkan oleh mikroorganisme ini bisa terjadi karena DNA, yang berguna sebagai pengatur kegiatan sel, masuk ke dalam sel atau jaringan tubuh yang normal.  

Singkatnya, kemampuan yang digunakan mikroorganisme ini untuk tumbuh dan berkembang biak turut melibatkan sel-sel tubuh yang sehat. Bahkan, beberapa mikroorganisme ini bisa sampai membunuh sel inangnya sebagai bagian dari siklus hidupnya.

Beda pengobatannya

super tetra adalah obat

Pasien yang mengalami penyakit infeksi karena bakteri, biasanya ditangani dengan pemberian obat antibiotik. Antibiotik adalah jenis obat yang dapat membunuh, menghentikan, serta menghancurkan bakteri penyakit yang sedang tumbuh di dalam tubuh.

Sementara virus, bisanya diobati dengan menggunakan obat khusus yang disebut dengan antiviral (antivirus).

Ada penyakit bisa disebabkan oleh bakteri dan virus sekaligus

Selain mengakibatkan penyakit yang berbeda, bakteri dan virus sama-sama bisa mengakibatkan seseorang mengalami penyakit infeksi secara sekaligus. 

Pasalnya, dalam beberapa kasus cukup susah untuk mengetahui apakah penyakit infeksi tersebut disebabkan oleh virus atau bakteri. Misalnya pada meningitis, diare, dan pneumonia.

Selain itu, radang tenggorokan atau faringitis juga masuk ke dalam daftar kondisi yang bisa disebabkan oleh infeksi kedua mikroorganisme ini. Radang tenggorokan sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang muncul ketika Anda mengalami beberapa penyakit tertentu.

Jenis virus penyebab flu dan pilek, serta jenis bakteri Streptococcus pyogenes dan Streptococcus kelompok A sama-sama bisa mengakibatkan radang tenggorokan.

Jadi, siapa yang lebih berbahaya?

Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa salah satu dari bakteri dan virus lebih berbahaya bagi kesehatan. Keduanya bisa menjadi sangat berbahaya, tergantung dari jenis dan seberapa banyak jumlahnya di dalam tubuh.  

Akan tetapi, jika dilihat dari sifat atau keparahan efeknya, virus cenderung lebih susah untuk disembuhkan dan membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, mikroorganisme ini juga tidak bisa dibunuh dan dihentikan pertumbuhannya dengan menggunakan antibiotik, melainkan harus menggunakan obat antiviral.

Ukuran virus yang bisa mencapai 10 hingga 100 kali lebih kecil daripada bakteri, membuat penyakit infeksi yang ditimbulkannya nanti lebih sulit untuk pulih dalam waktu cepat. Virus bisa menyebabkan seseorang mengalami infeksi dengan cara memasukkan DNA yang dimilikinya ke dalam sel tubuh, atau mengambil alih sel-sel tubuh.

Ketika sel-sel tersebut telah membelah diri, maka “lahirlah” sel yang sudah terinfeksi virus. Sementara bakteri, berhasil menimbulkan penyakit infeksi dengan cara menghancurkan sel-sel tubuh yang sedang berkembang.

Setelah mengetahui cara kerja kedua mikroorganisme ini, dapat diambil sedikit kesimpulan bahwa virus cenderung lebih lama dan sulit untuk dibunuh karena mengambil alih semua sel-sel normal tubuh yang sedang berkembang.

Virus juga bisa mengambil alih sel bakteri yang sedang berkembang. Dalam kata lain, ia dapat menginfeksi bakteri dan kondisi ini disebut dengan bacteriophages. Oleh karena itu, virus cenderung lebih berbahaya daripada bakteri.

Namun bukan berarti bakteri tidak berbahaya. Bakteri juga bisa menjadi ‘nakal’ dan sulit untuk ditangani jika sudah kebal dengan obat antibiotik. Pemakaian obat antibiotik yang tidak sesuai bisa menyebabkan penyakit infeksi akibat bakteri lebih sulit untuk diobati.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca