Tak Cuma Harum, Simak 7 Manfaat Daun Pandan Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Daun pandan menjadi satu tanaman yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Daun pandan cukup mudah untuk ditemui. Banyak orang yang bisa menanam tanaman ini di rumahnya. Daun pandan memiliki aroma yang harum, tak jarang daun ini digunakan sebagai pengharum makanan agar makanan lebih terasa enak dan lezat untuk dimakan. Tidak hanya itu, daun pandan juga sering dijadikan pewarna dan penambah rasa untuk makanan. Namun, kenyataannya daun pandan tidak hanya bermafaat sebagai pelengkap masakan Anda, tapi juga untuk kesehatan. Daun pandan mengandung tanin, glikosida dan alkaloid, yang membuat manfaat daun pandan untuk kesehatan begitu sayang jika dilewatkan. Selengkapnya, simak informasi berikut ini. 

Manfaat daun pandan untuk kesehatan

1. Membantu menurunkan kadar gula darah

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Pharmacognosy Magazine membuktikan bahwa ekstrak daun pandan mampu mengurangi gula darah postprandial (pemeriksaan gula darah tanpa puasa terlebih dahulu). Ekstrak daun pandan juga mampu mendorong produksi insulin pada sel-sel pankreas. Secara umum, daun pandan memiliki potensi sebagai sumber alami antihiperglikemik.

2. Mengatasi kanker

Menurut penelitian yang dilakukan tahun 2014, ekstrak akar dan daun pandan memiliki efek sitotoksik, antimitotik, antiproliferatif dan apoptosis. Semua efek ini baik untuk mencegah atau menghentikan pertumbuhan kanker.

Karena itu, pandan memang memiliki potensi untuk digunakan dalam terapi kanker, seperti yang telah digunakan sebelumnya dalam waktu yang lama secara tradisional.

3. Menetralkan racun

Tidak hanya air kelapa hijau yang mampu menghilangkan atau menetralkan racun, tapi teh daun pandan juga bisa. Daun pandan sangat efektif untuk detoksifikasi tubuh, terutama organ hati. Tak hanya menetralkan, tapi daun ini juga membantu melepaskan racun dan kotoran dari tubuh. Daun pandan memiliki manfaat sebagai pencahar ringan dan benar-benar aman, serta bisa dianjurkan juga untuk anak-anak. 

4. Mengatasi rematik

Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit yang menyebabkan radang, dan kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan autoimun. Yang paling sering terkena yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut. Yang lebih jarang terkena yaitu bagian tubuh lain, seperti paru-paru, mata, jantung, pembuluh darah, kulit dan saraf.

Beberapa orang menggunakan daun pandan untuk mengatasi rematik. Caranya dengan merebus daun pandan segar dengan minyak kelapa, diaduk hingga merata. Setelah dingin, gunakan olahan daun pandan ini sebagai obat gosok untuk dioles pada bagian yang rematik.

6. Meredakan rasa nyeri

Daun pandan mengandung sifat analgetik yang bisa bertindak sebagai pereda nyeri dari sakit kepala, nyeri dada, dan arthritis. Untuk menggunakan daun pandan sebagai pereda nyeri, Anda bisa minum teh pandan dua kali sehari. Daun pandan juga memiliki kemampuan untuk mengurangi keram perut.

7. Menghilangkan ketombe dan rambut rontok

Jangan salah, rambut juga bisa meraup manfaat daun pandan. Ketombe adalah kondisi kulit kepala kronis yang umum terjadi, menyebabkan serpihan kulit mati pada kulit kepala dan dapat beragam dari ringan sampai parah. Ketombe membuat kepala menjadi gatal dan bisa merusak kesehatan rambut.

Rambut rontok adalah kondisi meluruhnya rambut dari kulit kepala atau area lain di tubuh Anda. Rambut rontok dapat merupakan hasil dari faktor keturunan, perubahan hormon, kondisi medis, atau obat-obatan. Rambut rontok dapat terjadi dengan berbagai cara berbeda, tergantung dari apa yang menyebabkannya. Rambut rontok dapat terjadi secara mendadak atau bertahap, dan memengaruhi hanya kulit kepala atau seluruh tubuh Anda.

Kondisi ini bisa diobati salah satunya dengan menggunakan daun pandan. Cara pemakaiannya dengan menjadikan daun pandan untuk masker rambut. Tumbuk halus daun pandan lalu tambahkan air, aduk hingga rata. Oleskan pada rambut dan pijat kulit kepala dengan lembut. Diamkan beberapa menit dan cuci rambut hingga bersih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Timus

Kanker timus adalah jenis kanker langka yang menyerang timus, yaitu organ kecil yang berada di belakang tulang dada. Ketahui informasi lengkapnya berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Leukemia Myeloid Akut

DefinisiApa itu leukemia myeloid akut? Acute myeloid leukemia (AML) atau leukemia mieloid akut, adalah jenis kanker saat bagian dalam yang lembut dari tulang tertentu menyebabkan myeloblast (sejenis sel darah putih) ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kanker, Kanker Darah 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Sehat?

Keduanya sama-sama mengandung kafein, namun memiliki efek yang sama pada tubuh. Sebenarnya, mana yang lebih sehat, teh atau kopi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Fakta Gizi, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Tumor Karsinoid

Tumor karsinoid adalah penyakit kanker yang berawal dari tumor. Yuk, pahami lebih dalam seperti apa gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dosis obat pereda nyeri

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makan telur mentah

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat pereda nyeri

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)

Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit