home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Makan Buah Zaitun (Tak Hanya Bisa Diolah Menjadi Minyak, Lho!)

5 Manfaat Makan Buah Zaitun (Tak Hanya Bisa Diolah Menjadi Minyak, Lho!)

Manfaat buah zaitun sudah terkenal sejak zaman dahulu kala. Biasanya, manfaat buah ini diambil dalam bentuk olahan minyak zaitun. Namun, ternyata buah zaitun tak hanya bisa diolah menjadi minyak, tetapi juga bisa langsung dimakan. Agar tahu ulasan lengkapnya, simak penjelasannya berikut ini, ya!

Kandungan nutrisi buah zaitun

Buah zaitun atau Olea europea adalah buah yang beradal dari Afrika, Asia beriklim sedang, serta Eropa Selatan. Zaitun kemudian disebarkan ke Australia dan Hawaii melalui budidaya.

Buah zaitun mengandung 115-145 kalori per 100 gram (g) atau sekitar 59 kalori untuk 10 buah zaitun (dengan asumsi rata-rata berat buah zaitun 4 g).

minyak zaitun untuk jantung

Kandungan ini terdiri dari 75-80% air, 11-15% lemak, 4-6% karbohidrat, dan sejumlah kecil protein.

Situs Food Data Central U.S. Department of Agriculture menyebutkan bahwa 100 g buah zaitun terdiri dari serangkaian nutrisi berikut ini:

  • Protein: 1,03 g
  • Lemak: 15,32 g
  • Karbohidrat: 3,84 g
  • Serat: 3,3 g
  • Gula: 0,54 g
  • Kalsium: 52 mg
  • Zat besi (Fe): 0.49 mg
  • Magnesium (Mg): 11 mg
  • Fosfor (P): 4 mg
  • Kalium (K): 42 mg
  • Sodium (Na): 1556 mg
  • Zinc (Zn): 0,04 mg
  • Copper (Cu): 0,12 mg
  • Selenium (Se): 0,9 µg
  • Thiamin: 0,021 mg
  • Riboflavin: 0,007 mg
  • Niacin: 0,237 mg
  • Vitamin B-6: 0,031 mg
  • Folat: 3 µg
  • Beta-karoten: 231 µg
  • Lutein + zeaxanthin: 510 µg
  • Vitamin E: 3,81 mg
  • Vitamin K: 1,4 µg

Di samping berisi karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral, buah zaitun memang mengandung lemak yang tinggi, yaitu sebesar 11-15 persen.

Namun, Anda tak perlu khawatir, karena kandungan lemak yang ada di dalam buah zaitun adalah lemak baik.

Asam lemak yang paling melimpah dari buah ini adalah asam oleat yang termasuk asam lemak tak jenuh tunggal dan menyumbang 74% dari seluruh kandungan buah zaitun.

Asam oleat dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, seperti mengurangi pembengkakan, menurunkan risiko penyakit jantung, hingga melawan kanker.

Manfaat buah zaitun

Buah zaitun bisa digunakan sebagai minyak untuk memasak, minyak untuk merawat kecantikan wajah, minyak untuk menutrisi rambut, dan lainnya.

Namun, sebenarnya manfaat buah zaitun tidak hanya bisa diambil dalam bentuk minyak. Buah yang berwarna hijau atau ungu kehitaman ini juga bermanfaat jika dimakan langsung.

manfaat minyak zaitun untuk wajah

Manfaat buah zaitun berasal dari kandungan nutrisi, vitamin, mineral, dan senyawa organiknya, termasuk zat besi, serat, tembaga, vitamin E, senyawa fenolik, asam oleat, dan berbagai antioksidan.

Beragam kandungan buah zaitun tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh.

Tak sampai di situ, buah zaitun juga memiliki indeks glisemik yang rendah. Berikut daftar manfaat buat zaitun yang perlu Anda ketahui:

1. Melawan infeksi

Buah zaitun sangat kaya kandungan antioksidan, seperti oleuropein, hydroxytyrosol, tyrosol, asam oleanolik, quercetin.

Buah zaitun dapat mengurangi kerusakan oksidatif dalam tubuh dan membantu melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

2. Meningkatkan kesehatan jantung

Buah zaitun mengandung asam oleat yang memiliki manfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung dengan cara:

Seperti diketahui, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Kandungan hydroxytyrosol pada buah zaitun juga dapat melindungi jantung.

Antioksidan ini bertindak sebagai antikoagulan untuk menipiskan darah sehingga mengurangi kemungkinan pembekuan darah dan menghalangi aliran darah.

3. Memperbaiki kesehatan tulang

Osteoporosis ditandai dengan penurunan massa tulang dan kualitas tulang. Hal ini dapat meningkatkan risiko patah tulang.

Tingkat osteoporosis lebih rendah di negara-negara Mediterania (yang rajin makan buah zaitun) daripada di negara-negara Eropa lainnya.

Hal ini membuat para peneliti berspekulasi bahwa buah zaitun mungkin bisa menjadi salah satu pelindung untuk tulang.

Beberapa senyawa yang ditemukan pada buah zaitun dan minyak zaitun telah terbukti membantu mencegah keropos tulang pada hewan percobaan.

4. Mencegah kanker

Kandungan antioksidan dan asam oleat yang tinggi pada buah zaitun memiliki manfaat untuk mengurangi risiko penyakit kanker.

Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal Of Agricultural And Food Chemistry.

Penelitian tersebut menemukan bahwa buah zaitun dapat mengganggu siklus hidup sel kanker di payudara, usus besar, dan perut.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.

5. Merawat kesehatan kulit

Bukan rahasia lagi bahwa minyak buah zaitun dikenal baik untuk merawat kesehatan kulit.

Hal tersebut telah dibuktikan melalui berbagai penelitian, termasuk studi tentang pengaruh minyak zaitun terhadap kesembuhan luka pada pasien diabetes tipe 2.

Penelitian pada Journal of Diabetes & Metabolic Disorders menunjukkan hasil yang menarik.

Menurut penelitian tersebut penggunaan minyak zaitun yang dikombinasikan dengan perawatan kulit rutin efektif untuk membantu memulihkan luka pada kaki penderita diabetes.

Tips aman mengonsumsi buah zaitun

Manfaat buah zaitun memang lebih sering diambil melalui olahan minyaknya seperti yang mungkin biasa Anda temukan di pasaran.

Namun, tak ada salahnya untuk mengambil manfaat buah zaitun dengan memakannya langsung, seperti menambahkan potongan buah ini ke dalam salad.

Selain salad, Anda bisa mengolah makanan lainnya dan memberikan campuran potongan buah zaitun untuk menambah aroma dan rasa masakan.

Jika tidak ingin dimakan langsung, Anda bisa menggunakan olahan minyak dari buah zaitun yang kemudian dicampurkan ke berbagai kudapan sesuai selera.

Minyak zaitun dapat menambahkan rasa yang nikmat pada berbagai kudapan. Ini sangat cocok dengan semua makanan mentah, seperti salad.

Minyak zaitun juga dapat menjadi bahan tambahan mayonaise atau saus lainnya.

cara menggunakan minyak zaitun

Bahan makanan ini sangat cocok diolah pada suhu tinggi, seperti ditumis, sup hangat, dipanggang, digoreng, karena kestabilannya.

Hal ini disebabkan oleh struktur asam lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan serta efek perlindungan dari tokoferol dan polifenol yang dikandungnya.

Melihat dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa buah zaitun memang kaya khasiat kesehatan.

Namun, jangan ragu untuk menghubungi dokter jika Anda mengalami gejala mengkhawatirkan setelah mengonsumsi buah ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sánchez-Quesada, C., López-Biedma, A., Warleta, F., Campos, M., Beltrán, G., & Gaforio, J. (2013). Bioactive Properties of the Main Triterpenes Found in Olives, Virgin Olive Oil, and Leaves of Olea europaea. Journal Of Agricultural And Food Chemistry, 61(50), 12173-12182. doi: 10.1021/jf403154e

Emkey, R., & Emkey, G. (2012). Calcium Metabolism and Correcting Calcium Deficiencies. Endocrinology And Metabolism Clinics Of North America, 41(3), 527-556. doi: 10.1016/j.ecl.2012.04.019

N, A., R, H., & R, K. (2014). Review on iron and its importance for human health. Journal Of Research In Medical Sciences : The Official Journal Of Isfahan University Of Medical Sciences, 19(2). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24778671/

Schwingshackl, L., & Hoffmann, G. (2014). Monounsaturated fatty acids, olive oil and health status: a systematic review and meta-analysis of cohort studies. Lipids In Health And Disease, 13(1). doi: 10.1186/1476-511x-13-154

H, S., PR, S., BC, P., JS, d., & CR, C. (2013). An overview of the modulatory effects of oleic acid in health and disease. Mini Reviews In Medicinal Chemistry, 13(2). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23278117/

Olea europaea subsp. europaea (European olive) . (2021). Retrieved 4 March 2021, from https://www.cabi.org/isc/datasheet/37336

Olives, green. (2021). Retrieved 4 March 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1103679/nutrients

Nasiri, M., Fayazi, S., Jahani, S., Yazdanpanah, L., & Haghighizadeh, M. (2015). The effect of topical olive oil on the healing of foot ulcer in patients with type 2 diabetes: a double-blind randomized clinical trial study in Iran. Journal Of Diabetes & Metabolic Disorders, 14(1). doi: 10.1186/s40200-015-0167-9

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 20/02/2021
x