Stress
Saya mengalami masalah konflik keluarga,hendak bercerai tp suami tidak mahu.ibu saya sendiri masuk campur dengan sebelah lelaki menyebabkan saya stress yg teruk,mental Pon fikir terlalu banyak apa yg harus saya lakukan doktor?

Punya pertanyaan seputar kesehatan?
Tanya dokter secara gratis
Posting berbagi
Diskusi Menarik
Terbaru
Populer
Sore dok,
Gimana menghadapi sikap.manipulatif pasangan sy, pernikahan kami mencapai 15th, kami selalu bertengkar dgn sikap dia yg manioulatif nya, selalu berbohong dan berbohong, mau 1 bulan ini kami tdk ada kominikasi yg baik setelah pertengkaran terakhir,
Sybsudah lelah dgn sikapnny yg tidak pernah berubah, sy tdk siap dgn perceraian mengingat anak2 sy usia 13 th yg besar dan 11 th yg kecil.
Dok , bagaimana mana cara saya menghilangkan rasa trauma yg membuat saya jd org yg kesannya selalu curiga kepada suami , memang kejadian ini sudah 2th berlalu tapi itu kejadian kedua yg lebih pilu bagi saya mgkin rasa itu yg membuat saya susah mengontrol suasan ketika suami sdg bekerja dg lawan jenisnya sebagi partner dan lawan kerja nya ini perempuan yg masih lebih muda dr PD saya atau TDK sya jd ovt ,, ingin rasanya untuk TDK selalu memikirkan hal jatuhnya menuduh suami karena suami juga sedang berusaha untuk memperbaiki rmh tangga,, apa yg harus saya perbaiki ya dok? Terimakasih
Dok, aku Egi sangat lah tinggi dan kalo di nasehati atau di beri tau aku tidak bisa menerima nya bahkan aku menolak omongan dari seseorang dan kmrin aku mengikuti ego ku sndri dan akhirnya sangat lah tidak menyenangkan aku ga mau terulang lagi seprti itu apakah ada saran dok buat saya yang ego tinggi tidak bisa menerima dalam bntuk apapun aku ingin berubah karena ego aku dan suami sering bertengkar apakah dok saran untuk saya??
Dok sy adalah seorang ibu 2 anak dan pekerja kantoran. Di kantor, awalnya sy dekat dengan 2 orang, yg satu adalah teman karena tahun masuk kerja kami berbarengan (si A), dan yang satunya lagi karena orangnya memang social butterfly (si B). Sy termasuk orang yang rajin di tahun-tahun awal bekerja. Si A dan si B ini sering sy tolong, bahkan sampai suami bilang seperti orang yang dimanfaatkan saja. Tapi waktu itu sy pikir karena teman saya senang saja membantu. 5 tahun sy jalani dengan senyum dan abai saja, sampai puncaknya ketika sy dan si A ditugaskan mengerjakan kegiatan yang besar dengan dana terbatas, sy meledak marah karena mereka ternyata bersekongkol bertanya ke pimpinan tentang dana di grup kantor, tapi seperti menyudutkan sy dan si A yang menjadi penanggung jawab. Waktu itu sy tidak tahu klau ternyata itu akal2an mereka biar dana turun. Sy pikir si B ini menyerang kami. Bahkan pimpinan pun menyalahkan kami yg bekerja waktu itu. Sy mundur dari kegiatan itu. Ternyata si A &
... Lihat Lainnya
Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin