cemas berlebihan
hallo dok, nama saya zulfa Triani umur 39 thn, saya mengalami cemas yg berlebihan, sekarang sya mengalami kepala berat, mata perih, pikiran penuh kyak gk bsa mikir, apakh itu termasuk cemas dok?
Punya pertanyaan seputar kesehatan?
Tanya dokter secara gratis
Posting berbagi
Diskusi Menarik
Terbaru
Populer
belakangan ini saya merasa kesepian, Saya jauh dari pasangan dan juga keluarga karena LDM. saya tidak tahu apakah yang saya rasakan kesepian yang wajar atau depresi, tiap kali merasa sedih karena kesepian saya jadi kehilangan minat pada diri sendiri, termasuk tidak berminat mengikuti kegiatan sosial di lingkungan sekitar. saya seperti selalu kelelahan tapi sulit tidur, selalu menangis tiap malam padahal tidak sedang sedih, jika sudah bisa tidur saya selalu terbangun tengah malam. yang saya ingin tanyakan, apakah saya depresi, atau hanya kesepian yang wajar?
Usia saya 25th. Saya terkadang merasakan sedih berlebihan, merasa saya yang paling sengsara, sedih, susah atau sejenisnya. Saya juga sering memendam semua perasaan saya dri dulu sampai saat ini, terkadang saya juga tidak bisa mengontrol emosi saya, saat ini saya merasakan marah, sedih, dan perasaan yg serupa lalu ketika saya seperti ini saya biasanya akan teriak² atau memukul benda di dekat saya dengan keras agar menimbulkan suara dan membuat saya sedikit lega, saya juga terkadang sering berpikir ingin melukai atau menyiksa seseorang sampai saya merasa puas dan orang tersebut memohon kepada saya untuk diakhiri hidupnya. Saya juga merasa bahwa saya dimanfaatkan oleh calon suami saya, saya juga merasa ingin mengakhiri hidup saya di depan mata calon suami saya agar dia merasakan kehilangan di depan matanya agar dia yg saya tinggalkan bukan saya yg ditinggalkan agar dia merasakan kehilangan saya. Saya tidak tau ini apa sebetulnya. Bnyak yg ingin saya katakan tapi saya rasa tidak cukup,
... Lihat LainnyaDok saya mau tanya, kenapa saya selalu cemas berlebihan, terkadang saya suka nangis tanpa sebab, terus suka membuat alur cerita di pikiran saya, terus saya selalu melakukan hal yang berulang kali, dan dok saya termasuk orang yang sangat jijik sama kotoran apapun itu, tapi otak saya selalu memaksa saya untuk memegang atw menyentuh hal kotor ituu, klw tidak di lakukan perasaan saya selalu gelisah, bkn hnya hal kotor, tp terkadang pikiran saya selalu memaksa saya untuk melukai diri sendiri, seperti yang prnh terjadi pikiran sayang menyuruh saya untuk menggesekkan benang jahit d telinga dan tangan saya dan itu saya lakukan, saya mau tanya itu kejala ap dokšš
Hallo dok bagaimana cara mengatasi ketika sedang berbicara dengan seseorang dan di tengah perbincangan saya tibatiba merasa maluu dan cemas,entah kenapa dan itu sangat mengganggu keseharian saya dok,ini sudah saya alami dari 2023 dan saya baru menyadari bahwa ini sangat mengganggu keseharian saya, Minta tolong d jawab dok,Trimakasihhhš
Halo dok,saya hampir setiap hari merasa takut dan khawatir tentang apa yang akan terjadi , dan terutama saya memiliki banyak tugas kuliah yang tidak berenti datang. Karena ketakutan ini saya menjadi sulit tidur dan hampir setiap hari menangis , ditambah lagi saya di perkuliahan belum menemukan teman yang cocok dan saya merasa sendiri. saya selalu merasa gelisah bahkan kadang sampai tremor dan kesulitan mengatur nafas dan juga menahan menangis. saya juga ada geja rambut rontok dimana say pikir apakah itu dari stress yang berlebih? apa solusi untuk saya dok, karena saya bahkan samapi berpikir untuk mengakhiri hidup saya
Suami saya didiagnosa psikiaternya f31.2 awal bulan lalu. Setelah sebelumnya, ia menderita anxiety disorder. Setelah enam tahun lalu berhenti mengkonsumsi narkoba. Kecemasannya mulai muncul saat menghadapi beberapa momen pahit dalam hidupnya.
Ia berinisiatif untuk mengatasi kecemasannya empat tahun lalu. Dan mulai mengkonsumsi obat dari psikiater secara rutin selama empat tahun ini.
Namun keadaannya bukan semakin membaik, justru diagnosanya semakin naik menjadi bipolar. Puncaknya dua minggu lalu, ia rawat inap di rumah sakit jiwa, karena sudah mengalami gejala psikosomatik, seperti delusi dan memiliki keinginan untuk menyakiti dirinya sendiri.
Selama dirawat di sana, memang delusi/halusinasinya sudah menghilang, namun depresinya masih terus saja membayang di sepanjang harinya.
Saya sebagai pasangan turut membantu pemulihannya dengan meminimalkan stressor yang bisa mengganggu suami saya.
Saat ini ia sudah keluar dari rumah sakit. Namun fase depresinya b
... Lihat Lainnya
Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin