backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

8

Tanya Dokter
Simpan

11 Penyebab Kram Perut pada Wanita Selain Karena Haid Plus Ciri-Cirinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 2 hari lalu

11 Penyebab Kram Perut pada Wanita Selain Karena Haid Plus Ciri-Cirinya

Ada baiknya Anda tidak menyepelekan kram yang terasa di perut karena kemungkinan menjadi pertanda adanya masalah kesehatan wanita. Memang perut kram pada wanita bisa jadi pertanda apa? Simak penjelasan lengkap masing-masing penyebab beserta ciri-cirinya di dalam artikel ini.

Penyebab kram perut pada wanita

penyebab kram perut

Mengutip dari Better Health, kram perut merupakan kondisi yang bisa Anda rasakan dari bawah area tulang rusuk hingga panggul.

Apalagi, perut juga mempunyai banyak organ seperti hati, pankreas, usus, pembuluh darah utama, hingga area bawah perut seperti organ reproduksi.

Itulah kenapa penyebab kram perut bisa berbeda-beda, termasuk pada wanita.

Berikut adalah beberapa penyebab kram perut sekaligus ciri-cirinya pada wanita.

1. Endometriosis

Salah satu penyebab kram perut yang perlu Anda waspadai adalah endometriosis. Ini merupakan kondisi saat jaringan yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh dan menumpuk pada organ lain di luar rahim.

Normalnya, endometrium akan menebal menjelang masa ovulasi agar calon janin dapat menempel pada rahim jika terjadi pembuahan.

Ketika tidak terjadi pembuahan, endometrium ini akan luruh bersama darah menstruasi.

Namun, saat mengalami endometriosis, jaringan dinding rahim yang meluruh tersebut tidak keluar melalui vagina, tetapi mengendap di sekitar organ reproduksi wanita.

Lama kelamaan, endapan ini akan menyebabkan peradangan, kista, atau jaringan parut. Inilah yang menjadi penyebab kram perut meskipun tidak sedang menstruasi.

Berikut ini ciri-ciri kram perut akibat endometriosis, yang meliputi:

  • nyeri atau kram pada punggung serta perut bagian bawah,
  • mual, muntah, hingga diare,
  • nyeri saat berhubungan seksual, dan
  • rasa nyeri saat buang air kecil dan besar.

2. Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang terbentuk pada ovarium. Penyakit ini dapat menjadi salah satu penyebab kram perut bagian bawah di luar masa menstruasi.

Kram perut akibat kista tidak hanya terasa saat masih tumbuh dan bertahan dalam ovarium, tetapi juga ketika kista pecah.

Ciri-ciri kram perut akibat kista ovarium, di antaranya:

  • perut kram lebih tajam di kedua sisi perut bawah, terutama area bawah pusar,
  • area perut terasa kembung juga penuh, dan
  • nyeri panggul pada bagian paha.

3. Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah kondisi saat adanya tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Kondisi ini bisa digambarkan sebagai sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal.

Mioma uteri atau fibroid rahim ini akan menekan lapisan rahim sehingga Anda akan merasakan kram, baik itu menjelang menstruasi maupun di luar itu.

Ciri-ciri kram perut akibat fibroid rahim, yaitu:

  • perut kembung,
  • ada tekanan pada area panggul, dan
  • sakit punggung hingga nyeri pada kaki.

4. Timbulnya jaringan parut atau keloid

Kalau pernah operasi panggul atau perut, ada kemungkinan Anda berisiko mengalami pertumbuhan jaringan parut (keloid) yang menyebabkan kram perut bagian bawah.

Biasanya, penyebab kram perut yang satu ini adalah kuret, operasi caesar, infeksi rahim, dan prosedur operasi lainnya.

Ciri-ciri kram perut dari kondisi keloid, yang meliputi:

  • organ sekitar keloid terasa kaku dan nyeri, serta
  • perut gatal disertai nyeri saat ditekan.

5. Kanker ovarium

Kanker ovarium adalah salah satu jenis kanker penyebab kematian terbesar pada wanita.

Rasa kram perut akibat kanker ovarium sering disalahartikan sebagai mulas karena sembelit atau perut kembung.

Akan tetapi, kram perut ini lebih terasa di bagian perut bawah dan bertahan cukup lama.

Adapun ciri-ciri kram perut yang menandai kanker rahim, yaitu:

  • masalah pada kandung kemih,
  • perut terasa kembung juga kram, dan
  • rasa nyeri pada area panggul serta perut.

6. Sindrom iritasi usus besar

Penyakit yang juga biasa disebut irritable bowel syndrome adalah kontraksi pada usus besar yang bekerja secara tidak normal. Ada kemungkinan penyebabnya adalah masalah pada sistem saraf.

Ini membuat kontraksi usus menjadi terlalu sering, cepat, atau lambat, sehingga juga menjadi penyebab kram perut bagian bawah.

Ciri-ciri kram perut dari kondisi sindrom iritasi usus besar, yaitu:

  • kembung dan terasa tidak nyaman,
  • kentut berlebihan, hingga
  • diare juga sembelit.

Artikel terkait

7. Penyakit radang panggul

perut kram setelah berhubungan

Pelvic inflammatory disease (PID) atau radang panggul merupakan salah satu penyakit yang lebih sering terjadi pada wanita.

Hal ini karena radang panggul adalah infeksi pada organ reproduksi wanita yang juga menjadi salah satu penyebab perut bagian bawah kram pada wanita.

Perlu Anda ketahui bahwa kondisi ini mungkin terdeteksi setelah mengalami susah hamil serta nyeri panggul kronis.

Ciri-ciri kram perut dari yang menjadi tanda radang panggul, yaitu:

  • area panggul, pinggang, dan perut terasa sakit,
  • sulit buang air kecil karena nyeri,
  • perdarahan yang tidak normal, serta
  • keluarnya cairan pada vagina.

8. Sembelit

Konstipasi atau sembelit juga bisa menjadi penyebab Anda mengalami kram perut bagian bawah. Ini merupakan gangguan pencernaan akibat kinerja usus menurun.

Perut akan terasa kram karena efek peningkatan tekanan serta pembengkakan pada area usus.

Berikut ciri-ciri kram perut akibat sembelit, antara lain:

9. Perut kembung

Gas dalam perut merupakan bagian dalam sistem pencernaan. Akan tetapi, apabila gas terperangkap dalam perut, hal ini juga bisa menyebabkan kram perut bagian bawah.

Peningkatan gas dalam perut Anda juga bisa mengakibatkan perut kembung sekaligus gangguan sistem pencernaan.

Ciri-ciri kram perut dari kondisi perut kembung akibat gas, di antaranya:

  • sering bersendawa,
  • perut terasa ditekan,
  • nyeri, hingga
  • ukuran perut yang membesar.

10. Haid

Kram perut pada wanita biasanya identik dengan gejala sindrom pramenstruasi (PMS).

Pasalnya, kram perut saat haid, atau disebut juga dismenore, disebabkan oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan proses menstruasi itu sendiri.

Saat haid, senyawa prostaglandin diproduksi oleh tubuh, yang menyebabkan otot-otot rahim berkontraksi.

Kontraksi ini membantu melepaskan lapisan rahim, tetapi juga bisa menyebabkan kram yang menyakitkan.

Ciri-ciri perut kram akibat haid biasanya meliputi:

  • nyeri di bagian bawah perut yang dapat menjalar ke punggung bawah dan paha,
  • berupa kram, tumpul, atau seperti rasa tertusuk,
  • muncul satu atau dua hari sebelum menstruasi dimulai,
  • berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari, dan
  • disertai mual, muntah, diare, sakit kepala, dan pusing.

11. Hamil

Kram perut saat hamil  bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang normal dan umum terjadi.

Pada awal kehamilan, saat sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim, beberapa wanita mungkin merasakan kram ringan atau nyeri.

Namun, ada juga beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis.

Terkadang, kram yang disertai dengan perdarahan atau keluarnya jaringan bisa menjadi tanda keguguran.

Kram saat kehamilan awal bisa disertai dengan gejala lain, seperti:

  • mual (morning sickness),
  • payudara yang membengkak dan nyeri, serta
  • sering buang air kecil.

Cara mengatasi perut kram 

Mengatasi perut kram pada wanita bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada penyebab kram tersebut.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa membantu meredakan penyebab kram perut.

  • Kompres hangat menggunakan bantal pemanas atau botol air hangat. Hawa panas dapat membantu mengendurkan otot-otot yang tegang dan meningkatkan aliran darah ke area tersebut.
  • Minum banyak air secara teratur. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik, karena dehidrasi bisa memperburuk kram.
  • Minum obat pereda nyeri. Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen, untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
  • Pijat ringan pada area yang kram dengan gerakan melingkar. Pijatan dapat membantu meredakan ketegangan dan meningkatkan aliran darah.
  • Lakukan peregangan dan olahraga ringan. Aktivitas fisik ringan, seperti berjalan atau yoga, dapat membantu mengurangi kram dengan meningkatkan aliran darah dan melepaskan endorfin.
  • Mandi air hangat. Suhu hangat dapat membantu meredakan nyeri dan membuat tubuh lebih rileks. Tambahkan garam Epsom ke dalam air mandi untuk manfaat tambahan.
  • Konsumsi makanan berserat. Seperti, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang dapat membantu mencegah sembelit, yang seringkali menyebabkan kram perut.
  • Menghindari makanan tertentu. Hindari makanan yang menyebabkan gas, seperti kacang-kacangan, minuman berkarbonasi, serta makanan pedas, berlemak, atau asam.
  • Lakukan relaksasi dan pengelolaan stres. Seperti, pernapasan dalam, meditasi, atau yoga.
  • Minum teh herbal. Seperti, teh peppermint atau chamomile yang memiliki sifat menenangkan dan dapat membantu meredakan kram perut.

Jika kram perut berlanjut atau sangat parah, penting untuk segera menghubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, terutama jika disertai dengan gejala lain, seperti demam, perdarahan, atau nyeri hebat.

Kesimpulan

Kram perut pada wanita bisa disebabkan berbagai kondisi kesehatan, mulai dari kondisi yang normal (seperti, haid dan kehamilan) hingga kondisi yang lebih serius (seperti, kista, endometrium, keloid, dan kanker). Maka itu, cara mengatasi kram perut ini juga perlu disesuaikan dengan masing-masing kondisi penyebabnya, di antaranya kompres air hangat, minum teh herbal, dan minum obat pereda nyeri.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 2 hari lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan