5 Penyebab Perut Terasa Kencang dan Sakit Pinggang

    5 Penyebab Perut Terasa Kencang dan Sakit Pinggang

    Sakit perut adalah salah satu gejala paling umum yang bisa menandakan adanya gangguan sistem pencernaan. Meskipun begitu, perut terasa kencang dan sakit pinggang bisa jadi gejala gangguan kesehatan serius. Ketahui apa saja kemungkinan penyebabnya.

    Penyebab perut terasa kencang dan sakit pinggang

    Rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian tertentu perut umumnya menandakan adanya gangguan organ di sekitarnya.

    Pada beberapa kasus, kondisi ini juga menandakan adanya penyakit mendasar yang memerlukan pemeriksaan medis segera.

    Nah, berikut ini sejumlah penyebab yang mungkin memicu perut terasa kencang dan sakit pinggang.

    1. Infeksi saluran kemih

    ciri-ciri sembuh dari infeksi saluran kemih

    Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi bakteri yang terjadi di saluran kencing.

    Bakteri yang menyebabkan ISK bahkan bisa menginfeksi organ ginjal, kandung kemih, dan tabung yang menghubungkan keduanya.

    Pada wanita, biasanya pasien akan merasakan nyeri panggul, terutama pada area tulang di sekitar kelamin dan pusat panggul.

    Selain itu, apabila infeksi berada di ginjal, pasien akan mengalami demam, mual dan muntah, menggigil, atau nyeri punggung.

    Rangkuman

    • Penyebab infeksi saluran kemih adalah bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari usus.
    • Saat bakteri E. coli berada di kulit atau dekat anus, bakteri ini bisa masuk ke saluran kencing dan berpindah ke tempat lain.
    • Pada wanita, lantaran letak saluran kencing dan anus berdekatan, risiko ISK jadi lebih tinggi.

    2. Endometriosis

    Endometriosis terjadi ketika jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim (endometrium), malah tumbuh dan menumpuk di luar rahim.

    Jaringan yang tumbuh di luar rahim ini akan ikut meluruh ketika haid. Namun, jaringan yang meluruh tersebut tidak keluar lewat vagina seperti jaringan normal di dalam rahim.

    Sisa endometrium yang luruh justru mengendap di sekitar organ reproduksi. Ini menyebabkan nyeri kronis dari perut bawah, punggung, sampai kaki.

    Gejala lainnya seperti perut terasa kencang dan sakit pinggang, disertai mual, muntah, atau diare.

    Jika dibiarkan, endapan tersebut menimbulkan kista, peradangan, jaringan parut (luka), dan menyebabkan beragam gangguan kesehatan.

    3. Kista ovarium

    operasi kista ovarium

    Kista ovarium adalah kantung berisi cairan berada di dalam atau melapisi ovarium.

    Medline Plus menyebutkan bahwa kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya dan mungkin akan menghilang dengan sendirinya, tanpa melalui penanganan medis, seiring bertambahnya usia.

    Namun, dalam beberapa kasus, kista ovarium bisa menimbulkan perut kembung, nyeri pada punggung bawah dan paha, hingga perdarahan.

    Hubungi dokter apabila Anda merasakan rasa perut terasa kencang dan sakit pinggang, sering buang air kecil, atau perdarahan dari vagina tanpa alasan yang jelas.

    4. Radang panggul

    Penyebab lain yang mungkin dapat menimbulkan perut terasa kencang dan sakit pinggang adalah radang panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID).

    Penyakit radang panggul merupakan infeksi pada organ reproduktif wanita seperti serviks, uterus, tuba fallopi, atau ovarium.

    Penyakit ini dapat dipicu oleh bakteri yang ditularkan lewat hubungan seksual. Infeksi bakteri cenderung lebih cepat menyebar ketika masa menstruasi.

    Penyakit radang panggul bisa melukai tuba falopi dan ovarium. Pada gilirannya, ini menyebabkan pasien sulit untuk hamil atau menimbulkan kehamilan ektopik (berkembangnya janin di luar rahim).

    5. Saraf kejepit

    saraf kejepit penyebab hilang keseimbangan tapi tidak pusing

    Saraf kejepit dapat timbul saat ada tekanan pada saraf. Tekanan dapat dipicu oleh gerakan yang dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.

    Sebagai contoh, posisi siku ditekuk ketika tidur. Tekanan saraf bisa terjadi saat saraf tertekan antara jaringan dengan tendon, ligamen, atau tulang.

    Apabila pasien mengalami saraf kejepit, rasa nyeri di pinggang mungkin akan jauh lebih terasa daripada rasa perut kencang.

    Ada sejumlah dampak yang bisa terjadi jika saraf terjepit dibiarkan, seperti jaringan lunak atau pelindung di sekitar saraf pecah.

    Ini menyebabkan pembengkakan dan tekanan pada jaringan parut.

    Cara mengatasi perut terasa kencang dan sakit pinggang

    Ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala perut kencang dan sakit pinggang yang timbul, di antaranya adalah sebagai berikut.

    • Berhenti melakukan aktivitas untuk sementara waktu.
    • Istirahat yang cukup, sembari menunggu gejala yang timbul mereda.
    • Hindari mengonsumsi makanan mentah atau asupan tinggi gas, seperti minuman bersoda, kol, dan makanan berminyak.
    • Konsumsi makanan karbohidrat kompleks, seperti pisang, nasi merah, atau ubi. Karbohidrat kompleks akan memberikan energi tanpa memperburuk peradangan di pinggang.
    • Kompres pada bagian yang terasa kencang atau nyeri menggunakan air hangat.
    • Hindari untuk menahan buang air kecil atau buang air besar.

    Jika keluhan nyeri yang timbul justru tidak tertahankan dan malah bertambah parah, Anda perlu mencari pertolongan medis sesegera mungkin.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Endometriosis. (n.d.). The American Pregnancy Association. Retrieved August 01, 2022 from, https://americanpregnancy.org/womens-health/endometriosis/

    Ovarian cysts. (2020). MedlinePlus. Retrieved August 01, 2022 from, https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001504.htm

    Pelvic Inflammatory Disease. (2022). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved August 01, 2022 from, https://www.cdc.gov/std/pid/stdfact-pid.htm

    Pinched Nerve – Symptoms & causes. (2022). Mayo Clinic. Retrieved August 01, 2022 from, http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinched-nerve/basics/causes/con-20029601

    Urinary Tract Infection: Causes, Symptoms, & Treatment. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved August 01, 2022 from, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9135-urinary-tract-infections

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Aug 16
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro