5 Penyebab Kram Perut Pada Wanita, Selain Karena Haid

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kram perut pada wanita biasanya identik dengan gejala sindrom pramenstruasi (PMS). Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, dari 90 persen wanita yang mengalami gejala PMS, sebanyak 20 persen di antaranya mengalami kram perut yang cenderung parah. Namun di sisi lain, pada kondisi tertentu wanita juga dapat mengalami kram perut di luar siklus menstruasinya. Awas, hal ini tidak boleh disepelekan karena bisa menjadi pertanda adanya masalah serius pada kesehatan Anda. Lantas, apa saja penyebab kram perut selain karena haid? Cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Berbagai penyebab kram perut selain karena haid

Kram perut karena datang bulan biasanya terjadi selama 5 sampai 11 hari menjelang menstruasi. Jika Anda merasakan kram perut di luar masa itu, maka Anda perlu waspada.

Menurut Alyssa Dweck, seorang dokter kandungan sekaligus penulis The Complete A to Z for Your V, penyebab kram perut yang terasa menyakitkan dan di luar siklus menstruasi kemungkinan karena adanya masalah panggul lainnya yang perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut ini adalah penyebab kram perut yang bukan disebabkan karena haid dan perlu diwaspadai, yaitu:

1. Endometriosis

Salah satu penyebab kram perut yang perlu Anda waspadai adalah kemungkinan endometriosis. Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi rahim (endometrium) tumbuh dan menumpuk pada organ lain di luar rahim.

Normalnya, endometrium akan menebal menjelang masa ovulasi untuk mempersiapkan diri agar calon janin dapat menempel pada rahim, jika terjadi pembuahan. Ketika tidak terjadi pembuahan, endometrium ini akan luruh dan keluar bersama darah menstruasi.

Namun pada wanita yang mengalami endometriosis, jaringan dinding rahim yang meluruh tersebut tidak keluar melalui vagina, tetapi mengendap di sekitar organ reproduksi. Lama kelamaan, endapan ini akan menyebabkan peradangan, kista, atau jaringan parut. Inilah yang menjadi penyebab kram perut meskipun tidak sedang menstruasi.

Kram perut akibat endometriosis mirip seperti kram perut saat haid tapi biasanya terjadi lebih sering dalam sebulan. Biasanya, kram perut terasa di punggung bagian bawah dan di bawah pusar Anda.

Walaupun penyebabnya belum diketahui secara pasti, konsumsi pil KB dapat membantu Anda mengatasi rasa sakit akibat endometriosis. Selain itu, kram perut akibat endometriosis juga dapat diatasi dengan suntikan untuk menekan hormon atau dengan jalan operasi endometriosis.

2. Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang terbentuk pada ovarium. Penyakit ini dapat menjadi salah satu penyebab kram perut di luar masa menstruasi.

Kista ovarium umumnya bisa hilang sendirinya, api delapan persen wanita lainnya memerlukan pengobatan lewat obat atau operasi karena kista yang dialami cukup parah.

Kram perut akibat kista tidak hanya terasa saat kista masih tumbuh dan bertahan di dalam ovarium, tetapi juga ketika kista mengalami pecah.

Saat kista ovarium pecah, Anda mungkin akan merasa kram perut yang lebih tajam di kedua sisi perut bawah, terutama di bawah pusar. Namun, lokasinya juga tergantung pada ovarium mana yang terdapat kista.

mengatasi nyeri haid dan kram perut

3. Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah kondisi saat adanya tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Beberapa gejalanya berupa kram perut, kembung, sakit saat berhubungan seks, dan rasa tertekan pada saluran kemih atau usus.

Jika Anda memiliki fibroid yang tumbuh di dalam rahim, maka fibroid akan menekan lapisan rahim lebih kuat, terlebih menjelang masa menstruasi. Menjelang peluruhan dinding rahim saat menstruasi, dinding rahim akan mendorong keluar lapisan dan membuat Anda merasakan kram di bagian perut.

Untuk memastikan penyebab kram perut akibat fibroid rahim, segera konsultasikan pada dokter untuk menjalani prosedur USG.

4. Timbulnya jaringan parut atau keloid

Kalau Anda pernah mengalami operasi panggul atau perut, maka Anda berisiko mengalami pertumbuhan jaringan parut (keloid) yang menyebabkan rasa sakit.

Jaringan parut ini dapat menyebabkan organ di sekitarnya terasa kaku sehingga memicu trauma pada rahim. Hal ini biasanya disebabkan oleh kuret, operasi caesar, infeksi rahim, dan prosedur operasi lainnya.

5. Kanker ovarium

Kanker ovarium adalah salah satu jenis kanker penyebab kematian terbesar pada wanita. Pasalnya, lebih dari 22.000 wanita didiagnosis dengan kanker ovarium setiap tahunnya dan angkanya terus mengalami peningkatan. Beberapa gejala kanker ovarium di antaranya rasa nyeri, kembung, kram perut, dan perdarahan yang tidak teratur.

Rasa kram perut akibat kanker ovarium sering disalahartikan sebagai mulas karena sembelit atau perut kembung. Akan tetapi, kram perut ini lebih terasa di bagian perut bawah dan bertahan cukup lama.

Untuk memastikan penyebab kram perut akibat kanker ovarium, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Waktu yang Tepat Minum Obat Cacing?

Cara terbaik untuk mencegah dan mengobati cacingan ini adalah dengan minum obat cacing. Namun, kapan tahu waktu yang tepat minum obat cacing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Infeksi Melalui Makanan 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Banyak orang yang tak bisa lepas dari musik dalam hidupnya, bahkan sampai keterusan pakai earphone saat tidur. Tapi awas bahayanya bagi pendengaran Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Banyak orang yang mengonsumsi obat penambah tinggi badan yang dianggap bisa membuat mereka tinggi. Tapi, benarkah klain tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak daun basil

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit perut karena gas dan karena penyakit lain

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
kutu bulu mata

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
alat reproduksi wanita

Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit