Pneumaturia

    Pneumaturia

    Keluarnya gas bersamaan dengan urine (air kencing) secara medis disebut pneumaturia. Pneumaturia bisa menjadi gejala masalah kesehatan serius. Lalu, apa penyebab dan bagaimana cara mengobati kondisi ini?

    Apa itu pneumaturia?

    Pneumaturia adalah kondisi keluarnya gas atau gelembung udara dalam urine. Gas dalam sistem urologi (perkemihan) merupakan kondisi tidak normal dan bisa menunjukkan gejala masalah kesehatan tertentu.

    Umumnya, masalah kesehatan dalam sistem kemih, termasuk infeksi saluran kemih (ISK) bisa menimbulkan gas yang akan keluar dengan urine saat berkemih.

    Fistula atau kondisi terbentuknya saluran kecil antarbagian tubuh, seperti usus besar dan kandung kemih, juga memungkinkan udara dari sistem pencernaan masuk ke urine.

    Penderita pneumaturia cenderung tidak akan mengetahuinya. Meski demikian, beberapa orang merasakan suara dan sensasi yang tidak biasa saat mereka buang air kecil.

    Seberapa umumkah kondisi ini?

    Pneumaturia merupakan gejala yang jarang terjadi. Namun, seseorang yang mengidap infeksi saluran kemih, fistula, atau memiliki faktor lainnya bisa mengalami kondisi ini.

    Tanda dan gejala pneumaturia

    Ketika menderita pneumaturia, Anda mungkin merasakan adanya sensasi mengganggu pada aliran urine. Sejumlah orang juga merasakan adanya suara tak biasa saat buang air kecil.

    Timbulnya gas juga bisa Anda lihat dengan penampakan gelembung dalam urine. Semakin parah penyebabnya, gelembung biasanya lebih banyak dan membuat urine terasa penuh.

    Pneumaturia yang disebabkan adanya infeksi pada saluran kemih, juga bisa menimbulkan gejala penyakit urologi lain, termasuk:

    • rasa sakit dan sensari terbakar saat buang air kecil,
    • keinginan untuk buang air kecil terus-menerus,
    • sulit buang air kecil, dan
    • perubahan warna urine.

    Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

    Jika memiliki gejala pneumaturia, segera konsultasikanlah ke dokter. Terlebih apabila rasa sakit dan nyeri parah sampai membuat Anda sulit beraktivitas.

    Kondisi tubuh setiap orang berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan terbaik.

    Normalkah Kencing Bercabang Saat Buang Air Kecil?

    Penyebab dan faktor risiko pneumaturia

    Pneumaturia biasanya menjadi salah satu gejala dari gangguan kesehatan pada sistem urologi dan bagian lain di sekitarnya, termasuk saluran pencernaan.

    Apa saja penyebab pneumaturia?

    Salah satu penyebab umum pneumaturia yaitu infeksi saluran kemih (ISK). Bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih bisa menghasilkan gelembung gas dalam aliran urine.

    Sistitis emfisematosa juga bisa menyebabkan gas dalam urine. Kondisi ini membuat kandung kemih meradang dan menimbulkan gelembung gas di dalam atau di dinding kandung kemih.

    Penyebab pneumaturia lainnya yakni fistula. Gangguan ini terjadi saat munculnya saluran kecil abnormal penghubung organ tubuh yang seharusnya tidak terhubung.

    Fistula usus besar dan kandung kemih bisa membawa gas dari sistem pencernaan ke aliran urine. Sementara pada wanita, fistula vagina dan kandung kemih juga bisa menyebabkan kondisi yang sama.

    Faktor apa saja yang meningkatkan risiko kondisi ini?

    Penyakit diabetes meningkatkan faktor risiko pneumaturia akibat infeksi bakteri pada saluran kemih. Kadar glukosa berlebihan dalam tubuh memicu bakteri menghasilkan lebih banyak gas. Fistula juga bisa menyebabkan pneumaturia.

    Mengutip Cleveland Clinic, beberapa masalah kesehatan yang memicu terjadinya fistula seperti berikut ini.

    Diagnosis dan pengobatan pneumaturia

    Diagnosis pada penderita pneumaturia akan membantu dokter dalam menentukan kondisi yang menyebabkan dan metode pengobatan yang tepat dalam menanganinya.

    Apa saja pemeriksaan untuk mendeteksi kondisi ini?

    Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan lokasi di mana gelembung masuk ke saluran urine. Diagnosis dokter dapat meliputi sejumlah tes berikut ini.

    • Tes laboratorium. Prosedur tes darah dan tes urine bertujuan untuk melihat apakah ada infeksi bakteri dalam saluran kemih.
    • Tes pencitraan. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan ultrasound, CT-scan, atau MRI untuk mengetahui kondisi kandung kemih dan bagian di sekitarnya.
    • Sistoskopi. Pemeriksaan dengan tabung kecil lentur dan kamera kecil (sistoskop) yang secara perlahan masuk melalui uretra ke dalam kandung kemih.
    • Kolonoskopi. Pemeriksaan dengan instrumen tabung lentur dan kamera (kolonoskop) yang masuk melalui rektum untuk melihat kondisi lapisan usus besar.

    Apa saja pilihan pengobatan untuk pneumaturia?

    Pengobatan pneumaturia tergantung pada masalah kesehatan yang mendasarinya. Dokter bisa memberikan resep obat-obatan, hingga merekomendasikan prosedur bedah jika diperlukan.

    Infeksi

    Pengobatan infeksi saluran kemih akan dokter berikan melalui resep antibiotik dalam jangka waktu tertentu. Pastikan Anda meminum antibiotik hingga habis sesuai anjuran dokter.

    Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen apabila Anda mengalami rasa sakit saat berkemih.

    Selain obat-obatan, minum lebih banyak air dan istirahat cukup juga bisa membantu pemulihan infeksi saluran kemih. Apabila gejala tidak membaik setelah 2 – 3 hari pengobatan, hubungi dokter Anda.

    Fistula

    Pembedahan hampir selalu menjadi langkah pengobatan yang efektif untuk fistula. Dokter spesialis urologi dan ahli bedah akan menentukan teknik bedah yang sesuai, tergantung penyebab dan luasnya fistula.

    Pada kondisi lain, terkadang fistula kecil bisa sembuh dengan sendirinya. Alhasil, dokter hanya akan memberikan resep antibiotik dan obat pereda nyeri untuk membantu pemulihan pasien.

    Bahaya Komplikasi Infeksi Saluran Kemih Jika Tidak Diobati Sampai Tuntas

    Pengobatan di rumah untuk pneumaturia

    Pneumaturia akan sembuh setelah Anda melakukan pengobatan berdasarkan penyebabnya, baik melalui obat-obatan maupun prosedur operasi.

    Beberapa perawatan tambahan juga bisa Anda lakukan untuk membantu pemulihan kondisi penyebab pneumaturia seperti berikut ini.

    • Minum air putih secara rutin, sekitar 6 – 8 gelas air per hari.
    • Minum resep obat antibiotik dan pereda nyeri sesuai anjuran dokter.
    • Pilih asupan makanan sesuai rekomendasi dokter atau ahli gizi.
    • Berendam dengan air hangat untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
    • Hubungi dokter jika pneumaturia atau gejala lain semakin memburuk.

    Jika memiliki pertanyaan atau keluhan lain, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaik sesuai kondisi yang Anda alami.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 06/08/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan