Bagaimana Proses Pembentukan Urine dalam Sistem Perkemihan Manusia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Urine adalah hasil sisa metabolisme yang melalui proses sekresi dari ginjal yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui saluran kemih. Urine biasanya mengandung zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh, sehingga perlu dikeluarkan karena dapat meracuni tubuh.

Lantas, bagaimana proses pembentukan urine?

Anatomi sistem perkemihan manusia

Sistem perkemihan (urinaria) terdiri dari berbagai macam organ, mulai dari ginjal hingga uretra, saluran tempat keluarnya kencing.

Jika satu atau beberapa dari organ tersebut mengalami masalah urologi, proses pembentukan urine pun ikut terganggu. Kenali apa saja organ yang bekerja dalam proses pembentukan urine di tubuh manusia. 

Ginjal 

Ginjal adalah salah satu organ penting dalam pembentukan urine. Dua organ yang berbentuk kacang ini terletak di bawah tulang rusuk dekat dengan bagian tengah punggung. Ada beberapa fungsi ginjal yang turut berkontribusi agar Anda bisa buang air kecil sebagai berikut.

  • Membuang limbah dan cairan berlebih dari tubuh.
  • Menyeimbangan kadar air dan elektrolit di tubuh.
  • Melepaskan hormon yang mengontrol produksi sel darah merah.
  • Membantu menjaga kesehatan tulang dengan mengontrol kalsium dan fosfor.

Ginjal nantinya akan mengeluarkan urea dari darah lewat unit penyaringan kecil yang disebut nefron. Setiap nefron biasanya terdiri atas bola yang dibentuk dari kapiler darah kecil (glomerulus) dan tabung kecil (tubulus ginjal). 

Bersamaan dengan air dan limbah lainnya, urea akan membentuk urine saat melewati nefron dan menuju tubulus ginjal. 

Ureter

Ureter adalah dua tabung kecil yang bertugas membawa urine dari ginjal ke kandung kemih. Otot-otot di dinding ureter biasanya akan terus mengencang dan mengendur agar urine turun dari ginjal. 

Jika urine kembali naik atau dibiarkan begitu saja, penyakit ginjal seperti infeksi ginjal pun bisa terjadi. Setiap 10-15 detik, urine dalam jumlah yang sedikit akan dialirkan dari ureter ke kandung kemih. 

Kandung kemih

Kandung kemih merupakan organ berongga yang berbentuk segitiga dan berada di perut bagian bawah. Organ ini ditahan oleh ligamen yang melekat pada organ lain dan tulang panggul. 

Dinding kandung kemih juga akan mengendur dan mengencang agar urine dapat tersimpan. Pada kandung kemih yang sehat biasanya dapat menyimpan hingga 300-500 ml urine selama 2-5 jam. 

Oleh sebab itu, penting menjaga kesehatan kandung kemih agar proses pembentukan urine tidak terganggu dan buang air kecil Anda tetap lancar. 

Uretra

Urine yang telah diproduksi oleh ginjal dan dipindahkan dari ureter dan kandung kemih pada akhirnya akan dikeluarkan melalui uretra. Organ yang disebut sebagai saluran kencing ini bertugas menghubungkan kandung kemih ke lubang saluran kemih pada ujung penis atau vagina. 

Normalnya, uretra memiliki panjang sekitar 20 cm pada pria. Sementara itu, ukuran uretra pada wanita mempunyai panjang berkisar 4 cm. Antara kandung kemih dan uretra dilengkapi dengan cincin otot (sfingter) sebagai organ yang menjaga urine agar tidak bocor.

Proses pembentukan urine

sistem kemih
Sumber: Biology Forums

Pembentukan urine biasanya terdiri dari tiga tahap, yaitu filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan augmentasi atau sekresi (pengumpulan).

Filtrasi (penyaringan)

Proses pembentukan urine yang satu ini dilakukan dengan bantuan dari ginjal. Setiap ginjal mempunyai sekitar satu juta nefron ,yaitu tempat pembentukan urine. 

Pada waktu tertentu, sekitar 20 persen dari darah akan melewati ginjal untuk disaring. Hal ini dilakukan agar tubuh dapat menghilangkan zat-zat sisa metabolisme (limbah) dan menjaga keseimbangan cairan, pH darah, dan kadar darah. 

Proses penyaringan darah pun dimulai di ginjal. Darah yang mengandung zat sisa metabolisme akan disaring karena dapat menjadi racun untuk tubuh.

Penyebab Umum yang Sering Terjadi Pada Penderita Penyakit Ginjal

Tahapan ini terjadi di badan malphigi yang terdiri dari glomerulus dan kapsul Bowman. Glomerulus bertugas menyaring air, garam, glukosa, asam amino, urea, dan limbah lainnya agar dapat melewati kapsul Bowman.

Hasil penyaringan ini kemudian disebut sebagai urine primer. Urine primer termasuk urea di dalamnya, adalah hasil dari amonia yang sudah terakumulasi. Hal ini terjadi ketika hati memproses asam amino dan disaring oleh glomerulus. 

Reabsorpsi

Setelah filtrasi, proses pembentukan urine selanjutnya adalah reabsorpsi, yakni penyaringan ulang. Sekitar 43 galon cairan melewati proses filtrasi. Namun, sebagian besar akan diserap kembali sebelum dikeluarkan dari tubuh. 

Penyerapan cairan tersebut dilakukan di tubulus proksimal nefron, tubulus distal, dan tubulus pengumpul. 

Air, glukosa, asam amino, natrium dan nutrisi lainnya diserap kembali ke aliran darah di kapiler yang mengelilingi tubulus. Setelah itu, air bergerak melalui proses osmosis, yaitu pergerakan air dari area yang terkonsentrasi tinggi ke konsentrasi lebih rendah. Hasil dari proses ini adalah urine sekunder.

Pada umumnya, semua glukosa akan diserap kembali. Namun, hal ini tidak berlaku pada penyandang diabetes karena glukosa berlebih akan tetap dalam filtrat. 

Natrium dan ion-ion lainnya akan diserap kembali secara tidak lengkap dan tertinggal dalam filtrat dalam jumlah yang besar. 

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi lebih banyak makanan, sehingga menghasilkan konsentrasi darah yang lebih tinggi. Hormon mengatur proses transpor aktif, yaitu ion seperti natrium dan fosfor, diserap kembali. 

Sekresi atau augmentasi

Sekresi adalah tahap terakhir dari proses pembentukan urine. Beberapa zat mengalir langsung dari darah di sekitar tubulus distal dan tubulus pengumpul ke tubulus tersebut. 

Tahapan ini juga menjadi bagian dari mekanisme tubuh untuk menjaga keseimbangan pH asam-basa dalam tubuh. Ion kalium, ion kalsium, dan amonia juga melewati proses sekresi, seperti beberapa obat. Hal ini dilakukan agar senyawa kimia dalam darah juga tetap seimbang.

Proses ini dilakukan dengan meningkatkan sekresi zat, seperti kalium dan kalsium, ketika konsentrasinya tinggi. Selain itu, penyerapan kembali (reabsorpsi) juga ditingkatkan dan mengurangi sekresi ketika konsentrasinya rendah.

Urine yang dibuat oleh proses ini kemudian mengalir ke bagian tengah ginjal yang disebut panggul, di mana ia mengalir ke ureter dan kemudian tersimpan di kandung kemih. Selanjutnya, urine mengalir ke uretra dan akan keluar saat buang air kecil.

Zat yang terkandung dalam urine

warna urine

Setelah mengenal tahapan pembentukan urine, Anda mungkin ingin mengenali zat-zat apa saja yang terkandung dalam urine. Pasalnya, ketika darah melewati ginjal, air dan senyawa lainnya, seperti protein dan glukosa akan kembali ke darah. 

Sementara itu, limbah dan cairan berlebih akan dibuang. Alhasil, proses ini menghasilkan urine yang terdiri dari beberapa zat, yaitu:

  • air, 
  • urea, limbah yang terbentuk saat protein dipecah, 
  • urochrome, darah berpigmen yang membuat warna kuning pada urine,
  • garam, 
  • kreatinin, 
  • amonia, dan
  • senyawa lain yang dihasilkan empedu dari hati.

Maka dari itu, urine yang normal biasanya berwarna kuning jernih.

Ciri-ciri Urine yang Normal Menurut Warna, Bau, dan Jumlahnya

Tips menjaga kesehatan sistem kemih

senam kegel

Proses pembentukan urine tidak akan berjalan dengan lancar jika salah satu atau beberapa organ yang berkaitan mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan sistem kemih mereka dengan cara-cara berikut ini. 

  • Penuhi kebutuhan cairan harian Anda dengan minum 8 gelas air per hari.
  • Jalani pola makan sehat, seperti perbanyak protein tanpa lemak.
  • Rutin berolahraga, terutama melakukan senam Kegel untuk mengencangkan otot panggul.
  • Tidak menahan kencing untuk mencegah risiko infeksi saluran kemih.
  • Buang air kecil setelah berhubungan seks untuk membuang bakteri di uretra.

Jika Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan penyakit urologi, segera konsultasikan dengan dokter. Dengan begitu, Anda mungkin akan dianjurkan menjalani tes urine untuk mendiagnosis penyakit yang dialami. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit