Pedoman Merawat Orang Demensia yang Suka Berubah Perilakunya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 November 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hidup bersama anggota keluarga yang terkena demensia memang tidak mudah. Orang yang mengalami demensia, tentunya tidak bisa hidup sendiri, harus ada anggota keluarganya yang merawat ia sehari-hari. Salah satu tantangan terbesar dalam merawat orang demensia adalah menghadapinya ketika ia mengalami perubahan perilaku. Perubahan perilaku yang terjadi kadang-kadang bisa bikin Anda jengkel, kesal, bahkan putus asa. Sulit sudah pasti, namun untuk meringankan beban, Anda dapat mengikuti tips merawat orang demensia berikut ini.

Berbagai tips merawat orang demensia yang mengalami perubahan perilaku

Merawat orang demensia sebenarnya susah-susah gampang. Anda harus putar otak, respon apa yang harus Anda lakukan ketika seseorang yang Anda sayangi mengalami perubahan perilaku. Tentunya, perilaku yang ia lakukan sangat tidak biasa, bahkan bisa membuat Anda jengkel sendiri. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan berbagai tips merawat orang demensia berikut ini.

Prinsip pertama: bukan perilakunya yang harus diubah

Orang dengan demensia, memiliki ingatan yang sangat pendek, selalu merasa kebingungan, dan perilakunya mudah berubah. Namun, ingatlah bahwa pasien sedang mengalami gangguan saraf di otaknya, sehingga percuma saja memberitahunya kalau yang ia lakukan salah atau aneh. Jika Anda hanya berusaha untuk mengubah perilakunya, maka Anda pasti tidak akan berhasil. Justru, hal yang harus Anda lakukan adalah mengubah lingkungan di sekitarnya, agar membuatnya nyaman.

Misalnya, bila orang yang Anda sayangi itu tiba-tiba tertidur di lantai, maka hal yang harus Anda lakukan adalah membuat ia nyaman untuk tidur di sana. Contohnya, menyiapkan matras tebal dan menyelimutinya agar ia nyaman. Sementara, jika Anda menyuruhnya untuk kembali ke kamarnya, mungkin saja saat itu ia akan menurut. Namun, beberapa saat kemudian, bukan tidak mungkin Anda sudah menemukannya lagi di lantai.

Periksakan ke dokter

Ketika sedang merawat orang demensia, Anda juga harus rajin-rajin membawanya ke dokter. Apalagi jika ia mengalami perubahan perilaku terus-terusan. Hal ini bisa saja disebabkan oleh efek samping dari obat yang diberikan padanya. Misalnya, obat tersebut bisa membuat ia menjadi lebih sering berhalusinasi.

Jika memang efek samping dari obat, mungkin dokter dapat mengubah dosis obat tersebut atau bahkan menggantinya dengan jenis obat lain. Yang terpenting, Anda harus konsultasikan dengan dokter yang menanganinya.

Lihat apa maksud dari perilaku tersebut

Ketika perubahan perilaku terjadi, jangan langsung kesal atau jengkel dulu padanya. Lebih baik, lihat apa yang ingin ia lakukan. Meskipun sudah terkena demensia, terkadang apa yang pasien lakukan memiliki maksud tertentu.

Orang dengan demensia tidak dapat memberitahukan dengan jelas apa yang mereka butuhkan atau pun inginkan, sehingga mereka akan melakukan hal-hal yang mungkin tidak biasa.

Misalnya ketika ia mengeluarkan semua baju-bajunya dari lemari. Pasti Anda bingung apa yang menyebabkan hal ini terjadi. Bisa saja, ia melakukan hal ini karena bingung tak ada kegiatan lain yang bisa ia lakukan. Jadi, Anda bisa saja mengajaknya untuk menekuni hobinya, agar ia dapat menghabiskan waktunya dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Kenali pemicu dari perubahan perilaku

Setiap keanehan perilaku sebenarnya dipicu oleh sesuatu hal. Misalnya pasien merasa sedang bosan, tertekan, atau takut dengan lingkungan sekitarnya, maka perubahan perilaku ini bisa saja muncul tiba-tiba. Saat hal ini terjadi, Anda dituntut untuk lebih peka dan mengerti orang yang Anda sayangi tersebut.

Bila memang pasien sedang bosan, Anda bisa menyibukannya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, misalnya buat prakarya atau sekadar melakukan pekerjaan rumah yang ringan bersama. Kegiatan tersebut bisa bikin ia sibuk. Atau bila ia merasa takut dan cemas, Anda sebaiknya ada di sisinya agar ia merasa tenang.

Jangan terpaku dengan yang kemarin

Jangan kaget jika setiap harinya mungkin Anda akan dihadapkan dengan perilaku yang berbeda-beda. Ini menandakan kalau Anda harus lebih kreatif dan memutar otak untuk melakukan pendekatan yang berbeda setiap harinya. Sekali lagi ingat, bahwa Anda tak bisa mengontrol dan tidak mengetahui perilaku apa saja yang akan dilakukannya, sehingga yang bisa Anda lakukan hanyalah terus membuatnya nyaman dan menyibukannya dengan berbagai hal yang bermanfaat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit