Demensia Vaskuler (Demensia Vaskular)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi demensia vaskuler (demensia vaskular)

Apa itu demensia vaskuler (demensia vaskular)?

Demensia vaskuler (vaskular) adalah jenis demensia yang terjadi karena rusaknya jaringan otak akibat gangguan aliran darah ke otak. Seseorang dengan penyakit ini akan mengalami kesulitan dalam merencanakan, menilai, mengingat sesuatu dan proses berpikir lainnya.

Biasanya, jenis demensia ini terjadi setelah terserang penyakit stroke. Stroke sendiri adalah kondisi kritis akibat suplai darah ke otak yang terganggu sehingga membuat sel-sel otak mulai mati dalam beberapa menit.

Di samping itu, jenis demensia ini juga bisa terjadi akibat kondisi lain yang merusak pembuluh darah dan mengurangi sirkulasi, sehingga otak kehilangan oksigen dan nutrisi penting.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit demensia vaskuler (vaskular) adalah jenis demensia yang cukup umum menyerang lansia, setelah penyakit Alzheimer. Pengidap demensia tipe umumnya adalah lansia berusia di atas 65 tahun.

Namun, pada kasus yang cukup langka, demensia akibat kurangnya asupan darah di otak ini bisa menyerang seseorang di usia yang lebih muda.

Tanda & gejala demensia vaskuler (demensia vaskular)

Gejala demensia vaskuler sangat bervariasi, bergantung pada bagian otak yang aliran darahnya terganggu.

Gejalanya sekilas hampir mirip dengan gejala penyakit Alzheimer, sehingga harus melakukan beberapa tes kesehatan untuk mengetahui penyebab dan mengamati gejala yang dialami pasien.

Berikut ini adalah tanda dan gejala demensia vaskuler (vaskular) yang umumnya terjadi:

  • Kebingungan.
  • Sulit untuk konsentrasi pada sesuatu.
  • Kemampuan untuk berpikir menurun dan buruk dalam mengambil keputusan.
  • Sulit untuk membuat rencana dan mengungkapkan rencana tersebut pada orang lain, serta tidak bisa membaca situasi yang sedang dihadapi.
  • Mudah gelisah dan tersinggung.
  • Kesulitan mengingat atau mudah lupa.
  • Sulit memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya pada kegiatan yang punya langkah-langkah tertentu.
  • Menunjukkan gejala depresi, kehilangan motivasi, dan tidak peduli dengan sekitar.
  • Sering buang air kecil atau tidak mampu mengontrol desakan untuk buang air kecil.

Gejala yang disebutkan di atas mengarah pada demensia vaskular bila muncul secara tiba-tiba setelah stroke terjadi. Kondisi ini kadang disebut dengan demensia pascastroke.

Kesemua gejala dapat muncul secara bersamaan, bisa juga terjadi secara bertahap. Pada beberapa kasus, jenis demensia ini juga terjadi bersamaan dengan penyakit Alzheimer atau demensia lewy body. Kondisi ini dikenal juga dengan mixed dementia atau demensia kombinasi.

Penyebab demensia vaskuler (demensia vaskular)

Penyebab utama demensia vaskuler (vaskular) adalah terjadinya masalah pada pembuluh darah otak sehingga mengurangi kemampuannya untuk memasok darah kaya oksigen dan nutrisi ke jaringan otak.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab demensia vaskuler (vaskular):

Penyakit stroke yang memblokir arteri otak

Tidak semua kasus stroke dapat menjadi penyebab demensia, hanya pada kasus-kasus tertentu. Akan tetapi, umumnya terjadi pada orang yang mengalami stroke mendadak (tanda dan gejala stroke tidak disadari oleh penderitanya)

Penyempitan atau kerusakan pembuluh darah otak secara kronis

Kondisi ini meliputi penuaan, tekanan darah tinggi (hipertensi), aterosklerosis (penyumbatan plak di arteri jantung), diabetes, dan perdarahan pada otak.

Faktor risiko demensia vaskuler (demensia vaskular)

Secara umum, faktor risiko penyakit demensia jenis ini sama dengan faktor risiko dari penyakit jantung dan stroke. Lebih jelasnya, faktor risiko dari demensia vaskuler (vaskular) adalah:

  • Usia yang bertambah tua. Risiko penyakit yang menyerang otak ini akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 65 tahun.
  • Riwayat penyakit jantung atau stroke. Jika Anda pernah mengalami stroke atau mengidap penyakit jantung, seperti aterosklerosis atau atrial fibrilasi (denyut jantung sangat cepat), risiko penyakit demensia ini cukup tinggi.
  • Kadar kolesterol tinggi. Kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan plak di pembuluh darah yang menghambat aliran darah ke otak.
  • Diabetes. Kadar glukosa tinggi merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk otak yang dapat meningkatkan risiko stroke dan demensia.
  • Hipertensi. Ketika tekanan darah Anda terlalu tinggi, itu memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah di mana pun di tubuh Anda, termasuk otak Anda. Kondisi ini meningkatkan risiko masalah pembuluh darah di otak.
  • Obesitas. Obesitas atau kegemukan adalah faktor risiko dari berbagai penyakit yang menyebabkan peradangan di tubuh, termasuk penyakit jantung.
  • Kebiasaan merokok. Kebiasan merokok dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit yang mengganggu aliran darah di tubuh.

Diagnosis dan pengobatan demensia vaskuler (demensia vaskular)

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Sebenarnya, tidak ada tes kesehatan khusus untuk mendiagnosis jenis demensia ini. Namun, dokter akan meminta Anda untuk menjalani serangkaian tes kesehatan, di antaranya adalah:

Tes laboratorium

Pada tes ini, dokter akan melihat bagaimana kondisi tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah di dalam tubuh.

Pemeriksaan kesehatan neurologis

Dokter akan memeriksa refleks tubuh, kekuatan otot pada sisi tubuh sebelah kanan dan kiri, mengecek kemampuan indera penglihatan dan pendengaran, serta melihat kemampuan tubuh dalam menjaga keseimbangan dan koordinasi tubuh.

Tes pencitraan

Prosedur pencitraan otak yang mungkin direkomendasikan dokter Anda untuk membantu mendiagnosis demensia vaskular meliputi CT scan, MRI, dan USG karotis.

CT scan dapat memberikan informasi tentang struktur otak Anda; beri tahu apakah ada wilayah yang menunjukkan penyusutan; dan mendeteksi bukti stroke, dan perubahan pembuluh darah atau tumor.

Selanjutnya, MRI dapat memberikan lebih banyak detail daripada CT scan tentang stroke, stroke ringan, dan kelainan pembuluh darah. Sementara USG karotis menunjukkan pergerakan darah melalui arteri Anda.

Tes neuropsikologis

Dokter akan menguji dan menilai berbagai kemampuan Anda dalam:

  • Berbicara, menulis, dan memahami bahasa.
  • Bekerja dengan angka.
  • Pelajari dan ingat informasi.
  • Mengembangkan rencana dan menyelesaikan masalah.

Apa saja cara mengobati demensia vaskuler (demensia vaskular)?

Menurut laman Stanford Health Care, demensia vaskuler (vaskular) adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun, pengobatan tetap dilakukan untuk mengobati kondisi yang menjadi penyebab dasar dan mengurangi kerusakan otak lebih lanjut.

Pengobatan demensia vaskuler (vaskular) yang umumnya dilakukan adalah:

  • Minum obat untuk mengelola tekanan darah, kolesterol, trigliserida, diabetes, dan masalah pembekuan darah.
  • Mungkin dokter meresepkan obat penghambat cholinesterase, seperti donepezil (Aricept), rivastigmine (Exelon), dan galantamine (Razadyne).
  • Menjalani prosedur medis untuk meningkatkan aliran darah ke otak, seperti endarterektomi karotis, angioplasti, dan  atau pemasangan stent (ring jantung).

Pengobatan demensia vaskuler (demensia vaskular) di rumah

Selain mengikuti perawatan dokter, pasien demensia vaskuler juga perlu menerapkan demensia vaskuler (vaskular), di antaranya adalah:

  • Konsumsi makanan sehat bergizi sesuai dengan rekomendasi dokter maupun ahli gizi. Sebaiknya juga menghentikan kebiasaan minum alkohol.
  • Jaga berat badan tetap dalam angka ideal. Jika kelebihan berat badan, Anda mungkin perlu menjalani diet yang diarahkan dokter.
  • Rutin olahraga dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
  • Lakukan latihan untuk mengasah otak, seperti mendengarkan musik, mengikuti kelas seni, atau bermain teka-teki.

Dalam menjalani pengobatan rumahan ini, pasien demensia sangat membutuhkan bantuan anggota keluarga. Oleh karena itu, kehadiran keluarga dan kerabat dalam mendukung efektivitas perawatan pasien demensia sangat dibutuhkan.

Pencegahan demensia vaskuler (demensia vaskular)

Kesehatan pembuluh darah otak berkaitan erat dengan kesehatan jantung Anda. Oleh karena itu, cara mencegah penyakit demensia vaskuler (vaskular) adalah dengan menjaga kesehatan jantung Anda, yakni lewat langkah-langkah berikut ini:

  • Jaga tekanan darah kisaran normal. Jika Anda memiliki hipertensi, ikuti pengobatan dan perawatan yang direkomendasikan dokter.
  • Kendalikan gula darah dan kolesterol normal. Caranya, kurangi konsumsi makanan yang mengandung tinggi gula dan lemak. Bagi pasien diabetes dan kolesterol tinggi, ikuti pengobatan dokter dan rutin cek gula darah.
  • Konsumsi makanan yang sehat, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian. Batasi makanan yang digoreng, tinggi lemak, dan tinggi garam.
  • Rutin olahraga, setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok di sekitar Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Jika Anda mengira mimpi muncul saat Anda tidur nyenyak, Anda salah. Mimpi dan fase tidur nyenyak ternyata merupakan dua tahapan tidur yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pola Tidur Sehat 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Meningkatkan Fokus, Juga Mengasah Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Kejang Parsial

Kejang parsial bisa terjadi pada siapa saja. Seberapa umumkah kondisi ini? Bisakah dicegah dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak. Apa gejala, penyebab dan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mempertajam ingatan

Pertajam Daya Ingat Dengan Berolahraga Ringan 10 Menit Saja, Yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gegar otak adalah

Gegar Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit