home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yuk, Kenali Lebih Dalam Berbagai Jenis Penyakit Demensia

Yuk, Kenali Lebih Dalam Berbagai Jenis Penyakit Demensia

Semakin tua usia seseorang, semakin tinggi pula risiko beberapa penyakit. Salah satu contohnya adalah demensia. Ya, penyakit yang umumnya menyerang orang yang berusia 65 tahun ke atas ini membuat sel-sel di otak menjadi rusak, bahkan mati. Namun, tahukah Anda jika demensia terdiri dari banyak jenis. Yuk, kenali klasifikasi penyakit demensia lewat ulasan berikut ini.

Klasifikasi demensia alias penyakit pikun

Demensia sebenarnya bukan penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang memengaruhi kemampuan otak dalam mengingat, berbicara, dan bersosialisasi. Orang dengan kondisi ini membutuhkan bantuan orang lain, karena kebanyakan dari mereka kesulitan untuk melakukan aktivitas harian, bahkan dalam merawat kebersihan diri.

Menurut National Institute of Aging, demensia tidak terdiri dari satu tipe saja. Ada banyak tipe dari demensia dan setiap jenisnya menunjukkan gejala dan pengobatan yang berbeda. Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu klasifikasi demensia.

1. Penyakit Alzheimer

gejala penyakit alzheimer

Penyakit Alzheimer berbeda dengan demensia. Alasannya, karena demensia memayungi berbagai penyakit yang menyerang otak, salah satunya penyakit Alzheimer. Itu artinya, penyakit Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling umum.

Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang menyebabkan degenerasi otak secara progresif. Penyebab pasti dari klasifikasi demensia yang paling umum ini sepenuhnya dipahami. Akan tetapi, ilmuwan berpendapat penyakit ini kemungkinan berkaitan dengan masalah protein di otak yang gagal berfungsi dengan baik.

Akibatnya, kerja sel-sel otak menjadi terganggu dan melepaskan racun yang bisa merusak bahkan mematikan sel-sel otak itu sendiri.

Kerusakan paling sering terjadi di area hipokampus, yakni bagian otak yang mengontrol memori. Itulah sebabnya, sering lupa atau hilang ingatan menjadi gejala penyakit Alzheimer yang paling khas.

Selain kesulitan untuk mengingat, ada gejala penyakit Alzheimer lainnya yang menyertai, seperti:

  • Sering mengulang pertanyaan, lupa dengan obrolan, lupa dengan janji, mudah tersesat di jalan yang biasanya dilalui, atau sembarangan meletakan barang yang baru saja digunakan.
  • Sulit berpikir karena tidak bisa fokus dengan suatu hal. Kondisi ini kadang menyulitkan seseorang untuk membuat keputusan dan menilai sesuatu.
  • Kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai urutan, sehingga membuat mereka terhambat melakukan aktivitas harian.
  • Lebih sensitif, suasana mudah berubah, mengalami delusi, dan depresi.

Pasien penyakit Alzheimer biasanya diobati dengan obat donepezil (Aricept), galantamine (Razadyne), rivastigmine (Exelon), dan obat jenis memantine (Namenda).

2. Demensia lewy body

perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

Klasifikasi demensia selanjutnya adalah demensia lewy body. Tipe demensia ini cukup umum setelah penyakit Alzheimer. Demensia lewy body terjadi akibat adanya endapan protein yang disebut lewy body yang berkembang di sel saraf pada bagian otak yang terlibat dalam pemikiran, memori, dan kontrol motorik (gerakan tubuh).

Penyakit ini berkaitan erat dengan penyakit Parkinson, yang menyebabkan otot tubuh menjadi kaku, gerakan tubuh melambat, dan tremor. Gejala penyakit Parkinson ini sekilas mirip dengan demensia lewy body, namun ada gejala lain yang menyertai, seperti:

  • Mengalami halusinasi, baik merasakan adanya suara, penampakan, penciuman, atau sentuhan yang sebenarnya tidak ada.
  • Mengalami kesulitan untuk tidur namun mengantuk atau tidur siang lebih lama.
  • Mengalami depresi dan kehilangan motivasi.
  • Sering mengalami gangguan pencernaan atau kepala pusing.

Orang yang didiagnosis jenis penyakit demensia ini juga diberikan obat yang sama dengan pengobatan pasien penyakit Alzheimer. Akan tetapi, obat biasanya dilengkapi dengan obat-obatan untuk penyakit Parkinson.

3. Demensia vaskular

penyebab demensia pikun

Klasifikasi demensia ini rentan menyerang orang yang memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan punya kebiasaan merokok. Ini karena demensia vaskuler adalah gangguan fungsi otak akibat terhambatnya aliran darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke otak.

Penyebab utama dari demensia jenis ini adalah penyakit stroke yang memblokir arteri otak dan rusak atau menyempitnya pembuluh darah di otak.

Orang yang mengalami demensia vaskuler, biasanya akan mengalami gejala meliputi:

  • Sulit konsentrasi, membaca situasi, membuat rencana, dan menyampaikan rencana tersebut kepada orang lain.
  • Mudah lupa dengan nama, tempat, atau langkah-langkah dalam mengerjakan sesuatu.
  • Mudah gelisah dan sensitif.
  • Kehilangan motivasi dan mengalami depresi.
  • Sering ingin buang air kecil atau tidak mampu mengontrol buang air kecil.

Pengobatan untuk jenis demensia ini berfokus dalam mengelola kondisi kesehatan yang menjadi penyebab dasar. Sebagai contoh, pasien akan diminta untuk minum obat diabetes, obat pengencer darah, obat penurun kolesterol, dan berhenti merokok.

Perawatan juga dilengkapi dengan penerapan gaya hidup untuk mengontrol gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol pada tingkat normal.

4. Demensia frontotemporal

benarkah suplemen kalsium menyebabkan demensia

Selain penyakit Alzheimer, klasifikasi demensia juga terbagi menjadi demensia frontotemporal. Jenis demensia ini menandakan adanya gangguan fungsi otak, khususnya otak area depan dan samping. Ketimbang tipe lain, demensia frontotemporal biasanya mulai menunjukkan gejala lebih awal, yakni di usia 45-65 tahun.

Gejala yang paling menonjol dari demensia frontotemporal adalah perubahan dalam berperilaku. Orang yang mengidapnya lebih sering melakukan gerakan tubuh berulang atau memasukkan benda yang bukan makanan ke mulut. Mereka juga juga tidak merasakan empati dan kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya mereka sukai.

Gejala lain yang umumnya menyertai pasien demensia jenis ini adalah:

  • Kesulitan untuk memahami bahasa, baik lisan maupun tulisan. Begitu juga ketika mereka berbicara, sering kali ada kata-kata yang salah dalam penyusunan kalimatnya.
  • Gerakan tubuh menjadi terganggu karena merasakan kekakuan atau kejang otot, kesulitan menelan, dan tremor.

Pengobatan untuk tipe demensia ini antara lain adalah obat antidepresan, obat antipsikotik, dan terapi wicara untuk membantu pasien berkomunikasi lebih baik.

5. Mixed dementia

gejala Alzheimer

Klasifikasi demensia yang terakhir adalah mixed dementia, yaitu demensia kombinasi dari dua atau lebih jenis demensia. Sebagai contoh, kombinasi antara penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa demensia campuran cukup umum terjadi pada lanjut usia. Studi otopsi yang mengamati otak orang yang menderita demensia menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang berusia 80 dan lebih tua mungkin menderita demensia campuran. Umumnya hal ini yang disebabkan oleh kombinasi perubahan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer, proses terkait penyakit vaskular, atau kondisi neurodegeneratif lainnya.

Pada orang dengan demensia campuran, berbagai gejala bisa dialami. Akan tetapi, mungkin akan terlihat gejala mana yang paling dominan jika diamati secara hati-hati. Dari pengamatan gejala dan pemeriksaan lebih lanjut, dokter dapat menentukan pengobatan mana yang paling tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Alzheimer’s disease – Symptoms and causes. (2018, December 8). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/symptoms-causes/syc-20350447 [Accessed on November 20th, 2020]

Lewy body dementia – Symptoms and causes. (2019, April 26). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lewy-body-dementia/symptoms-causes/syc-20352025 [Accessed on November 20th, 2020]

Vascular dementia – Symptoms and causes. (2018, May 9). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vascular-dementia/symptoms-causes/syc-20378793 [Accessed on November 20th, 2020]

Frontotemporal dementia – Symptoms and causes. (2019, November 5). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/frontotemporal-dementia/symptoms-causes/syc-20354737 [Accessed on November 20th, 2020]

What is mixed dementia? Causes and diagnosis. National Institute on Aging. https://www.nia.nih.gov/health/what-mixed-dementia-causes-and-diagnosis [Accessed on November 20th, 2020]

What is dementia? Symptoms, types, and diagnosis. National Institute on Aging. https://www.nia.nih.gov/health/what-dementia-symptoms-types-and-diagnosis [Accessed on November 20th, 2020]

 

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 24/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x