backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

7 Manfaat Membaca Buku Fiksi untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

    7 Manfaat Membaca Buku Fiksi untuk Kesehatan Fisik dan Mental

    Tidak sekadar menjadi hiburan pada waktu luang saja, membaca buku fiksi ternyata juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan fisik maupun mental. Lalu, apa saja keuntungan dari membaca buku fiksi? Yuk, simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!

    Manfaat membaca buku fiksi untuk kesehatan

    Secara harfiah, buku fiksi dapat diartikan sebagai buku yang berisi cerita rekaan, khayalan, atau imajinasi yang tidak berdasarkan pada kenyataan.

    Bacaan fiksi yang berupa cerita pendek, novel, dan sebagainya ini mempunyai kelebihan dalam membangkitkan imajinasi, perasaan, serta emosi pembacanya. 

    Oleh karenanya, ada beberapa manfaat dari membaca buku fiksi yang sering kali tidak disadari seperti dalam ulasan berikut ini.

    1. Meningkatkan kekuatan otak

    hobi membaca buku

    Buku fiksi sering memiliki jalan cerita yang kompleks, karakter yang mendalam, serta alur yang rumit. 

    Membaca jenis buku ini dapat merangsang kemampuan berpikir kritis sehingga meningkatkan fungsi kognitif. Hal ini pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kekuatan otak.

    Bahkan, MRI otak menunjukkan membaca novel bisa memperkuat koneksi saraf pada korteks somatosensori, yakni area otak yang merespons gerakan dan rasa sakit.

    2. Meredakan stres

    Salah satu manfaat utama membaca buku fiksi adalah meredakan stres. Jadi, tidak heran jika ada anggapan bahwa orang yang suka baca buku lebih bahagia hidupnya.

    Menghanyutkan diri dalam alur cerita bisa mengalihkan pikiran dari kecemasan sehari-hari. Hal ini membuat otak lebih santai dan menurunkan kadar hormon stres, seperti kortisol.

    3. Memperkaya kosakata

    Pernahkah Anda mendengar fabel atau cerita mengenai kehidupan binatang ketika masih kecil? 

    Tak hanya bagi orang dewasa, terdapat pula manfaat membaca buku untuk anak, yakni dengan memperkaya kosakata alias perbendaharaan kata.

    Anak-anak dengan kosakata yang lebih kaya ini diketahui punya kesempatan dalam mendapat hasil tes yang memuaskan dan peluang kerja lebih baik pada kemudian hari.

    Kapan anak-anak perlu mulai membaca buku?

    Sarah E. Klein, spesialis anak dari Cleveland Clinic, menganjurkan orangtua untuk membaca bersama anak-anak sejak bayi hingga usia sekolah dasar. Hal ini bisa meningkatkan kemungkinan anak Anda untuk menganggap membaca buku sebagai aktivitas yang menyenangkan.

    4. Membantu Anda tidur lebih cepat

    Dilansir dari Mayo Clinic, membaca adalah “obat alami” bagi Anda yang mengalami susah tidur.

    Jika Anda tidak dapat terlelap setelah 20 menit berbaring di tempat tidur, coba lakukan aktivitas yang menenangkan, misalnya membaca atau mendengarkan musik klasik.

    Setelah merasa sedikit lelah, kembalilah ke tempat tidur dan pejamkam mata untuk mulai istirahat.

    5. Menumbuhkan empati

    Dengan terlibat pada kehidupan karakter fisik, Anda bisa menumbuhkan empati yang lebih kuat.

    Pada kehidupan nyata, manfaat membaca buku fiksi adalah membantu pembaca memahami dan turut merasakan perasaan, pikiran, dan pengalaman orang lain.

    Orang dengan empati tinggi umumnya mempunyai keterampilan sosial yang kuat, termasuk dalam berkomunikasi efektif dan mengelola konflik.

    6. Membantu meredakan nyeri

    Membaca dengan jarak ideal

    Siapa sangka bahwa salah satu kelebihan baca buku fiksi adalah meredakan nyeri?

    Sebuah studi yang dimuat pada jurnal Medical Humanities (2017) menemukan terapi membaca buku membantu meredakan gejala pada pengidap nyeri kronis.

    Kombinasi dengan terapi perilaku kognitif (cognitive behavioural therapy/CBT) sekaligus juga dapat meningkatkan suasana hati dan kesejahteraan mental mereka.

    7. Memperpanjang umur

    Salah satu kelebihan orang yang rutin membaca buku fiksi yakni mampu hidup lebih lama bila daripada orang yang tidak membaca sama sekali.

    Hal ini pernah diamati oleh sekelompok peneliti dari Yale University School of Public Health, AS, pada 2016 silam, seperti dikutip dari situs Harvard Health.

    Peneliti menemukan bahwa orang-orang yang rutin membaca buku memiliki risiko kematian 20% lebih rendah dalam 12 tahun berikutnya dibandingkan dengan orang yang bukan pembaca atau yang membaca majalah.

    Tips membiasakan diri untuk membaca buku

    Jika Anda jarang membaca sebelumnya, menumbuhkan kebiasaan membaca mungkin tidaklah mudah. Terlebih lagi, kesibukan harian bisa membuat hal ini makin terasa sulit.

    Meski begitu, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk membiasakan diri membaca.

    • Mulailah dengan bacaan yang ringan, seperti cerita pendek dan novel bergambar.
    • Jelajahi genre buku fiksi yang berbeda, contohnya romansa, petualangan, fiksi ilmiah, fantasi, atau horor, agar Anda tidak cepat bosan.
    • Luangkan 15–30 menit setiap hari untuk membaca buku, misalnya selama perjalanan ke kantor maupun sebelum tidur malam.
    • Bergabung dengan klub baca buku agar Anda bisa berbagi rekomendasi bacaan serta mendapatkan motivasi tambahan.

    Membiasakan membaca buku fiksi dalam rutinitas harian dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental secara signifikan. Selamat membaca!

    Kesimpulan

    • Membaca buku fiksi memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental.
    • Kebiasaan ini membantu meningkatkan kekuatan otak, meredakan stres, memperkaya kosakata, membangun empati, meredakan nyeri, dan memperpanjang umur.
    • Untuk membangun kebiasaan ini, mulailah dengan bacaan ringan, pilih genre yang disukai, dan sisihkan waktu 15–30 menit setiap hari untuk membaca.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan