Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa otot berkontraksi di luar kendali, sehingga otot tidak bisa rileks? Bisa jadi Anda sedang mengalami kejang otot. Namun, tahukah Anda apa yang sebenarnya dimaksud dengan kejang otot? Yuk, simak ulasan lengkap tentang kondisi ini, termasuk gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Apa itu kejang otot?

Pada dasarnya, kejang dan kram otot merupakan kondisi yang hampir sama. Kejang otot terjadi saat otot tiba-tiba mengalami kontraksi dengan sendirinya dan di luar kendali Anda. Bahkan, kondisi tersebut membuat otot menjadi tidak rileks dan terasa kaku.

Kondisi ini sangat umum terjadi, bahkan hampir semua orang mungkin pernah mengalaminya. Bila kejang ini berlangsung lama, maka kondisi ini kemudian disebut sebagai kram otot.

Kondisi ini bisa terjadi pada sebagian atau seluruh otot yang ada di dalam tubuh Anda. Namun, bagian tubuh yang sering menjadi lokasi terjadinya kejang adalah paha, betis, area kaki, tangan, lengan, perut, dan mungkin juga di sekitar tulang rusuk.

Saat mengalami kondisi ini, Anda mungkin saja mengalami rasa sakit mulai dari yang ringan hingga yang terasa cukup parah. Otot yang mengalami kondisi ini tentu terasa lebih kaku dan keras dibanding otot normal, khususnya saat disentuh.

Bahkan, otot mungkin akan terlihat berdenyut saat mengalaminya. Kondisi ini bisa bertahan mulai dari hitungan detik saja hingga hitungan menit, dan bahkan lebih lama. Kondisi ini juga bisa terjadi berulang kali sebelum benar-benar hilang.

Penyebab terjadinya kejang pada otot

Mengingat kram dan kejang otot merupakan kondisi yang mirip, maka penyebab kram otot dan kejang pun tak jauh berbeda. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebabnya:

  • Kurang pemanasan sebelum melakukan aktivitas fisik, khususnya olahraga berat.
  • Otot yang kelelahan.
  • Terlalu banyak beraktivitas fisik di cuaca yang panas.
  • Dehidrasi.
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
  • Otot yang bekerja terlalu keras.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Kondisi kesehatan tertentu, seperti gagal ginjal atau diabetes.
  • Kehamilan.

Bahkan, Anda mungkin mengalami kram dan kejang secara bersamaan jika melakukan salah satu penyebab tersebut.

Gejala kejang otot yang sering muncul

Anda mungkin sudah pernah mengalami kejang otot, tapi tidak menyadarinya. Berikut adalah beberapa tanda atau gejala dari munculnya masalah otot ini yang perlu Anda perhatikan:

  • Rasa sakit atau nyeri otot yang terjadi karena otot menjadi lebih kencang.
  • Otot menjadi terasa lemah.
  • Pergerakan menjadi lebih lamban.
  • Gangguan tidur, karena sering terbangun akibat otot yang terasa sakit.

Ada pula gejala dari kejang otot yang dianggap berbahaya bagi kesehatan dan harus segera mendapatkan penanganan, seperti berikut:

  • Area kejang otot yang selalu sama, khususnya setelah melakukan aktivitas olahraga.
  • Disertai bengkak atau kemerahan.
  • Timbul demam, mual, atau muntah.
  • Disertai sensasi panas dan kesemutan.

Cara mengatasi kejang otot di rumah

Pada dasarnya, kondisi yang menyebabkan otot terasa sakit ini bisa hilang dengan sendirinya. Itu berarti, Anda bisa mengatasi kondisi yang satu ini secara mandiri di rumah. Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mengatasi kondisi yang dapat menimbulkan nyeri otot ini.

Menurut American Osteophatic Association, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti:

  • Hentikan segala aktivitas yang sekiranya memicu terjadinya masalah otot yang satu ini.
  • Regangkan dan pijat secara perlahan area otot yang terasa tegang, biarkan pada posisi tersebut hingga rasa sakit pada otot hilang.
  • Kompres memakai air hangat untuk membantu otot yang tegang dan kaku agar lebih rileks.
  • Kompres menggunakan air dingin untuk mengurangi rasa sakit pada otot yang terasa nyeri.

Pencegahan kejang otot

Daripada mengatasinya, Anda tentu lebih memilih untuk melakukan pencegahan agar tidak mengalaminya. Selain menjaga kesehatan otot, ada beberapa gaya hidup yang juga dapat membantu Anda agar terbebas dari berbagai penyakit otot, di antaranya:

1. Perbanyak minum air

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dehidrasi merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan timbulnya kejang pada otot. Oleh sebab itu, pastikan Anda telah memenuhi kebutuhan cairan harian.

Salah satu kondisi yang berpotensi menyebabkan dehidrasi adalah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat di cuaca yang panas. Jika Anda berada dalam kondisi demikian, pastikan untuk selalu mengonsumsi air demi mencegah dehidrasi.

Mengatasi dehidrasi menjadi salah satu upaya Anda untuk mencegah terjadinya masalah pada otot yang satu ini.

2. Konsumsi vitamin dan mineral

Mungkin tidak banyak dari Anda yang mengetahui bahwa kekurangan mineral di dalam tubuh dapat menyebabkan otot kram maupun kejang. Beberapa mineral yang harus dipenuhi adalah kalium, kalsium, dan magnesium agar terhindar dari masalah otot yang satu ini.

Sayangnya, ada penggunaan obat yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan mineral, salah satunya adalah pil air atau diuretik yang biasanya digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Oleh karena itu, jika Anda harus mengonsumsi obat ini, konsultasi dengan dokter untuk mengetahui bagaimana cara menjaga kadar mineral dalam tubuh agar tetap seimbang.

3. Lakukan latihan peregangan

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kejang otot adalah rutin melakukan peregangan baik sebelum dan sesudah berolahraga, khususnya jika Anda memilih untuk melakukan olahraga yang cukup berat.

Masalahnya, pemanasan dan pendinginan selama olahraga sering kali disepelekan. Padahal, jika tidak dilakukan dengan tepat, potensi Anda mengalami masalah otot pun semakin meningkat. Tentu, Anda tidak ingin hal ini terjadi, kan?

Oleh karena itu, pastikan untuk selalu melakukan pemanasan kurang lebih 15 menit sebelum mulai berolahraga dan lakukan hal yang sama sebagai pendinginan setelah berolahraga.

4. Hindari merokok dan mengonsumsi kafein

Rupanya, mengonsumsi kafein dan merokok memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan otot. Buktinya, terlalu sering mengonsumsi kafein dan memiliki kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan potensi Anda untuk mengalami berbagai masalah kesehatan otot, termasuk otot kejang.

Anda disarankan untuk menghindari kedua kebiasaan ini karena merokok dan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini. Maka itu, apabila Anda masih memiliki salah satu atau kedua kebiasaan ini, segeralah untuk berhenti.

5. Konsumsi obat relaksan otot

Meski belum mengalami kejang otot, Anda bisa mengonsumsi relaksan otot sebagai salah satu bentuk pencegahan terhadap kondisi tersebut. Apalagi jika Anda sudah mulai merasakan beberapa gejala dari kejang otot yang muncul. Belum lagi jika otot sudah mulai kaku dan terasa tegang. Menggunakan relaksan otot dapat membantu otot menjadi lebih rileks.

Meski begitu, penggunaan obat yang juga bisa digunakan sebagai obat pereda nyeri otot ini sebaiknya sesuai atas saran dokter. Maka itu, tanyakan kepada dokter apakah mengonsumsi relaksan otot baik untuk dikonsumsi jika disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda.

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari terjadinya interaksi antara relaksan otot dan obat-obatan lain yang mungkin sedang Anda konsumsi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gangguan Muskuloskeletal (Tulang, Sendi, Otot)

Gangguan muskuloskeletal adalah suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 26 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Semua orang mungkin pernah mengalami kram otot. Memahami penyebab kram otot dapat membantu Anda menghindarinya. Apa saja penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Olahraga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, memotivasi dan mendorong anak menjadi atlet adalah lain hal. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga bareng teman

4 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Rutin Berolahraga

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 7 menit
makanan untuk penderita epilepsi

Makanan untuk Epilepsi: Mana yang Baik, Mana yang Harus Dihindari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 November 2020 . Waktu baca 4 menit
spondylolisthesis spondilolistesis adalah

Spondylolisthesis (Spondilolistesis)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 10 menit