Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Sering Timbulkan Kebingungan, Ini Bedanya Demensia dan Penyakit Alzheimer

    Sering Timbulkan Kebingungan, Ini Bedanya Demensia dan Penyakit Alzheimer

    Contoh penyakit otak yang kerap kali diperbincangkan adalah demensia atau penyakit Alzheimer. Banyak yang menganggap bahwa keduanya merupakan penyakit yang sama, padahal sebenarnya berbeda. Mari kenali lebih dalam perbedaan demensia dan penyakit Alzheimer pada ulasan berikut ini.

    Apa perbedaan demensia dan penyakit Alzheimer?

    Supaya Anda dapat mengenali kedua penyakit yang menyerang di usia tua ini lebih baik, simak perbedaannya baik-baik.

    Berdasarkan definisi penyakit

    Guna mengetahui bedanya, Anda perlu memahami definisi dari masing-masing penyakit. Demensia adalah sekelompok gejala yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengingat, berpikir, dan bersosialisasi. Dalam kasus yang parah, penyakit ini bisa melumpuhkan aktivitas sehari-hari.

    Sementara penyakit Alzheimer adalah penyakit progresif yang menyebabkan seseorang bermasalah dengan ingatan, perilaku, dan kemampuan berpikir.

    Penjelasan kedua definisinya memang hampir mirip. Akan tetapi, jika diperhatikan lagi, Anda dapat menyimpulkan perbedaan dari demensia dan penyakit Alzheimer.

    Menurut Mayo Clinic, demensia sebenarnya bukan penyakit, tapi kumpulan dari berbagai gejala gangguan pada otak. Oleh karena itulah, demensia digambarkan sebagai payung yang melingkupi beberapa penyakit, salah satunya adalah penyakit Alzheimer.

    Jadi, penyakit Alzheimer itu bisa juga Anda sebut sebagai salah satu jenis dari demensia. Bahkan, sangat umum terjadi ketimbang jenis demensia lain. Itulah sebabnya, istilah demensia dan penyakit Alzheimer cukup populer.

    Di samping penyakit Alzheimer, jenis lain dari penyakit yang berada di bawah lingkup demensia adalah:

    • Demensia vaskular (gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah pada otak).
    • Lewy body dementia adalah (gangguan pada otak akibat penumpukan protein Lewy body)
    • Demensia frontotemporal (kelainan otak yang memengaruhi lobus frontal dan temporal otak, yakni bagian depan dan samping otak).

    Berdasarkan penyebab penyakit

    perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

    Perbedaan demensia dan penyakit Alzheimer juga dapat diamati dari penyebab yang mendasarinya. Penyebab demensia sangat bervariasi, bergantung dengan jenis-jenisnya.

    Demensia vaskular misalnya, terjadi akibat kurangnya aliran darah di otak. Padahal sel-sel otak membutuhkan oksigen dan nutrisi dari darah untuk tetap berfungsi normal. Ketika suplai darah ke otak tidak mencukupi, sel-sel otak akan rusak dan akhirnya mati.

    Kondisi ini mungkin terjadi pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), stroke, diabetes, atau punya kebiasaan merokok.

    Selanjutnya demensia lewy body disebabkan oleh gumpalan kecil protein yang disebut alpha-synuclein yang dapat berkembang di dalam sel otak. Gumpalan ini merusak cara sel bekerja dan berkomunikasi satu sama lain sehingga sel akhirnya mati. Jenis demensia ini berkaitan erat dengan penyakit Parkinson.

    Kemudian, demensia frontotemporal disebabkan oleh penggumpalan protein tau di bagian depan dan samping otak. Penggumpalan ini dapat menyebabkan area otak yang terkena menyusut.

    Jenis demensia ini lebih mungkin terjadi dalam keluarga dan diketahui di usia yang lebih mudah, yakni usia 45-65 tahun karena difaktori oleh penurunan gen tertentu.

    Nah, kesemua penyebab tersebut bisa menjadi perbedaan antara demensia dan penyakit Alzheimer. Pasalnya, penyebab penyakit Alzheimer adalah endapan yang disebut plak amiloid di otak yang bisa menyebabkan kerusakan dan penggumpalan protein tau yang menyebabkan kekusutan di otak.

    Biasanya, area otak yang umumnya terpengaruh penyakit ini adalah bagian hipokampus, yakni yang bertugas untuk mengatur memori.

    Berdasarkan gejala yang ditimbulkan

    Selain penyebab, perbedaan demensia dan penyakit Alzheimer juga bisa dilihat dari gejala yang dialami pengidapnya. Pada orang yang terkena demensia vaskular, gejala yang ditimbulkan meliputi:

    • Kesulitan untuk konsentrasi dan kebingungan untuk memutuskan tindakan selanjutnya ketika melakukan sesuatu.
    • Sulit membuat perencanaan dan mengomunikasikan rencana tersebut pada orang lain.
    • Mudah gelisah dan sensitif.
    • Acuh dan mengalami depresi.
    • Mudah lupa serta tidak mampu mengontrol keinginan buang air kecil.

    Lain halnya dengan orang yang terkena demensia lewy body, mereka umumnya akan mengalami gejala berikut ini:

    • Gerakan tubuh melambat, otot kaku, mengalami tremor, dan sering terjatuh.
    • Rentan mengalami kepala pusing dan gangguan pencernaan, seperti sembelit.
    • Sulit konsentrasi, hilang ingatan, dan berbicara tidak teratur.
    • Mendengar, mencium, dan merasakan sentuhan yang sebenarnya tidak ada (halusinasi).
    • Mengalami kesulitan untuk tidur di malam hari, tapi dapat tidur sangat lama di siang hari.
    • Depresi dan kehilangan motivasi.

    Kemudian, gejala demensia frontotemporal yang mungkin muncul antara lain:

    • Merasakan kekakuan atau kejang otot, kesulitan menelan, dan tremor serta keseimbangan tubuh yang buruk.
    • Sulit memahami bahasa seseorang dan tulisan serta kesulitan untuk menyusun kalimat ketika berbicara.
    • Kurang perhatian dan sulit menilai sesuatu.
    • Melakukan gerakan berulang yang tidak normal, seperti menepuk-nepuk pipi.
    • Sering memasukkan sesuatu yang bukan makanan ke mulut.

    Sementara itu, gejala penyakit Alzheimer sedikit berbeda dengan jenis-jenis demensia yang telah disebutkan di antaranya:

    • Mengalami hilang ingatan atau lupa dengan nama orang yang dikenali atau benda di sekitar. Mereka juga sering kali tersesat di tempat yang sudah dikenali, atau menaruh benda yang baru saja digunakan di tempat yang tidak seharusnya.
    • Sering berbicara berulang kali atau mengulang pertanyaan yang diajukan.
    • Depresi, suasana hati mudah berubah, dan menarik diri dari kegiatan sosial.
    • Buruk dalam mengambil keputusan, kesulitan dalam berpikir, dan kesusahan dalam melakukan aktivitas sehari-sehari seperti mandi.

    Berdasarkan pengobatan yang dijalani pasien

    Perbedaan demensia dan penyakit Alzheimer juga bisa Anda amati dari pengobatan yang direkomendasikan dokter. Obat penyakit Alzheimer yang sering diresepkan adalah obat penghambat cholinesterase, seperti donepezil (Aricept), galantamine (Razadyne) dan rivastigmine (Exelon) serta obat memantine.

    Orang dengan penyakit demensia lewy body juga menggunakan obat penghambat cholinesterase, tapi dilengkapi juga dengan beberapa obat untuk mengobati penyakit Parkinson.

    Ini berbeda dengan orang yang mengalami demensia vaskular yang biasanya diresepkan obat menurunkan tekanan darah dan kolesterol serta mencegah pembekuan darah. Sementara pada pasien demensia frontotemporal, mereka akan diresepkan obat antidepresan dan antipsikotik.

    Meski obat yang diresepkan berbeda, baik pasien demensia dan penyakit Alzheimer biasanya perlu menjalani terapi untuk membantu mengurangi gejala.


    Stres dan butuh teman berbagi cerita?

    Ayo tanya psikolog kami atau berbagi cerita bersama di Komunitas Kesehatan Mental!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Alzheimer’s and dementia: What’s the difference? (2020, March 26). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/expert-answers/alzheimers-and-dementia-whats-the-difference/faq-20396861 [Accessed on November 19th, 2020]

    Causes of dementia. (2017, December 21). nhs.uk. https://www.nhs.uk/conditions/dementia/causes/ [Accessed on November 19th, 2020]

    What is the difference between dementia and Alzheimer’s disease?. Alzheimer’s Society. https://www.alzheimers.org.uk/blog/what-difference-between-dementia-and-alzheimers-disease [Accessed on November 19th, 2020]

    Frontotemporal dementia – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2019, November 5). Mayo Clinic – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/frontotemporal-dementia/diagnosis-treatment/drc-20354741 [Accessed on November 19th, 2020]

    Lewy body dementia – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2019, April 26). Mayo Clinic – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lewy-body-dementia/diagnosis-treatment/drc-20352030 [Accessed on November 19th, 2020]

    Dementia – Symptoms and causes. (2019, April 19). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dementia/symptoms-causes/syc-20352013 [Accessed on November 19th, 2020]

    Alzheimer’s disease – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2018, December 8). Mayo Clinic – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/diagnosis-treatment/drc-20350453 [Accessed on November 19th, 2020]

    Vascular dementia – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2018, May 9). Mayo Clinic – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vascular-dementia/diagnosis-treatment/drc-20378798 [Accessed on November 19th, 2020]

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Jun 18, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
    Next article: