Berat Berlebih Saat Hamil Dapat Berisiko untuk Jantung Anak

Oleh

Saat sedang hamil, tak perlu makan dua kali lipat porsi normal dengan alasan “makan untuk dua orang”. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang beratnya naik lebih dari yang disarankan saat kehamilan memiliki anak gemuk yang dapat mengakibatkan faktor risiko penyakit jantung pada usia 9.

Diduga banyak wanita merasa bahwa kehamilan adalah waktu ketika mereka harus dan bisa makan lebih banyak dari biasanya. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah ada berat tertentu yang dianggap optimal sehingga tidak akan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah dan tidak menyebabkan dampak negatif pada ibu dan bayi pada saat lahir dan kemudian hari dalam hidup mereka.

Dibandingkan dengan wanita hamil dengan berat badan ideal, ibu hamil dengan berat badan lebih dari yang dianjurkan dokter biasanya memiliki anak yang:

indeks masa tubuhnya (BMI) lebih besar 1-2 kg
pinggang lebih besar 2 cm
lemak tubuh lebih 1 kg
tekanan darah sistolik lebih tinggi 1 mmHg
tingkat peradangan dalam darah lebih tinggi 15 persen
tingkat kolesterol yang “baik” lebih rendah 1,16009 mg / dl


Peningkatan berat badan dan faktor risiko ini terlihat pada wanita yang bertambah 500 gram atau lebih per minggu setelah trimester pertama.

Penelitian ini dianggap sebagai pemeriksaan yang paling rinci mengenai hubungan antara berat badan sebelum atau selama kehamilan dengan berat badan semasa kecil dan faktor risiko kardiovaskular, kata para peneliti.

Berdasarkan pedoman sehat, perempuan yang dianggap kekurangan berat badan dengan indeks massa tubuh di bawah 18,5, harus menambah 14 sampai 20 kg selama kehamilan. Mereka yang memiliki berat badan normal, BMI 18,5-24,9, harus menambah 12 sampai 17 kg. Wanita gemuk dengan BMI 25-29,9 hanya boleh menambah 7 sampai 12 kg. Wanita obesitas dengan BMI lebih dari 30 hanya dapat menambah 5 sampai 10 kg.

Kehamilan dan berat badan selama hamil adalah hal yang rumit karena mencerminkan bagaimana bayi tumbuh, berapa banyak air yang ada di sekitar bayi, berapa banyak sirkulasi ibu telah diperluas dan berapa banyak berat badan / lemak ibu telah berpengaruh pada bayi. Hal ini mungkin berkaitan dengan kesehatan pada ibu dan bayi selama kehamilan, sekitar waktu kelahiran, dan kesehatan bayi di kemudian hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat berusaha untuk olahraga agar tercapai berat badan ideal saat hamil, kita juga perlu mempertimbangkan efeknya pada anak di masa depan, serta efeknya pada saat kelahiran. Tapi, masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai berat badan yang optimal saat kehamilan untuk hasil terbaik dalam jangka pendek dan panjang bagi ibu dan anak.

Ahli juga menyarankan percobaan pada wanita hamil obesitas dan secara acak menetapkan setengah dari mereka untuk menerima perawatan prenatal standar dan sisanya untuk menerima perawatan standar ditambah spesialis yang membantu mempertahankan berat badan yang sehat. Ini akan menjawab lebih banyak pertanyaan daripada studi observasional seperti ini.

Share now :

Direview tanggal: Mei 5, 2016 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca