Selain Gondok, Ini 6 Gejala yang Muncul Saat Tubuh Kekurangan Yodium

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dilansir dari siaran pers Kemenkes RI, data Riskesdas tahun 2007 menunjukkan bahwa dari target capaian 90 persen, baru 62,3 persen rumah tangga di Indonesia yang mengonsumsi garam beryodium. Ini artinya, masih banyak orang yang belum paham betul mengenai bahaya kekurangan yodium bagi kesehatan.

Jika tubuh tidak mendapatkan asupan yodium yang dibutuhkan dalam sehari, tubuh akan rentan mengalami gangguan akibat kekurangan yodium (GAKI). Di antaranya gondok, hipotiroid, keterbelakangan mental, keguguran, dan hambatan perkembangan fisik. Lantas, bagaimana cara mengetahui gejala tubuh kekurangan yodium?

Tanda dan gejala kekurangan yodium pada tubuh

Yodium berperan penting dalam memproduksi hormon tiroid dalam tubuh. Hormon tiroid ini berfungsi untuk membantu metabolisme dan mendukung tumbuh kembang anak.

Meskipun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tapi faktanya tidak sedikit orang yang mengalami kekurangan asupan mineral yang satu ini. Berbagai tanda dan gejala kekurangan yodium meliputi:

1. Pembengkakan kelenjar tiroid

penyakit gondok

Saat asupan yodium Anda kurang dari 100 mcg (mikrogram) per hari, tubuh akan mulai memproduksi hormon tiroid (TSH) secara berlebihan. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid, atau yang dikenal sebagai goiter.

Di Indonesia sendiri, kondisi ini lebih dikenal sebagai penyakit gondok. Anda mungkin mengira bahwa benjolan gondok dapat terlihat jelas di bagian leher dan terasa nyeri. Padahal tidak demikian, lho.

Seorang asisten dosen endokrinologi dan metabolisme dari Comprehensive Cancer Center di Wake Forest Baptist Medical Center, Brittany Henderson, MD, mengatakan bahwa penyakit gondok sebetulnya hanya bisa dilihat melalui USG atau CT scan.

Namun, bila Anda mengalami sensasi mengganjal di tenggorokan seperti saat sedang tersedak atau susah menelan, maka ini bisa jadi gejala awal penyakit gondok.

2. Berat badan naik drastis

menurunkan berat badan pada penderita diabetes

Jika Anda merasa berat badan naik drastis, padahal tidak sedang makan banyak, bisa jadi Anda kekurangan yodium. Namun memang, tidak semua kasus peningkatan berat badan sudah pasti gejala kekurangan yodium.

Fungsi utama hormon tiroid adalah membantu mengendalikan metabolisme tubuh, yaitu dengan memecah makanan menjadi energi dan panas. Saat kadar hormon tiroid ini rendah, maka tubuh akan kewalahan untuk memproses makanan. Akibatnya, kalori dari makanan akan disimpan dalam bentuk lemak dan menambah berat badan Anda.

3. Mudah lelah dan kedinginan

mengatasi kelelahan akibat rematik

Wajar jika tubuh merasa lelah setelah seharian beraktivitas. Namun hati-hati, ini juga bisa jadi salah satu gejala kekurangan yodium.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Hippokratia tahun 2010 mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen orang dengan kadar tiroid yang rendah cenderung gampang kelelahan dan kedinginan. Pasalnya, metabolisme tubuh yang lambat membuat tubuh gagal memproduksi energi. Tubuh pun jadi terasa lemas dan mudah kedinginan.

4. Rambut rontok dan kulit kering

obat rambut rontok

Bukan cuma mengatur metabolisme tubuh, hormon tiroid juga berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan folikel rambut. Saat hormon tiroid tubuh rendah, folikel rambut Anda akan berhenti beregenerasi alias tumbuh kembali. Hal inilah yang membuat rambut tipis dan mudah rontok.

Tak hanya rambut, regenerasi sel juga bergantung pada tinggi atau rendahnya hormon tiroid dalam tubuh. Sel-sel kulit akan sulit beregenerasi dan lebih jarang berkeringat saat tubuh kurang mendapatkan asupan yodium. Akibatnya, kulit cenderung kering dan mudah terkelupas.

5. Detak jantung melambat

Cepat atau lambatnya detak jantung Anda ternyata dipengaruhi oleh kandungan yodium dalam tubuh. Jika kadar mineral yang satu ini terlalu rendah, maka detak jantung Anda akan menurun. Begitu pula sebaliknya, kebanyakan asupan yodium bisa meningkatkan detak jantung.

Kekurangan yodium yang tergolong parah dan kronis dapat membuat detak jantung Anda melambat secara abnormal. Jika tidak segera diatasi, hal ini bisa mengakibatkan tubuh terasa lemah, letih, pusing, bahkan sampai pingsan.

6. Sulit mengingat

penyebab hilang ingatan

Sebuah studi yang melibatkan 1.000 orang dewasa menemukan bahwa peserta yang kadar hormon tiroidnya tinggi cenderung memiliki memori yang kuat dan tanggap, dibandingkan peserta yang hormon tiroidnya rendah.

Hormon tiroid ternyata juga berperan penting terhadap tumbuh kembang otak. Para ahli menemukan bahwa ukuran hippocampus, yaitu bagian otak yang mengontrol memori jangka panjang, cenderung lebih kecil pada orang dengan kadar tiroid yang rendah. Itu sebabnya, kekurangan yodium bisa menghambat perkembangan otak dan membuat Anda jadi mudah lupa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Antara Dada dan Paha Ayam, Mana yang Lebih Banyak Gizinya?

Paha ayam lebih murah dan lebih mudah untuk diolah. Di sisi lain, dada ayam lebih ekonomis karena dagingnya lebih banyak. Bagaimana dari sisi kesehatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juli 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kekurangan yodium saat hamil

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit